Hobi apa yang paling kamu senangi? Apakah membaca buku, menonton film, menggambar animasi, berkebun atau menulis.
Kalau saya suka menulis. Dari kecil kita diajari menulis. Awalnya menulis huruf abjad, lalu menulis angka, sampai huruf hijaiyah. Setelah bisa menulis, baru kita diajari membaca. Bukan begitu kan?
Karena itu, ketika orang mengatakan membacanya dulu baru menulis. Maka saya akan mengatakan sebaliknya. Menulislah dulu baru membaca. Kenapa bisa begitu?
INI SEBABNYA.
Menulis bagi saya berarti melatih kepekaan semua indra yang ada di tubuh kita, agar bisa bekerja dengan optimal. Itu artinya menulis adalah respon dari gerak motorik dan sensorik yang disalurkan oleh otak.

Jadi begini mungkin penggambaran mekanisme perjalanannya.
Respon yang ditangkap oleh indra tubuh kita disalurkan ke otak melalui saraf sensorik. Jadi ketika kita melihat sebuah mobil mewah, mata akan menginformasikan hal itu ke otak. Sehingga otak akan menanggapi dengan ekspesi kita. Misalnya kagum, marah atau mungkin iri. Begitu juga ketika telinga kita mendengar lagu tentang cinta, secara tidak sadar perasaan kita jadi terbawa. Kadang kita suka menangis, karena tiba-tiba teringat dengan hal menyedihkan. Atau tubuh begoyang seiring alunan musik yang riang gembira.
Nah, semua informasi yang direspon balik oleh indra kita itulah, yang bisa menjadi energi besar bagi tulisan kita. Kalau menyimpan dalam otak saja, bisa jadi kita mendapat masalah soal “lupa”. Karena banyaknya informasi lanjutan yang berdatangan ke dalam otak kita. Tapi kalau kita merekamnya dalam suatu media, niscaya ingatan itu akan abadi dalam untaian kata-kata. Bukan begitu?!
APA ARTI MENULIS BAGI SAYA
Everything…
Apapun yang dipandang mata, didengar telinga, dicium hidung, sentuhan kulit, dikecap lidah bahkan dirasakan dalam hati adalah semesta bagi tulisan saya.
Semua ciptaan ALLAH adalah lahan bagi torehan tinta di atas kertas, atau komputer, atau laptop atau media apapun untuk merekam kata. Itulah yang membuat saya begitu bersyukur. Saya diberikan anugerah berupa kepekaan untuk mengolah kata, dan menyalurkannya dalam bentuk tulisan.
Begitu penting arti menulis bagi saya. Sampai-sampai saya abdikan diri saya untuk tulisan. Memoriam yang tak termakan waktu. Saksi bisu bahwa saya pernah ada dan bernyawa.
Apakah hanya itu arti menulis bagi saya? Tentu saja tidak. Berikut ini beberapa diantaranya:
1. TEMPAT CURHAT PALING AMAN
Saya termasuk orang yang jarang bergaul. Untuk curhat saja, saya takut ke orang lain. Itu karena saya merasa tidak aman. Takut kalau orang lain membocorkan rahasia saya. Itulah kenapa saya termasuk orang yang tidak mudah percaya dengan orang lain.
BACA JUGA : PRODUKTIF MENULIS BERSAMA BLOGGER PEREMPUAN NETWORK
Curhat bagi saya adalah mengeluarkan semua yang ada pada diri saya. Termasuk rahasia terdalam saya. Dengan menulis, saya jadi bisa mencurahkan apapun yang ada di dalam diri saya dengan aman. Mau sedih, marah, frustasi, bahkan galaupun bisa saya ceritakan lewat tulisan. Saya jadi tidak takut lagi kalau tulisan saya akan bocor, karena kertas kan tidak mungkin bisa bicara. Kecuali kalau dibaca orang, dan orang yang menceritakan kembali curhatan saya. Kalau itu lain persoalan ya. Hehe…
Oh iya, kalau menulis soal curahan hati. Maka tidak mungkin saya tunjukkan ke orang lain. Saya biasanya menulis apa yang ingin saya keluarkan dari hati saya. Setelah puas, saya baca lagi tulisan saya dan saya simpan. Atau saya buang. Dengan begitu, saya merasa lega karena merasa sudah mengeluarkan uneg-uneg saya. Sekaligus merasa aman, karena orang lain tidak akan tahu apa yang menjadi masalah pribadi saya.
