
Perbedaan gerd dan asam lambung itu bisa dilihat ya. Jika baru makan sedikit, sudah terasa kenyang. Tapi perut tiba-tiba terasa mual. Itu maag. Sementara jika dada terasa panas seperti terbakar disertai nyeri dada saat makan bisa jadi itu gerd atau asam lambung yang naik ke kerongkongan.
Loh bukannya maag itu asam lambung yang naik? Itu kata sebagian orang. Terutama orang awam yang mengira maag dan gerd atau asam lambung adalah dua penyakit yang sama. Saya juga awalnya mengira demikian. Tapi setelah ditelusuri, ternyata keduanya berbeda. Serupa tapi tak sama.
Kenali lebih dekat perbedaan gerd dan asam lambung yuk agar kita bisa lebih teliti dan hati-hati dalam menjaga kesehatan. Pastikan untuk selalu menerapkan pola hidup sehat juga agar terhindari dari penyakit yang membuat tidak nyaman ini.
Daftar Isi
Perbedaan Gerd dan Asam Lambung

Sebagian besar orang mengira maag dan asam lambung itu sama. Tak salah juga sih karena organ yang diserang pun sama yaitu lambung. Tapi ada perbedaannya ya. Perbedaan inilah yang membuat keduanya tidak bisa dikategorikan dalam satu penyakit yang sama. Bahkan gejalanya pun juga berbeda.
Perbedaan gerd dan asam lambung bisa dijelaskan dari banyak hal, seperti :
-
Perbedaan dari Mekanisme Penyakitnya
Maag dan gerd sama-sama menyerang lambung. Tapi mekanismenya berbeda. Jika maag terjadi karena ada peradangan pada dinding lambung akibat infeksi bakteri Helicobacter pylori, maka gerd terjadi karena asam lambung naik terus menerus sampai ke kerongkongan sehingga terjadi iritasi.
Tahu sendiri kan asam lambung itu isinya apa saja, yaitu berbagai cairan asam kuat yang punya tugas penting dalam mencerna makanan.
Asam lambung dalam tubuh manusia itu terdiri dari enzim percernaan yaitu pepsin, lipase dan HCl. Selain itu ada elektrolit, air dan protein serta mukus atau lendir yang tugasnya melindungi dinding lambung dari cairan asam yang kuat.
Bayangkan saja jika bakteri dalam makanan yang kita cerna saja bisa mati dan bahan makanan bisa hancur sampai menjadi sari pati oleh enzim yang ada di lambung, bagaimana jadinya jika asam lambung ini sampai keluar ke kerongkongan. Pasti akan mengiritasi organ yang dilaluinya kan. Nah itulah parahnya gerd.
-
Perbedaan dari Gejalanya
Gejala maag dan gerd juga berbeda loh. Kamu bisa membedakannya dengan jelas karena ciri-cirinya bisa dilihat dengan mata.
Gejala maag yaitu perut terasa kembun dan penuh padahal baru sedikit makan, perasaan mual dan mau muntah, nyeri di bagian ulu hati, sering buang air angin dan bersendawa, serta nafsu makan berkurang.
Sementara gejala gerd yaitu rasa panas dan terbakar di bagian dada, susah menelan makanan karena ada yang mengganjal di tenggorokan, mulut terasa pahit atau asam, nyeri dada saat selesai makan atau berbaring, sesak nafas sampai batuk kering, dan jantung lebih berdebar. Ulu hati juga terasa sakit, bahkan lebih sering dibandingkan dengan maag.
-
Perbedaan dari Penyebabnya
Penyebab seseorang terkena maag ada beragam. Mulai dari terlambat makan, stress, mengkonsumsi alkohol atau sering minum minuman berkafein seperti kopi atau teh, merokok, autoimun sampai terinfeksi bakteri Helicobacter Pylori yang mengiritasi dinding lambung. Akibatnya perut terasa tidak nyaman dan muncul berbagai gejala yang merugikan.
Sementara itu gerd disebabkan oleh lemahnya katup yang ada di bawah kerongkongan. Fungsi katup ini sebenarnya adalah untuk mencegah makanan kembali naik ke kerongkongan. Tapi karena otot pada katup melemah, asam lambung akhirnya bisa naik kembali ke kerongkongan. Akibatnya kerongkongan jadi iritasi.
Selain itu gaya hidup yang salah juga bisa menyebabkan gerd loh, seperti makan terlalu banyak, suka langsung berbaring setelah makan, minum obat-obatan yang efek sampingnya menyebabkan jantung lebih berdebar, serta makan makanan yang tinggi lemak. Jadi perbaiki gaya hidup ya sobat, agar terindar dari penyakit asam lambung ini.
Kehamilan dan riwayat operasi pada perut bagian atas ternyata juga berpotensi terkena asam lambung. Jadi pastikan untuk tetap menerapkan gaya hidup sehat ya.
-
Perbedaan dari Cara Mengobatinya
Jika ditarik garis besarnya, maag ini disebabkan oleh iritasi pada lambung. Sementara gerd disebabkan oleh naiknya asam lambung sampai ke kerongkongan. Meskipun organ yang diserang sama-sama lambung, ternyata penyebabnya juga berbeda. Artinya cara mengatasinya juga berbeda.
Maag dapat diatasi dengan pemberian obat antibiotik untuk memperbaiki dinding lambung yang diiritasi oleh bakteri. Sementara pengobatan asam lambung dilakukan dengan pemberian obat untuk menekan produksi asam lambung sehingga memperkecil kemungkinan asam lambung naik ke atas. Selain itu juga pemberian obat untuk memperkuat fungsi katup yang sebelumnya melemah.
Selain pemberian obat, ada juga loh cara untuk mengatasi maag dan gerd melalui perubahan gaya hidup seperti membiasakan diri untuk konsumsi makanan dalam porsi kecil sering, hindari tiduran setelah makan, hindari merokok, hindari ngemil di malam hari, batasi makan makanan pedas dan berkolesterol tinggi atau minuman berkafein banyak, sampai kelola stress dan jaga berat badan tetap ideal. Jangan sampai gagal diet ya.
Untuk lebih jelasnya kamu bisa loh konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam agar mendapatkan edukasi yang tepat mengenai pengobatan maag ataupun gerd.

Rekomendasi dokter spesialis penyakit dalam yang terpercaya ada di Rumah Sakit EMC yang memiliiki 8 unit rumah sakit di beberapa kota.
RS EMC memiki banyak dokter spesialis penyakit dalam yang profesional loh. Selain sudah berpengalaman memberikan tindakan operatif maupun non operatif terhadap berbagai kasus medis yang menimpa organ dalam manusia, dokter spesialis penyakit dalam di RS EMC juga akan dengan ramah memberikan edukasi dengan memberikan tindakan pencegahan penyakit melalui gaya hidup sehat. Termasuk edukasi tentang perbedaaan maag dan gerd serta cara pengobatannya.
Tak perlu ragu lagi kan sekarang jika mencari dokter spesialis penyakit dalam untuk mengatasi maag atau gerd yang menganggu. Langsung ke RS EMC saja dan temukan solusi terbaik untuk mengatasi maag atau gerd kamu. Jangan menunggu sampai akut ya baru konsultasi. Salam sehat.
**

