
Kamu pengantin baru dan mendadak gak menstruasi setelah 2 bulan menikah. Bisa jadi itu ciri-ciri hamil muda yang diimpikan banyak pasangan muda. Tapi bukan hanya itu saja loh ciri-ciri hamil muda. Masih banyak tanda kehamilan muda yang bisa diperhatikan dengan seksama.
Hamil itu seperti sebuah kata ajaib yang bisa mengubah kehidupan seorang perempuan. Terutama pasangan pengantin yang sudah lama menantikan kehadiran si buah hati.
Pada kehamilan muda ini, kondisi perempuan bisa sangat rentan dan sensitif. Jadi tak heran jika banyak perempuan hamil muda yang jadi mudah marah, sering pusing, gampang menangis sampai ngidam.
Daftar Isi
Apa sih Hamil Muda itu?

Hamil muda ini bukan berarti hamil di usia muda ya. Melainkan hamil pada trimester pertama yaitu antara 1 sampai 12 minggu.
Jadi meskipun ada perempuan yang baru hamil di usia 35 tahun dimana usianya itu sudah tidak muda lagi. Tetap bisa dianggap hamil muda saat perempuan tersebut hamil trimester pertama.
Kehamilan sendiri umumnya terjadi selama 40 minggu. Selama itu, kehamilan dibagi menjadi 3 trimester, yaitu trimester pertama (1-12 minggu), trimester kedua (13-26 minggu) dan trimester ketiga (17-40 minggu). (sumber : halodoc)
Nah trimester pertama itu biasanya disebut sebagai hamil muda, dan trimester ketiga dengan sebutan hamil tua karena sudah mendekati kelahiran si kecil.
Diantara fase kehamilan itu, hamil muda yang patut diperhatikan dengan detail. Karena pada fase ini, kondisi janin masih lemah. Belum ada tulang yang terbentuk. Jadi rawan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika janin tidak dijaga dengan baik.
Meskipun belum ada tulang yang terbentuk, tapi pertumbuhan janin di fase ini cukup cepat loh. Zigot yang merupakan hasil pertemuan sel sperma dan sel telur, mulai berkembang menjadi embrio yang berupa sekumpulan daging.
Setelah 8 minggu, embrio tersebut berkembang menjadi janin dengan ciri-ciri mulai terbentuk organ vital seperti jantung, otak dan sumsum tulang belakang. Itulah kenapa saat di USG, janin sudah mulai bisa didengar detak jantungnya meskipun tubuhnya belum terbentuk.
Nah demi berkembangnya janin inilah, berbagai hormon mulai dihasilkan tubuh. Terutama hormon progresteron yang menopang pertumbuhan janin di dalam rahim ibu.
Melonjaknya jumlah hormon inilah yang mempengaruhi kondisi ibu hamil, seperti mudah pusing, mual muntah sampai perubahan suasana hati dengan mendadak dan cepat.
Ciri-Ciri Hamil Muda

Biasanya perempuan yang tiba-tiba tidak menstruasi padahal masih subur dan baru saja menikah, diprediksi dengan kalimat “jangan-jangan kamu hamil?”
Tidak salah juga sih. Karena ciri-ciri hamil muda salah satunya memang berhentinya siklus menstruasi. Tapi ciri-cirinya tidak hanya itu. Masih banyak ciri-ciri hamil muda yang bisa kamu lihat dan perhatikan, seperti :
-
Tidak Menstruasi
Hamil itu tandanya ada janin yang tumbuh di dalam rahim. Janin ini merupakan perkembangan dari embrio yang merupakan hasil pembuahan antara sel sperma dan sel telur.
Sementara menstruasi terjadi ketika sel telur tidak dibuahi oleh sel sperma, makanya sel telur yang sudah matang akan membusuk dan meluruh bersama dinding rahim yang pecah karena tidak ada benda yang ditopangnya. Peluruhan dinding rahim dan sel telur inilah yang keluar melalui vagina sebagai darah menstruasi.
Jadi ketika ada sel sperma yang masuk dan membuahi sel telur, proses menstruasi tersebut tidak terjadi dong. Karena sel telurnya berubah menjadi embrio dan menetap di rahim untuk tumbuh menjadi janin. Dinding rahim jadi berfungsi sekarang dan tidak akan meluruh.
Di sisi lain, selama pembuahan terjadi, tubuh ibu hamil akan mengeluarkan human chorionic gonadotropin yang bekerja untuk menghentikan ovulasi. Makanya selama hamil, ibu hamil tidak akan menstruasi.
