Mempunyai barang koleksi merupakan kesenangan sendiri yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Terlebih ketika barang yang dikoleksi tersebut tidak hanya membuat kita hepi, tapi punyai nilai lebih lainnya. Salah satunya adalah sebagai penghilang stress. Tahu tidak kalau stress itu meupakan bentuk penyakit yang menyerang psikis kita. Sehingga rasa nyaman kita jadi tergangu. Tubuh pun ikut bereaksi.
Nah, ketika tubuh merasa terancam, sistem saraf kita merespon dengan melepaskan aliran hormon stres, antara lain hormon adrenalin dan kortisol. Kedua hormon ini dapat memunculkan suatu reaksi pada tubuh kita, antara lain jantung berdebar cepat, otot tubuh menegang, tekanan darah meningkat, dan bahkan napas jadi lebih cepat. Reaksi ini disebut “fight-or-flight” alias respon stress.
Relaksasi diyakini dapat menjadi salah satu cara menghilangkan stress. Dengan relaksasi, aliran darah ke otak meningkat dan gelombang otak bergeser dari waspada, yang menampilkan ritme beta menjadi ritme alfa yang bersifat relaks. Lalu, bagaimana teknik relaksasi yang diperlukan tubuh kita.
Melakukan sesuatu yang kita senangi merupakan salah satu relaksasi yang paling mudah. Yah, dengan menyenangi sesuatu membuat rasa nyaman kita kembali lagi. Dan bagi sebagian orang, mengoleksi barang merupakan kesenangan tersendiri yang bisa membuat proses relaksasi tersebut berjalan dengan baik. Otak tidak dibuat tegang karena kita selalu senang. Keadaan seperti ini disebut sebagai respon relaksasi yaitu keadaan fisiologis yang ditandai dengan perasaan hangat dan pikiran tenang. Kebalikan dari respon “fight or flight”
Sudah tahu kan sekarang kalau “rasa senang” itu sangat penting untuk mengembalikan otak kita dari stress. Karena itulah bagi saya atau siapapun yang gampang stres, mengoleksi barang menjadi pelarian yang positif. Kelebihannya lagi, ternyata mengoleksi barang tidak hanya sekedar bikin kita hepi loh. Tapi juga mendatangkan manfaat lainnya. Seperti mengasah otak kita menjadi seorang ahli dan bisa mendatangkan finansial kalau kita pandai mengolah barang koleksi kita.
Michele dan Robert Root-Bernstein seperti yang dilansir dari psychologytoday.com, menyebutkan bahwa seorang kolektor bisa dengan mudah mengenali sesuatu yang tidak cocok dengan pola koleksi yang dimiliki. Inilah ciri khas kolektor. Otaknya jadi cepat berpikir ketika melihat barang yang sesuai dengan hatinya. Pendek kata, sudah nyaman belum. Kalau belum nyaman dan belum sreg di hati, tidak akan dibeli meskipun barangnya bagus. Pola seperti ini yang saya terapkan ketika saya mulai mengoleksi dua jenis benda yang saya sukai dari dulu. yaitu buku dan hijab.
Dari dulu saya seorang kutu buku yang jarang bergaul. Dengan membaca buku, saya menemukan kembali pikiran tenang dan nyaman. Buku yang saya baca pun beragam. Mulai dari novel, how to sampai komik bergambar. Hanya saja seiring bertambahnya usia, minat saya terhadap buku semakin mengerucut. Saya tidak lagi suka komik, tapi lebih menyukai novel. Begitu juga dengan how to dan buku lainnya. Supaya lebih nyaman, yuk lihat koleksi saya.

Tidak semua buku saya berada di rumah. Sebagian ada yang masih dibawa adik dan belum kembali. Lebih banyak lagi yang hilang karena dipinjam dan ternyata hilang. Kehilangan itu sangat membekas dalam diri saya, seperti novel Brownies karya Fira basuki, Lukisan hujan dan Pesan dari bintang karya Sittakarina. Saya sampai tidak bisa tidur berharap bisa menemukan kembali buku saya itu. Begitu juga dengan serial Harry Potter yang lengkap. Saya punya ketujuh serinya. Dari Harry Potter dan buku bertuah sampai Deathly Hallow. Tapi yang tersisa di rumah tinggal chamber of secret dan deathly hallow. Sedih kan?
Novel Dewi Lestari saya punya lengkap. Mulai dari supernova, filosofi kopi, rectoverso, perahu kertas sampai yang terbaru Aroma karsa. Sayangnya yang tinggal di rumah hanya perahu kertas. Yang lainnya masih dipinjam adik saya.
Novel Tereliye juga bagus. Saya punya beberapa meskipun tidak lengkap. Novel Rembulan tenggelam di matamu menjadi favorit saya. Selain Hafalan Sholat Delisa. Sementara novel Hujan, Pulang, ayahku bukan pembohong masih di tempat adik saya.
Andrea Hirata adalah novelis favorit saya selanjutnya. Meskipun awalnya saya tidak begitu menyukai Laskar pelangi. Tapi saya akhirnya membeli novelnya yang berjudul ayah. Itu mengingatkan saya dengan sososk ayah saya yang sudah meninggal. Meskipun isinya ternyata jauh dari ekspetasi saya. Tapi novelnya tetap bagus dan menarik untuk dibaca.
Novel yang masih tersimpan tinggal beberapa seperti Almost is never enough karya Sefryana Khairil, Brondong nyebelin taapi kok ngangengin karya Tita Rosianti, Ada rindu di mata peri karya Asma Nadia, Nibiru dan Ksatria Atlantis karya Tasaro GK, NEBULA karya wahyuindah (kalau yang ini promosi karya sendiri. hehe…)
Novel luar negeri ada juga beberapa yang masih bertahan di rumah. Seperti The lovely bones karya Alice Sebold, Ways to live forever karya Sally Nicholls, The Magicians karya Lev Grossman, SHEILA karya Torey Hayden dan Secret karya Rhonda Byme.
Selain novel ada juga buku non fiksi seperti Fisika start trek karya Lawrence M. Krauss, Misteri DNA manusia karya Abdul Khafi Syatra, Teknik menulis skenario film cerita karya M Misbah Yusah Biran, dan judul lainnya. Sayangnya koleksi buku saya yang ada di rumah tidak lengkap lagi. Itu yang membuat saya sedih. Tapi saya akan terus berusaha untuk menambah koleksi buku dengan mencari buku lain yang sedang update.
Oh ya, kalau hijab. Saya menyukianya karena model hijaab sekarang banyak banget. Unik-unik. Tidak seperti dulu yang monoton itu-itu saja.

