
Money parenting penting untuk mengatur keuangan dalam keluarga. Terutama dalam mengajarkan soal keuangan kepada anak-anak. Jangan sampai karena terlalu sayang kepada anak, apa-apa dituruti, apa-apa dibeliin. Iya kalau orang tuanya sedang ada uang, kalau lagi bokek gimana?
Itulah kenapa orang tua pun harus mengajarkan investasi kepada anak-anaknya, agar anak tahu bahwa mencari uang itu tidak mudah dan untuk mendapatkan sesuatu harus dengan menabung terlebih dulu.
Setidaknya itu yang saya lakukan kepada anak-anak saya. Lebih tepatnya sedang saya usahakan dengan semaksimal mungkin untuk mengerem kebiasaan anak-anak jajan. Selain memberi jatah jajan tiap hari yang tidak boleh lebih dari Rp 10.000 untuk dua anak, saya juga membelikan celengan untuk mengajarkan anak-anak menabung.
Meskipun realitanya sering meleset dari rencana, tapi perlahan kebiasaan anak-anak jajan bisa dikendalikan. Sebagai gantinya, saya ajak anak-anak pergi makan di luar minimal satu kali tiap bulan. Atau saya buatkan makanan di rumah, agar anak-anak mengurangi kebiasaan jajannya.
Daftar Isi
Mengenal Money Parenting

Sudah mendengar istilah money parenting? Atau baru tahu setelah membaca artike ini. Kalau iya, saya punya kewajiban untuk menjelaskan nih.
Menurut eastspring investments, money parenting diartikan sebagai proses pembelajaran anak mengenai tanggung jawab keuangan dan sosial ketika anak memperoleh uang.
Secara sederhananya, melalui money parenting, anak diajak untuk bisa mengolah uang dari hal terkecil sampai terbesar. Misalnya seperti kasus anak saya tadi. Uang jajan. Kalau tidak dikontrol, anak bisa menghabiskan banyak uang hanya untuk jajan. Akibatnya anak susah makan dan inginnya beli jajan terus. Ini pemborosan namanya.
Jika dibiarkan, kebiasaan tersebut akan membuat pepatah “Mendapatkan uang seperti menggali di jarum. Menghabiskan uang seperti air meresap ke pasir” jadi terwujud. Orang tua yang mencari uang, anaknya yang menghabiskan uang dalam sekejab mata.
Tentu saja saya tidak ingin anak saya menjadi anak yang demikian. Karenanya saya berusaha menerapkan pepatah dari John Ruskin.
“Bukan seberapa banyak orang menghasilkan uang, melainkan untuk tujuan apa uang itu digunakan.”
Dari pepatah tersebut, saya akhirnya mengajak diskusi anak saya yang masih berusia 8 tahun mengenai apa saja tentang uang. Anak saya memang masih belum meminta uang, permintaannya masih sebatas minta jajan. Namun perlahan saya ajarkan untuk memegang sendiri uang yang dipakainya untuk jajan.
Dari memegang uang, anak jadi tahu bahwa masih ada kembalian uang dari pembelian jajan yang dilakukannya. Sisa uang kembalian itu buat apa saja. Itulah yang saya bahas dengan anak saya. Bisa untuk jajan lagi di esok hari atau dimasukkan ke dalam celengan sebagai tabungan.
Jatah untuk jajan tuh maksimal dua kali. Pagi dan sore. Jika lebih dari itu, maka saya katakan pada anak saya kalau uang saya dan uang suami habis. Kalau sudah habis, maka kesempatan untuk jalan-jalan dan makan di luar rumah tidak ada lagi. Kan uangnya dipakai untuk jajan semua.
Ucapan saya sepertinya didengar baik-baik oleh anak saya. Lama dia berpikir, sampai akhirnya anak saya bilang, “kakak jajannya satu kali aja deh ma.” Atau di lain kesempatan, “kakak mau beli ini beli itu, tapi uang mama cukup gak. Kalau gak cukup, kakak beli satu aja. Nanti uang mama habis.”
Alhamdulillah, saya tersenyum saja mendengar ucapan anak saya. Rupanya anak saya benar-benar memahami perkataan saya dan mulai mengurangi jajannya. Kalau ingin mainan pun, anak saya mau bersabar saat saya bilang nanti ya. Beli mainannya kalau kakak ulang tahun.
Saya bahkan terkejut saat anak saya minta uang untuk dimasukkan ke celengan. Katanya anak saya ingin beli mainan dari uang tabungannya sendiri. Anak saya tidak mau membebani saya karena takut uang saya habis. Masya Allah. Ternyata anak saya masih ada rasa kasihan sama mamanya.
Pentingnya Money Parenting Bagi Pola Didik Anak

