
Pernah tidak kamu bertanya-tanya kenapa ketika kita makan di restoran, biayanya lebih mahal karena ada pajak yang juga harus kita bayar. Sebagai informasi, itu PB 1 Restoran ya namanya.
Artinya pajak yang dibayar oleh konsumen ketika makan di restoran atau sejenisnya. Besarnya ditentukan oleh pemerintah daerah yaitu maksimal 10% dari total biaya makan yang kita keluarkan.
Sebenarnya apa sih PB 1 Restoran ini dan apa pentingnya bagi kemajuan bisnis kuliner yang dijalani pemilik restoran. Kita bahas yuk.
Daftar Isi
Mengenal PB 1 Restoran
Pajak Bangunan 1 atau PB 1 Restoran didefinikan sebagai pajak restoran yang dibayarkan atas layanan yang diberikan restoran kepada konsumen yang datang. Pengertian ini didapatkan berdasarkan Undang-Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (UU PDRD). Tepatnya UU No 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retrubusi Daerah.
PB 1 Restoran ini tidak hanya dikenakan kepada konsumen yang makan di tempat saja, tapi juga konsumen yang membawa pulang makanan yang dipesannya. Artinya baik dine in maupun take away, tetap sama-sama dikenakan pajak restoran ya.
Alasannya karena pelayanan restoran kepada konsumennya tetap diberikan dengan sama. Baik konsumen yang makan di tempat maupun konsuman yang take away.
Tidak semua restoran atau rumah makan menetapkan pajak restoran kepada pelanggannya, ada pengecualian bagi tempat makan yang memiliki nilai penjualan tahunan kurang dari Rp 200.000.000, maka pemerintah daerah tidak akan membebankan Pajak bangunan 1 restoran ini.
Manfaat PB 1 Restoran

Apa sih manfaatnya kita membayar PB 1 restoran. Meskipun pelanggan yang dikenakan biaya pajak bangunan restoran setiap kali makan di restoran atau rumah makan, tetap saja pemiliki usaha kuliner yang menyetor total pajak bangunan Restoran kepada Pemerintah Daerah. Gunanya ada banyak, yaitu :
-
Meningkatkan Kredibilitas Bisnis Kuliner
Restoran yang taat membayak pajak, akan meningkatkan kepercayaan pelanggan dan membuktikan bahwa restoran yang dikunjungi adalah restoran yang lolos uji. Artinya dari segi makanannya sudah pasti aman, pelayanannya baik dan cepat.
Usaha restoran yang taat pajak tentu saja akan cepat berkembang karena pelangganya akan terus bertambah seiring dengan pelayanan terbaik yang diberikan. Pelanggan akan puas dan kemungkinan besar akan kembali lagi untuk memesan makanan.
-
Menghindari Sanksi Pajak
Pajak bangunan 1 Restoran sama seperti pajak lainnya yang harus memenuhi aturan agar dibayarkan tepat waktu. Keterlambatan bayar pajak akan membuat restoran kena denda yang jumlahnya lumayan besar. Patuh pada pajak akan membuat bisnis kuliner berkembang semakin baik.
-
Membantu Pembangunan Pemerintah Daerah
Pembayaran PB 1 Restoran nantinya akan masuk ke kas Pemerintah Daerah. Uang pajaknya akan digunakan untuk membangun infrastruktur dan layanan publik di daerah yang bersangkutan. Jadi dengan membayar Pajak bangunan Restoran tepat waktu, artinya pemilik restoran atau usaha kuliner lainnya turut membantu kemajuan daerah yang bersangkutan.
Cara Menghitung PB 1 Restoran
Selain PB 1 restoran, ada juga service charge yang dibebankan kepada pelanggan restoran. Bedanya jika Pajak bangunan 1 restoran besarnya ditentukan oleh pemerintah daerah yaitu maksimal 10% dari total biaya makan yang dikeluarkan pelanggan, maka service charge ditentukan oleh pemiliki restoran. Besarnya 5% dari total biaya makan yan dikeluarkan konsumen.