-
Mual Muntah
Perempuan yang hamil biasanya mengalami mual muntah di trimester pertama kehamilan. Hal ini wajar terjadi sebagai akibat perubahan hormon dalam tubuh yang membuat penciuman ibu hamil juga berubah lebih sensitive.
Ada kan ibu hamil yang tiba-tiba mual saat mencium bau nasi atau bau kompor. Padahal sebelum hamil tidak seperti itu. Keadaan ini bisa membuat ibu hamil merasa mual dan akhirnya muntah. Biasanya terjadinya di pagi hari sehingga sering disebut morning sickness.
Untuk mengatasinya, ibu hamil bisa minum jus atau jahe agar rasa mual di dalam perutnya bisa bekurang dan kondisi tubuhnya bisa lebih sehat.
-
Suasana Hati yang Mudah Berubah dengan Cepat
Pernah melihat ibu hamil yang bisa menangis sesenggukan padahal sebelumnya marah, lalu tak lama setelah menangis, dia malah tertawa. Perubahan emosi yang mendadak ini umum terjadi pada ibu hamil dan itu normal ya. Bisa dijelaskan secara medis.
Penyebabnya adalah peningkatan jumlah hormon estrogen dan progresteron pada ibu hamil yang memicu perubahan suasana hati dengan cepat atau yang dikenal dengan istilah mood swings.
Jadi jangan heran ya jika melihat ibu hamil sebentar sebentar nangis, lalu gak lama kemudian marah-marah, terus nangis lagi. Maklumi saja. Namanya juga lagi hamil. Hehe.
-
Ngidam
Pernah melihat ibu hamil tiba-tiba ingin makan es krim yang sedang dimakan orang lain? atau ingin makan buah mangga yang diiris tipis-tipis tapi bukan yang diiris sendiri, melainkan yang dijual oleh pedagang di gerobak buah kelilingnya.
Masalahnya ketika dicari penjual buah irisan tersebut, penjualnya tidak ada dimana-mana. Entah kenapa seperti menghilang begitu saja.
Ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan, ibu hamil bisa menangis dan merasa sakit hati. Padahal besoknya sudah ada penjual buahnya, tapi ibu hamil sudah tidak mau lagi.
Tenang, itu namanya ngidam dan normal terjadi pada ibu hamil. Pada beberapa kasus, ada juga yang justru bapaknya yang ngidam.
Seperti suami saya yang sebelumnya tidak suka rujak, tiba-tiba selalu pengen makan rujak selama saya hamil trimester pertama. Ketika ditanya, jawabannya tidak tahu. Tiba-tiba pengen saja.
Kalau dipikir secara logika, sepertinya tidak masuk akal. Tapi hal seperti itu biasa terjadi dan normal-normal saja loh. Penyebabnya bisa karena perubahan hormon tadi. Jadi turuti saja ya agar ibu hamil dan bayinya sehat selama kehamilan.
-
Sering Pusing
Ibu hamil biasanya sering pusing. Penyebabnya karena pembuluh darah ibu hamil melebar dan lebih longgar agar ibu hamil bisa mengalirkan darahnya ke janin. Hal ini juga yang membuat aliran darah ke jantung ibu hamil jadi ikut melambat karena tugasnya bertambah.
Makanya ibu hamil sebisa mungkin sering istirahat ya. Jangan melakukan pekerjaan berat dulu. Best rest lebih baik agar kondisi ibu hamil tetap sehat bersama janin yang dikandungnya.
Perbanyak minum air putih dan makan makanan bergizi untuk membantu memulihkan kondisi ibu hamil agar tidak terlalu sering pusing.
-
Mudah Lelah
Ibu hamil itu membawa 2 orang dalam tubuhnya yaitu ibu hamil itu sendiri dan janin di dalam rahimnya. Tak heran jika tubuhnya jadi mudah lelah. Karena bebannya bertambah.
Jadi meskipun ibu hamil diam saja di rumah dan tidak melakukan apa-apa, tubuhnya tetap merasa lelah karena hormon progresteron dalam tubuhnya bekerja lebih maksimal dalam upaya membantu pertumbuhan janin.
Tampak luar, ibu hamil seolah tidak melakukan banyak kegiatan, tapi di dalam tubuhnya ada banyak kegiatan tanpa henti yang sedang dilakukan oleh tubuh.
