
Mengenal tempat bersejarah biasanya hanya ada di pelajaran sekolah. Tepatnya di pelajaran sejarah. Itu pun diberikan kepada anak-anak sekolah. Nah bagaimana dengan emak-emak seperti saya yang sudah punya buntut dua. Usia sudah kepala tiga dan pastinya waktu tamasya tidak ada, kalau tidak membawa dua bocil.
Jalan-jalan di tempat wisata sudah biasa kali ya. Apalagi membawa anak-anak ke sana. Serunya kebangetan. Kalau wisatanya ke museum atau tempat bersejarah bagaimana?
Saya sih baru sekali mengajak anak jalan-jalan ke museum. Yaitu Museum Brawijaya di Malang. Kota tempat tinggal saya sekarang. Itu pun baru punya satu anak. Setelah si kakak punya adik, jarang jalan-jalan lagi. Ditambah masa pandemi begini. Ya sudah, dihapus dulu keinginan jalan-jalannya.

Karenanya saya seneng banget dong, ketika saya diajak jalan-jalan virtual bareng @komunitasisb dan @kinokuniya_id lewat tur virtual ke lokasi peristiwa kemerdekaan RI. Awalnya berasa seperti membosankan ya. Tapi setelah mengikuti tur yang dipandu mbak Ira Lathief yang heboh dan lucu ini, kesan membosankan tadi hilang loh. Kenapa? Ini sebabnya.
Daftar Isi
TAHU LEBIH BANYAK SOAL TEMPAT BERSEJARAH
Saya pernah ke Jakarta. Tinggal dua tahun di sana untuk bekerja. Namun untuk jalan jalan mengenal tempat bersejarah belum pernah. Karenanya ketika diajak tur virtual ini, saya seneng banget. Wow gitu loh. Karena saya memang belum pernah ke tempat yang ditunjukkan mbak Ira tadi. Diantaranya :
- Museum sumpah pemuda
- Museum naskah proklamasi
- Gedung Pancasila
- Gedung Joang 45
Bagi teman-teman yang tinggal di Jakarta, pasti tahu tempat bersejarah itu. Kalau saya mah belum tahu. Makanya agak katro ya ketika saya menyaksikan gedung bersejarah yang menyimpan cerita perjuangan di dalamnya.

1. MUSEUM SUMPAH PEMUDA
Musem yang terletak di Jl.Kramat Raya no 106 Kwitang, Jakarta Pusat ini rupanya tempat diproklamirkan sumpah pemuda. Banyak pemuda yang bersatu di sini membentuk tekad Indonesia Merdeka. Salah satu yang berjasa adalah WR Supratman.
Monumen yang berdiri di sana bisa membuat semangat empat lima kita bangkit loh. Karena terasa sekali semangat juangnya.
2. MUSEUM NASKAH PROKLAMASI
Seperti namanya, museum yang terletak di Jl. Proklamasi no 10 Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat ini merupakan tempat dimana proklamasi kemerdekaan RI dirumuskan. Dulunya merupakan rumah mewah milik Laksamana Muda Maeda. Salah satu dari anggota 3 Serangkai. Bersama Soekarno Hatta, mereka merumuskan proklamasi di sini. Tepat ketika Hiroshima dan Nagasaki di Jepang dibom atom oleh Sekutu.
3. GEDUNG PANCASILA
Dimanakah Pancasila pertama kali dirumuskan? Jawabannya adalah di Gedung Pancasila. Namanya disesuaikan ketika pak Soekarno menjawab pertanyaan dari Pak Radjiman Widyodiningrat, ketua BPUPKI. Setelah Indonesia Merdeka, apa dasar Negara kita? Tanpa basa basi, Soekarno menjelaskan pemikirannya. Spontan dan tanpa teks. Panjang lebar selama satu jam.
Singkat cerita, pidato Soekarno itulah yang akhirnya dirumuskan hingga terbentuk 5 sila atau 5 dasar Negara. Dan akhirnya disebut Pancasila (panca= lima, sila= dasar).
Lokasinya ada di Jl. Taman Pejambon no 6 Jakarta Pusat. Selain sebagai tempat sidang BPUPKI, Gedung Pancasila rupanya juga berfungsi sebagai gedung Volksraad dan Gedung Dewan Rakyat loh.
4. GEDUNG JOANG 45
Gedung yang berlokasi di Jl. Menteng Raya no 31 Jakarta Pusat ini punya nilai Juang tersendiri bagi para pemuda Indonesia. Karena disinilah tempat para pemuda sering berdiskusi mengenai kemerdekaan RI. Salah satu yang sering datang ke sini adalah Chairil Anwar.
Serunya ada mobil R1 dan mobil pribadi pak Karno yang masih ada dan berfungsi dengan baik. Biasanya dikeluarkan saat pawai. Bersyukur ya karena ada peninggalan sejarah yang masih terawat baik sampai sekarang.
LEBIH MENGHARGAI JASA PAHLAWAN