Contohnya jika total makanan dan minuman yang dipesan pelanggan adalah Rp 105.000,-. Maka pelanggan akan dikenakan service charge 5% dari Rp 105.000 dan 10% dari 105.000 yaitu 5.250 dan 11.025. Jadi total yang harus dibayar pelanggan adalah Rp 105.000 + Rp 5.250 + Rp 11.025 = Rp 121.275,-
Cara Mengelola PB 1 Restoran Agar Keuangan Bisnis Tetap Lancar
Siapa sih pemilik bisnis yang tidak ingin untung. Pajak bangunan 1 Restoran ini memang termasuk pengeluaran bisnis, tapi pembayarannya tidak membuat rugi kok. Malah bisa membawa keuntungan bisnis jangka panjang. Caranya dengan mengelolanya dengan bijak, yaitu :
-
Memisahkan Pengeluaran Pajak dari Pendapatan Restoran Sejak Awal
Cara yang paling efektif untuk pembayaran PB 1 Restoran yaitu dengan memisahkan PB 1 Restoran yang jumlahnya 10% dari total bill sesaat setelah transaksi pembayaran selesai. Dengan demikian, uang pajak tidak akan terpakai untuk keperluan yang lain.
Kumpulkan sendiri PB 1 restoran ini di bagian tertentu. Jangan sampai tercampur dengan biaya lainnya. Jadi ketika sudah jatuh tempo pembayaran PB 1 restoran ke pemerintah, dananya tidak akan menganggu pengeluaran yang lain.
-
Lakukan Pencatatatan Keuangan Serapi Mungkin
Catatan keuangan dalam bisnis kuliner harus dilakukan serapi mungkin. Jangan mengandalkan struk manual saja, tapi gunakan software akuntansi yang mencatat keuangan dengan detail dan rapi. Jadi selain lebih praktis, kesalahan seperti human error juga dapat dihindari karena pencatatan dilakukan otomatis oleh sistem modern.
-
Gunakan Sistem POS yang Terintegrasi
Nah, untuk menghindari kelalaian dan meningkatkan ketelitian. Hindari untuk mengandalkan metode manual dalam pencatatan keuangan. Pakai sistem POS yang sudah terintegrasi sehingga pencatatan dilakukan secara otomatis dan cepat. Penghitungan pajak pun dapat dilakukan dengan lebih teliti tanpa ada yang terlewat.
Kabar baiknya nih, ada ESB Order yang dapat meningkatkan bisnis kuliner dengan lebih baik. Software digital yang multifungsi ini dapat membantu perkembangan bisnis kuliner dengan lebih mudah dan lebih baik.
Pilihan fiturnya beragam. Mulai dari Mode penjualan, rekomendasi dan upselling menu serta pembayaran digital. Dengan ESB Order, pelanggan dapat memilih untuk makan di tempat, delivery order dan reservasi maupun pick up.
Pemilik restoran juga dapat menambah menu demi meningkatkan kualitas layanan. Begitu juga dengan metode pembayaan yang dapat diupgrade ke berbagai pilihan pembayaran digital agar lebih mudah dan nyaman bagi pelanggan.
Dengan ESB order ini, jangkauan restoran akan semakin luas karena didesain agar bisa dilihat banyak calon konsumen. Komisi pembuatannya juga rendah dan data penyimpanan semakin besar.
ESB Order juga dapat membuat bisnis kuliner semakin berkembang karena tidak hanya resto fisik yang dikelola, melainkan juga resto online. Aplikasi pemesanan ini didesain tanpa instalasi, sehingga pelanggan dapat memantau resto online kamu dengan cepat dan luas.
Perkembangannya bisa meningkat hingga 13,5% loh karena resto online akan menarik lebih banyak pesanan dibandingkan dengan resto offline. Tampilan resto online lebih menarik dan pemesanan pun lebih mudah dan cepat.
Yuk upgrade pelayanan restoran kamu dengan menggunakan ESB Order. Layanan semakin baik, pesanan konsumen semakin banyak dan bisnis kuliner kamu akan semakin berkembang.
**