Sebut saja pertumbuhan plasenta bayi, pembentukan organ tubuh janin satu per satu, pemberian nutrisi dari ibu hamil ke janin melalui plasenta dan masih banyak lagi lainnya dan itu terjadi setiap hari selama 9 bulan sampai tiba masa melahirkan.
Tak heran kan jika ibu hamil merasa mudah lelah. Karena sedang terjadi gerakan luar biasa dan kerja keras di dalam rahimnya untuk pertumbuhan janin agar selalu sehat di dalam rahim.
-
Keputihan
Sebagian ibu hamil biasanya juga mengalami keputihan di awal kehamilan. Hal ini wajar sebagai akibat dari perubahan hormon pada ibu hamil yang terjadi secara mendadak dalam jumlah besar. Kondisi tubuh yang kurang baik, akan merespon lonjakan hormon ini dalam bentuk keputihan.
Untuk mengatasinya, usahakan perbanyak minum air putih dan makan makanan bergizi. Jika memungkinkan konsumsi jamu juga untuk mengurangi keputihan yang terjadi.
-
Sering Buang Air Kecil
Ibu hamil akan lebih sering buah air kecil daripada biasanya loh. Penyebabnya adalah peningkatan jumlah darah ibu hamil karena harus berbagi dengan janin yang dikandungnya. Peningkatan volume darah inilah yang memicu kerja ginjal jadi lebih keras daripada biasanya.
Darah yang disaring oleh ginjal akan berakhir ke kantong kemih, tempat dimana urine tertampung. Makanya ibu hamil jadi lebih sering buah air kecil karena kantong kemihnya cepat penuh.
Apalagi seiring membesarnya rahim ibu hamil, kanton kemih tertekan sehingga urine di dalamnya butuh untuk segera dikeluarkan.
Itulah yang menyebabkan ibu hamil sering ingin pipis, bahkan di malam hari sekalipun. Karena kantong kemihnya sering penuh, sehingga harus segera dikosongkan biar gak ngompol.
-
Sensari Nyeri pada Payudara
Selama hamil, payudara juga mengalami perubahan loh, yaitu putting terlihat berwarna lebih gelap dan membesar. Hal ini dikarenakan tubuh mempersiapkan pembentukan kelenjar susu untuk menyusui bayi saat si kecil sudah dilahirkan nanti.
Selain putting yang membesar, payudara juga akan membesar dan lebih keras dari biasanya. Rasa nyeri saat disentuh juga kadang-kadang terasa sebagai akibat proses membesarnya payudara untuk persiapan menyusui nanti. Ini wajar ya.
Lakukan saja gerakan sehat agar rasa nyeri pada payudara berkurang. Olahraga ringan juga bagus untuk memperlancar peredaran darah menuju payudara ibu.
-
Muncul Bercak Darah
Bercak darah umumnya terjadi ketika sel telur menempel pada dinding rahim yaitu sekitar 10 sampai 14 hari setelah pembuahan. Darah yang keluar juga sedikit kok. Warnanya merah muda atau kecoklatan dan tidak berbahaya. Jadi tidak sampai ada gumpalan darah.
Bercak darah ini normal dan wajar ya. Bercak darah menjadi tidak normal ketika disertai dengan gumpalan darah dan gejala medis lainnya yang mengkhawatirkan. Seperti demam, nyeri berlebihan, jumlah darah terlalu banyak dan tanda medis lainnya.
Nah jika sudah seperti itu, ibu hamil wajib kontrol dan memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan terdekat atau dokter obgyn.
Rekomendasi dokter obgyn terpercaya yang dapat membantu masalah kesehatan ibu hamil yaitu dokter obgyn di RS EMC. Ada banyak dokter obgyn profesional di Rumah Sakit EMC yang akan membantu ibu hamil menjaga kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya.
Dokter obgyn lebih memahami dan lebih mengerti mengenai kehamilan ibu hamil, sehingga akan memberikan solusi terbaik untuk kesehatan pasiennya. Ibu hamil juga akan diberikan edukasi untuk mengenal lebih detail apa saja ciri-ciri hamil muda dan bagaimana cara mengatasinya.
Dengan pemahamam lebih detail, ibu hamil tentu saja akan lebih aware tentang kesehatan dirinya dan juga janin yang dikandungnya. Jadi yuk kenali lebih detail ciri-ciri hamil muda agar kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya lebih terjaga.
**
Referensi :