Sebagai seorang muslimah yang diwajibkan berhijab, tentu saya tidak mau asal-asalan dalam memakai hijab. Tidak sekedar menutupi rambut saja, tapi juga berusaha untuk tampil syari sekaligus modis. Hahaha… namanya juga perempuan. Pasti selalu ingin tampil menarik kan. Nah saya punya beberapa model hijab dari yang model segi empat biasa, pashmina, khimar, bergo sampai pinguin yang belakangnya panjang. Ini dia koleksi saya.
1. HIJAB SEGI EMPAT

Dulu saya suka hijab polos daripada yang motif. Alasannya hijab polos lebih masuk dipadupadankan dengan berbagai jenis baju daripada yang motif. Tapi setelah melihat banyak motif yang lucu-lucu dan keren, saya pun tertarik untuk membelinya. Bahannya pun berbeda-beda. Tapi yang paling saya sukai adalah yang dari bahan cornskin karena beda dan lembut. Model bella square juga saya senangi. Bahannya dari pollycotton yang lembut. Kalau yang motif saya suka yang dari bahan satin. Karena terlihat mewah dengan mengkilapnya itu.
2. HIJAB PASHMINA

Sebagian besar pashmina yang saya punya bahannya buble crepe yang lembut. Favorit saya yang warna mustard polos. Kalau yang motif saya suka yang warna hitam dengan gambar sepatu warna-warni di dalamnya. Bahannya jatuh dan nyaman dipakai. Suka deh.
3. HIJAB KHIMAR

Saya punya beberapa jenis khimar. Mulai dari khimar kikis dari bahan diamond crepe, sania lycey dari bahan diamond eksklusif, ped meisya dari bahan diamond crepe, ped aurora dan ped luris dari bahan wolvis, instan raina 2 layer dari bahan diamond crepe dan beberapa jenis lainnya.
4. HIJAB BERGO

Hijab yang langsung pakai ini sangat nyaman dipakai di rumah. Biasanya saya memakainya kalau untuk pergi di sekitaran rumah saya. Bukan untuk bepergian. Bahannya pun kebanyakan dari buble crepe yang nyaman dan jersey.
5. HIJAB PINGUIN

Saya mulai tertarik dengan hijab yang bagian belakangnya panjang ini setelah melihat orang memakai baju syar’i. Rasanya adem melihatnya. Jadi saya ingin punya juga. Pilihan saya jatuh pada bahan ceruti yang jatuh di tubuh dan tidak menerawang. Modelnya pun beda-beda. Mulai dari trivia yang tiga layer, atau yang bagian depannya ada motifnya seperti pita ada serutan. Pokoknya beda model biar gak bosen. Hehehe…
Nah, itu dia beberapa koleksi buku dan hijab saya. Melihatnya di rumah membuat saya nyaman. Apalagi saat tetangga suka melihat hijab yang saya kenakan dan bertanya beli dimana. Saya pun bilang punya beberapa. Lalu tetangga itu ingin membeli hijab saya. Awalnya saya yang ingin sekedar koleksi, jadi jualan hijab deh. Meskipun masih iseng dan sampingan saja. Tapi saya melakukannya dengan senang hati. Jadi meskipun hijabnya ada yang tidak laku, saya tidak sakit hati dan tidak mengejar target. Soalnya hijabnya kan memang bukan untuk dijual. Kalau sudah dipilih dan ternyata pilihannya jatuh pada hijab yang saya suka, rasanya beraaaat banget buat ngelepasin. Hehe…
Kalau kamu, koleksi apa saja di rumah?
Salam sayang,
Wahyindah
DAY11#BPN30dayChallenge2018