Disadari atau tidak, pola didik anak sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak serta membentuk karakter anak di masa depan. Tak terkecuali dengan pengolahan uang. Semuanya bisa diatur dari hal yang terkecil sekalipun, seperti contohnya uang jajan.
Setelah anak bisa mengatur keinginan untuk jajan, bisa jadi ke depannya anak jadi berpikir ulang ketika hendak menghabiskan uang. Mau dikemanakan uang pemberian orang tuanya. Kalau dihabiskan semuanya, kasihan mamanya tidak punya uang lagi.
Perkataan saya yang menyebutkan bahwa saya tidak punya uang lagi kalau anak saya jajan terus, sebenarnya untuk melatih kepekaan anak. Karena pada dasarnya, saya dan suami tentu saja masih punya uang untuk keperluan yang lain.
Kesadaran anak seperti inilah yang diharapkan muncul dari penerapan money parenting dalam keluarga. Dengan demikian, anak dididik untuk hemat dan punya tujuan dalam hidup. Masalahnya tidak semua orang tua menyadari tingkat keberhasilan money parenting yang sudah diterapkan dalam keluarganya.
Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Eastspring Investments terhadap 10.000 peserta dari 9 negara Asia, sebanyak 95% orang tua memang menyakini bahwa money parenting itu penting untuk mengajari anak mereka tentang pengelolaan uang. Namun hanya 0,65 persen saja yang yakin akan keberhasilan money parenting yang mereka terapkan kepada anak-anak mereka.
Fakta ini menunjukkan bahwa sebenarnya banyak orang tua yang sudah menerapkan money parenting dalam keluarganya, namun masih sedikit yang menyadari keberhasilan dari pola asuh yang diterapkan. Kesadaran mengenai keberhasilan tersebut justru didapat dengan cara mencari tahu cara orang tua lain dalam menerapkan money parenting kepada anak mereka
Inilah yang jadi problema karena pola asuh orang tua kepada anak bisa berbeda antara orang tua yang satu dengan yang lainnya. Namun bukan berarti tidak ada pola asuh yang tidak bisa dijadikan contoh. Dari beberapa pola asuh, bisa diambil garis besarnya untuk mendapatkan pengasuhan anak yang tepat.
Tips Money Parenting yang Tepat dan Terarah
Pada dasarnya money parentig bisa diterapkan dengan berbagai cara yang berbeda dengan tujuan yang sama, yaitu membentuk kepribadian anak yang lebih bijak dalam mengatur keuangan. Hal ini penting karena disadari atau tidak, uang bisa mengubah karakter orang.
Jika anak sudah diajari cara mengatur uang dengan baik sejak dini, kemungkinan besar anak lebih siap menghadapi keuangan di masa depan. Dalam artian tidak terlalu foya-foya saat banyak uang dan tidak putus asa ketika tidak memiliki uang. Anak jadi mudah beradaptasi dalam segala keadaan.
Beberapa tips yang bisa menjadi pandangan para orang tua dalam menerapkan money parenting bagi anaknya, yaitu :
1. Dimulai Sejak Usia Dini

Pada survey lainnya yang dilakukan oleh Eastspring Investments , ada 37 persen orang tua yang percaya bahwa money parenting harus diterapkan pada anak berusia di bawah 6 tahun. 30 persen lagi menerapkan money parenting pada anak yang berusia 7 sampai 10 tahun. Sementara sisanya, 14 persen menyakini bahwa money parenting harus sudah diterapkan pada anak yang berusia 11 dan 12 tahun.
Dari hasil survey tersebut terlihat jelas bahwa semakin dini usia anak yang diajari money parenting, semakin baik hasilnya. Hal ini berhubungan dengan daya tangkap anak yang lebih baik pada usia dini. Mengingat pada usia tersebut, otak anak sedang dalam perkembangan yang optimal. Jadi penyerapannya sangat baik, dibandingkan usia yang lebih dewasa.
2. Menjadi Contoh yang Baik Bagi Anak