WR Supratman adalah salah satu pahlawan yang ditonjolkan dalam tur virtual ini. Kenapa? Karena ada lagu Indonesia Raya yang dikumandangkan seluruh rakyat Indonesia, setiap tanggal 17 Agustus. Lagu yang begitu bersemangat dan membawa energy patriotisme bagi siapa saya yang mendengarnya.
Nama WR Supratman sendiri merupakan kepanjangan dari Wage Rudolf Supratman. Nama Rudolf diberikan oleh pamannya yang berkewarganegaraan Belanda. Bahkan menghadiahi Supratman dengan biola. Sejak saat itulah WR Supratman sering bermain musik, bahkan mendapatkan pundi pundi kekayaan dari aksi panggungnya. Hidupnya bergemilang harta dong.
Nah, setelah WR Supratman pindah dari Jakarta ke Bandung. Mulailah sang pahlawan sering berkumpul dengan pemuda Indonesia. Sehingga mengetahui sepak terjang perjuangan mereka. Sejak itulah WR Supratman sadar, bahwa dia harus berada di pihak pejuang. Untuk merebut kemerdekaan bangsanya. Supratman pun memutar balik jalan hidupnya menjadi wartawan. Keluar dari zona nyaman dong.
Rupanya jiwa nasionalis seorang WR Supratman diuji di sini. Dengan semangat juang yang tinggi, WR. Supratman mulai menulis lagu perjuangan. Uniknya, kata-kata merdeka saat itu masih belum awam diucapkan. Tapi WR Supratman seolah mendapatkan bisikan untuk menuliskan kata itu.
Hingga akhirnya terciptalah beberapa lagu patriotisme yang lahir dari pemikirannya. Salah satunya Indoensia Raya. Ini tak mudah ternyata. Karena akibat lagu yang diciptakannya itu, banyak pemuda Indonesia yang bangkit melawan Penjajah. Akibatnya WR Supratman dipenjara. Mirisnya lagi, Supratman belum sempat mendengar lagu ciptaannya dikumandangkan ke seluruh negeri, karena keburu meninggal di usianya yang baru 35 tahun. Tepatnya tanggal 17 Agustus 1938. Artinya pak Supratman belum sempat menyaksikan kemerdekaan RI.
Mbak Ira bahkan membayangkan. Jikalau pak WR Supratman hidup saat ini, pasti terharu sekali ya. Perjuangannya tetap membekas di hati. Bukan lewat senjata. Melainkan lewat lagu kebangsaan.
JALAN – JALAN SAMBIL NONTON BIOSKOP

Siapa yang pernah jalan-jalan sambil nonton bioskop? Di tur vitual ini ada loh pengalaman seperti ini. Seperti ketika membahas pak WR Supratman, mbak Ira menyisipkan cuplikan film Wage yang mengisahkan perjuangan seorang WR. Supratman. Sumpah, saya seolah ditarik dari jalanan dan masuk ke gedung bioskop. Terbawa suasana.
Begitu juga ketika mbak Ira memperdengarkan cuplikan film AADC di kawasan Kwitang. Dimana di sana dulunya termasuk kawasan toko buku terbesar se Asia tenggara. Dikenal sejak adanya syuting AADC di sana. Seru kan. Jadi nonton film deh.
LEBIH MENGHARGAI ARTI KEMERDEKAAN

Terakhir nih. Apa yang dipikirkan generasi sekarang untuk menghargai jasa para pahlawan. Mendatangi lokasi kemerdekaan membuat saya tersadar bahwa kemerdekaan ini dicapai dengan tak mudah. Banyak nilai juang, darah dan air mata di dalamnya. Kita bersyukur tinggal menikmatinya saja. Sementara para pejuang kita, harus menukar nyawa demi kata Merdeka.
Sebuah renungan besar bagi saya. Bahwa saya tidak boleh menyia-nyiakan jasa para pejuang kita. Tanpa mereka, mungkin saat ini kita masih dijajah. Tak bisa jalan-jalan lagi, apalagi berkarya. Terima kasih komunitas ISB dan Kinokuniya yang sudah mengajak saya tur virtual ini. Benar-benar berkesan. Hingga tak terasa air mata saya berlinang. Ini bener loh, soalnya saya mudah mewek. Hehe.
Mau tur virtual lagi. Tenang, karena masih ada perjalanan selanjutnya. Tinggal cek jadwalnya dan siap siap terbawa suasana 45 lagi. Yuhuuuu… sampai ketemu di tur selanjutnya ya.