Masih dalam survey yang dilakukan oleh Eastspring Investments, ada sekitar 35 persen orang tua yang melihat cara orang tua lainnya dalam mengajari anak tentang uang. 59 persennya lagi melihat bahwa tugas untuk merapkan money parenting terletak pada peran ayah dan ibu.
Dari jumlah tersebut, 25 persen menyatakan bahwa ibulah yang mempunyai peran lebih dalam tentang pengajaran anak mengenai uang. Sementara ayah mendapatkan presentase 12 persen. Sisanya pengaturan uang pada anak dipengaruhi oleh peran kakek, nenek dan saudara yang lain.
Hal ini lagi-lagi membuktikan bahwa peran orangtua tetap yang terbesar. Apalagi ibu yang dinilai cukup dekat dengan anak-anaknya. Itulah kenapa orang tua harus menjadi contoh yang baik untuk anaknya.
Bijaklah dalam mengatur keuangan keluarga seperti mengatur uang untuk jajan anak, untuk bayar kebutuhan rumah tangga, bahkan untuk investasi. Semua itu akan dilhat oleh anak dan akan ditiru dengan baik.
3. Mulai Mengatur Keuangan Dari Hal Kecil

Anak seringkali bingung ketika disuruh menyebutkan untuk apa saja uang yang diberikan kepadanya. Bantulah anak untuk memilah keinginannya. Misalnya untuk jajan, beli mainan, beli buku, atau untuk dimasukkan ke celengan.
Ketika anak sudah mengerti tentang kebutuhannya, anak akan menambahkan sendiri list pengaturan uang miliknya. Tentu saja ini membantu anak untuk mengatur keuangan sejak kecil. Anak-anak pasti senang melakukannya. Seperti anak saya.
4. Bantu Anak Memahami Apa Itu Uang

Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Pemikirannya masih polos dan pertanyaan yang diajukan terkadang terdengar sederhana namun butuh jawaban yang serius. Seperti untuk apa kita menabung, kenapa uang jajan tidak boleh banyak, kenapa harus menunggu ulang tahun dulu untuk bisa mendapatkan mainan kesukaannya dan berbagai pertanyaan lainnya.
Sebagai orang tua, kita harus bisa memberikan jawaban yang logis dan tepat. Ajak anak berdiskusi tentang apa itu uang dan bagaimana cara mendapatkannya. Bahwa orang tua harus bekerja terlebih dulu untuk mendapatkan uang.
Saya menggunakan cara ini dan alhamdulillah berhasil membuat anak saya jadi lebih peka. Jika sebelumnya anak minta mainan kesukaannya harus ada saat dia menginginkannya, sekarang anak jadi paham jika orangtuanya harus mengumpulkan uang dulu untuk membeli mainan kesukaannya.
5. Mengajari Anak Menabung Sejak Dini

Saya bersyukur ketika anak-anak senang dengan celengan yang saya belikan untuk mereka. Awalnya mereka senang memasukkan uang koin ke dalam lubang celengan. Seru katanya. Tapi lama-lama keseruan mereka bukan hanya pada memasukkan uang koin saja. Melainkan pada banyak tidaknya uang yang sudah mereka kumpulkan di dalam celengan tersebut.
Saya memberitahu anak-anak bahwa apa yang mereka lakukan itu disebut dengan menabung. Jika uang dalam celengan sudah banyak, uangnya bisa dipakai untuk beli apapun yang mereka mau. Tentu saja anak-anak senang mendengar pernyataan saya dan semakin semangat untuk menabung.
6. Mengenalkan Anak Tentang Investasi

Jika anak sudah terbiasa menabung, tak ada salahnya mengenalkan anak-anak dengan investasi. Tujuan jangka panjangnya bukan lagi untuk membeli mainan atau hadiah ulang tahun, melainkan sesuatu yang lebih besar lagi. Misalnya untuk pendidikan anak.
Anak – anak mungkin saja belum mengerti tentang investasi. Tugas orangtualah untuk membuat penjelasan sederhana tentang investasi, sehingga anak tertarik untuk mengenal lebih jauh mengenai investasi dan pengelolaan uang lainnya.
Investasi Reksa Dana Untuk Pendidikan Anak
Bahasa investasi mungkin terlalu tinggi bagi anak-anak. Itulah kenapa orang tua yang berkewajiban mengatur investasi untuk kepentingan anak-anak. Namun tidak ada salahnya untuk mengenalkan kata investasi dalam bahasa yang lebih sederhana kepada anak-anak. Misalnya tabungan untuk sekolah anak hingga perguruan tinggi.
Tabungan memang berbeda dengan investasi, tapi anak-anak akan lebih mudah paham jika orang tua menggambarkannya dengan bahasa sederhana bagaimana investasi berjalan demi masa depan pendidikannya.
Salah satu investasi yang mudah dipahami adalah investasi reksa dana.
Berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal no 8 tahun 1995, pasal 1 ayat 27, reksa dana adalah produk investasi yang digunakan untuk menghimpun dana dari pemodal untuk kemudian diinvestasikan dalam bentuk portofolio oleh manajer investasi yang sudah berpengalaman di bidangnya.
Reksa dana sangat cocok untuk dijadikan investasi dana pendidikan anak di masa depan. Apalagi inflasi dana pendidikan dari tahun ke tahun selalu meningkat antara 18 sampai 20 %. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Muhammad B. Teguh, seorang independent financial planner dari Quantum Magna Financial yang menyoroti tingkat dana pendidikan dari tahun ke tahun.
Cara yang tepat untuk menyikapi dana pendidikan yang terus meningkat tersebut yaitu dengan inevstasi dana pendidikan.
Kita tidak bisa mengandalkan uang tabungan, karena tabungan bisa diambil kapan saja. Kalau tidak dipisahkan, bisa jadi dana yang sudah disiapkan untuk pendidikan terpakai untuk keperluan lainnya. Itulah kenapa diperlukan posko khusus untuk dana pendidikan anak dan itu harus disiapkan sedini mungkin.
Invesnow Mudahkan Investasi Dana Pendidikan Anak Sebagai Bagian dari Money Parenting

Invesnow adalah tempat untuk inevstasi reksa dana yang terpercaya karena sudah mendapatkan lisensi APERD OJK sejak Desember tahun 2017.
Kemudahan investasi reksa dana di invesnow terlihat dari tranparansi mengenai lebih dari 108 produk reksa dana yang bisa dibeli. Semuanya ditampilkan lengkap dengan kategori produk reksa dana beserta data history yang dibutuhkan.
Investasi reksa dana di Invesnow memiliki beberapa keuntungan yang sayang untuk dilewatkan, seperti :
1. Investasi Disesuaikan Profit Risiko
Profit risiko terbagi dalam beberapa kategori tergantung dengan sifat individu. Ada yang suka tantangan tinggi dan berani berinvestasi dengan modal yang besar dan ada juga yang bermain aman dengan inevstasi modal kecil.
Inesnow akan memberikan uji profit untuk menentukan profit risiko, sehingga besarnya inevstasi dapat disesuaikan dengan profit risiko dari investor. Dengan demikian, berinvestasi pun jadi lebih nyaman.
2. Dana Investasi yang Terjangkau
Invesnow menerima dana investor dengan dana yang sangat terjangkau, yaitu dimulai dari Rp 10.000 saja. Dana terjangkau ini cocok bagi investor yang masih ragu dan takut untuk berinvestasi. Kalau sudah yakin dengan investasinya, investor dapat menambah dana sesuai dengan keinginannya.
3. Tidak Dikenakan Pajak
Reksa dana bukan termasuk obyek pajak, sehingga inevstasi reksa dana di invesnow tidak akan dikenakan pajak. Tentu saja hal ini menyenangkan karena dana investasi bisa untuk keperluan pendidikan anak sepenuhnya.
4. Keamanan Dana Investasi
Dana investasi reksa dana di Invesnow akan langsung ditransfer ke bank kustodian dan dikelola oleh manajer investasi Invesnow yang sudah berlisensi OJK. Invesnow sendiri memiliki 21 manajer investasi yang sudah terverifikasi dan professional. Dana investasi pun dijamin aman dan terkendali.
Kesimpulan
Bagaimana mom, sudah siap berinvestasi reksa dana di invesnow? Tak perlu download aplikasi invesnow untuk bisa mulai berinvestasi. Karena semua bisa dilakukan langsung melalui websitenya. www.invesnow.id
Mom juga bisa membicarakan mengenai dana pendidikan lewat reksa dana ini dengan anak-anak. Tentunya dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti ya. Misalnya mom memberitahu anak-anak bahwa mom dan suami sedang mengumpulkan uang untuk keperluan dana pendidikan anak juga.
Jadi uang orang tua bukan hanya untuk jajan dan beli mainan saja. Tapi juga untuk mengatur masa depan pendidikan anak. Dengan komunikasi yang baik, anak akan merasa sangat diperhatikan oleh orang tuanya karena pendidikannya diperjuangkan dengan begitu serius oleh orang tuanya.
Hal tersebut akan menumbuhkan rasa terima kasih anak dan membuat anak memberikan apresiasinya dengan cara lebih menghargai uang pemberian orang tuanya. Percaya deh, anak akan lebih memilih untuk menabung daripada menghabiskan uangnya dalam satu waktu.
Bagaimana mom? Mau mencoba tipsnya? Yuk bisa yuk. Dengan money parenting yang baik, kita bisa loh berinvestasi dengan lebih mudah. Mulailah dengan investasi Reksa dana di Invesnow. Mudah dan aman.
**
Referensi :
https://www.eastspring.com/id/money-parenting/what-is-money-parenting-why-is-it-important