**


26 Comments. Leave new
Ceritanya seruuuu, kapan-kapan saya mau maen juga ah ke Museum Sumpah Pemuda, Museum Naskah Proklamasi, Gedung Pancasila, Gedung Joang 45. Terima kasih infonya, Kakak
sama sama. wah ditunggu ceritanya nih kalau datang ke lokasinya langsung.
Asik juga nih bisa tour virtual. Di masa skrg jd kreatif ya, jiwa jalan2 yg gak terbendung bisa disalurkan via virtual. Apalagi dapat pelajaran sejarah bangsa Indonesia.
bener banget mbak. pelajaran sejarahnya seru, pakai nonton filmnya lagi.
Saya sedikit merasakan bagaimana kegiatan jalan-jalan jadi berkurang semenjak ada dedek, hehe. Ada tur virtual semacam ini sangat bermanfaat ya mbak. Apalagi sebagai seorang yang sangat antusias dengan hal-hal berbau sejarah, ini akan jadi obat khusus bagi kita yang masih dalam masa pandemi dan wajib mengurangi kegiatan jalan-jalan.
bener banget. gak perlu keluar rumah untuk tahu tempat wisata. rasanya beda sih, tapi seru
Hehe.. Kalo tur virtual ke mana pun bisa ya.. Gimana rasanya ya.. Duduk di rumah tapi bisa melancong ke mana2.. Menarik..
yuk dirasain sendiri kak. langsung daftar tur
Kreatif ya, ditengah pandemi masih bisa melakukan study tour virtual. Masih bisa jalan2 untuk belajar sejarah Indonesia secara virtual. Keren
yang bikin acara yang kreatif kak. nemu aja acara yang bikin kita tetap happy di era pandemi ini. ya lewat jalan jalan virtual. hehe
Saya juga belum pernah mengunjungi satu pun dari ke empat tempat bersejarah ini mbak.
Seneng ya berkesempatan mengikuti virtual tour kayak gini, hemat biaya tapi tetap bisa merasakan suasana seperti benar-benar hadir disana
bener banget. jadi pengen ikutan lagi kan. bikin nagih
Aiiiih, kok jadi pengen ikutan ya,. Liat list di paling bawah, keknya belum ada lagi tur yang bahas topik persis seperti yang diulas.
Aku kok jadi malu ya, baru tahu kalau WR Supratman itu meninggal sebelum Indonesia merdeka
sama mbak. aku juga baru tahu. dari tur virtual ini taunya. benar-benar kayak dikasih pelajaran sejarah.
Senang ya bisa tur virtual ke museum museum di Indonesia. Kmrn aku mau ikutan tp pas berhalangan, huhu
ikut lagi mbak di jadwal tur virtual berikutnya. yuk
dengan melakukan tur secara virtual serasa di bawah kemana” yaa apalagi tempat lokasi kemerdekaan
betul. jadi berasa jalan jalan beneran
Seneng banget ya bs ikutan tur virtual ke museum Sumpah Pemuda dllnya. Setuju, kita ga boleh menyia²kan arti kemerdekaan yg telah dg susah payah diperjuangkan para pahlawan kemerdekaan. Merdeka!!!
semangat sekali mbak. hehe. kalau gak ada mereka, kita juga gak bakalan ada mbak.
tur virtual kemerdekaan yg diadakan oleh Wisata kreatif Jakarta dan ISB ini bikin aku juga jadi melek sejarah dan belajar sejarah jd ga semembosankan itu lho mba, pokoknya seru banget deh!
setuju. bikin pengen ikutan lagi ya
Walaupun tur virtual tp makna kemerdekaannya dapwt banget ya mbak tmpt bersejarahnya mengingatkan sy pas field trip waktu SMP
bener banget mbak. jalan-jalannya kayak beneran jalan-jalan. baru pertama kali ini aku ikut tur virtual. ternyata bikin nagih
wah seru banget ya mba, lagi pandemi begini emang lebih enak apa-apa virtual, biar lebih aman juga hihi. keren ih. jadi pengen coba juga nih tur virtual ke museum-museum. udah lama gak museum hihi. makasih sharingnya mba.
sama sama. semoga bermanfaat mbak.