14 Comments. Leave new
Alhamdulillah tercerahkan ttg mengajarkan keuangan pada anak sejak kecil. Saya perlu banget nih ilmunya Bun. Untuk investasi reksa dana nya cekidot dulu hehe
siap bun. hehe
Money parenting akan membekali orang tua kepada anak memahami pentingnya literasi keuangan
betul
Terima kasih untuk pesannya nih, kakak. Saya belum mengajari soal investasi, tapi untuk menabung atau menggunakan uang sesuai kebutuhan, sudah dilakukan dengan rutin bersama anak-anak. Harapannya mereka bisa memaknai uang dengan bijak
keren kak. memang anak perlu diajari menabung sejak dini agar tidak boros
Saya baru tahu ada istilah money parenting, jadi intinya mengajarkan anak akan makna uang dan mengelola keuangan sejak dini ya. Emang butuh contoh dan disiplin tinggi dari orang tua untuk mengajarkan hal ini.
iya mbak. jadi anak bisa lebih mengerti soal keuangan. tidak asal minta uang karena tahu orang tuanya mencari uang dengan susah payah
benar banget nih, makin cepat kita mengajarkan anak tentang keuangan anak nantinya akan lebih cepat mengerti dan tahu kalau uang itu dicari dengan usaha, jadi gak boleh dihabiskan begitu saja tanpa kesadaran ya.
mengajarkan anak untuk berinvestasi sejak dini juga penting nih, apalagi bisa dimulai dengan angka Rp 10.000 ya, investasi di Invesnow sudah diawasi oleh OJK pula.
betull
Sebelum baca ini br aja ngepoin biaya kuliah di kedokteran swasta, wuihh 90 jeti per semesternya, duh semisal gak lulus SBMPTN kl ga ada dana ke PTS auto milih jurusan lain kali ya. Penting banget deh ngajarin anak nabung sejak dia kecil, kebutuhan di masa depan mahal banget
betul mbak. makanya harus dicicil nabung mulai sekarang. saya juga mencoba nerapin ini mumpung anak saya masih SD sama TK.
Suka sekali dengan pola pikir seperti ini. Mengajarkan anak-anak untuk berhemat sejak dini akan membuat mereka cerdas keuangan di masa depan, di saat masih banyak orang tua yang memanjakan anaknya dengan manuruti semua keinginannya.
anak harus diajari sejak dini tentang pengaturan uang. biar gak boros dan suka menabung