2. SUMBER KETENANGAN BATIN
Benar sekali. Saya menemukan ketenangan ketika saya sudah menulis. Apalagi kalau sedang stress dan punya banyak masalah. Maka tangan saya akan lebih lincah bermain di atas keyboard. Menuangkan segala gundah di hati sesuai dengan suara hati. Tangan ini menari sendiri tanpa diperintah.
Kemarahan saya, kesedihan saya dan apapun yang saya rasakan akan kembali tenang setelah saya menulis. Itulah kenapa saya mengatakan kalau menulis adalah keajaiban. Karena dengan menulis, saya menemukan ketenangan batin. Itu obat paling mujarab bagi semua penyakit hati yang sempat menjangkiti jiwa saya.
3. TEMPAT BERBAGI ILMU
Point yang satu ini saya dapatkan setelah saya mengkombinasikan menulis dengan membaca. Karena menulis juga butuh referensi bacaan untuk memperkaya tulisan kita. Apa pun yang kita baca dan kita pahami, menjadi ilmu baru untuk kita.
Ajarkan ilmu kepada orang lain, meskipun itu hanya sedikit. Karena ada pahala yang terkandung di dalamnya.
Seperti itu mungkin makna dari sebuah hadist Nabi. Karena itulah, ilmu yang sudah kita perolah akan lebih baik jika kita tuangkan dalam bentuk tulisan. Agar bisa dibaca oleh orang lain. Saya pun mencoba melakukannya. Berharap apa yang saya ketahui dan saya tuangkan dalam tulisan dapat bermanfaat untuk orang lain.
4. KARYA TERINDAH
Tulisan adalah karya terindah bagi saya.
BACA JUGA : NOVEL NEBULA MELENGKAPI DUNIA FIKSI YANG MEREMAJA
Saya mendapatkan ilmu dari menulis. Bukti nyata dari konsistensi saya menulis adalah dua buah buku saya yang sudah terbit. Yaitu HAPUS GELISAH DENGAN SEDEKAH terbitan Qultummedia dan novel NEBULA terbitan METAMIND, TIGA SERANGKAI.
Selain itu, saya juga menuangkan tulisan dalam bentuk naskah skenario dari program tayang televisi. Itu semua karya terindah yang bisa saya hasilkan. Sejauh ini, saya bangga mengakuinya. Karena karya-karya tersebut secara tidak langsung memicu saya untuk terus produktif menulis dan menghasilan karya lain.
5. PERGAULAN MASA KINI
Seperti yang saya katakan tadi. Saya termasuk orang yang jarang bergaul. Karena saya merasa tidak nyaman dengan keramaian. Hingga akhirnya saya mengenal dunia blogging. Dari dunia maya itulah saya akhirnya bisa bergaul dengan baik dan benar.
BACA JUGA : MEMPERTAJAM TULISAN LEWAT BLOGGING
Kenapa saya katakan demikian, karena blog bagi saya adalah pergaulan masa kini. Banyak blogger yang memberikan artikel bermanfaat dalam tulisannya. Saya pun jadi belajar banyak dari mereka. Sehingga saya menemukan teman baru dan ilmu baru.
NIKMAT MANA YANG KAU DUSTAKAN
Saya sangat bersyukur karena diberikan kenikmatan menulis oleh ALLAH SWT. Anugerah terindah yang membuat saya merasa berarti. Baik bagi diri saya sendiri, maupun bagi orang lain.
Lewat menulis, saya bisa merasa lebih hidup. Karena menulis bukan hanya bermanfaat bagi diri saya sendiri, tapi juga bermanfaat bagi orang lain. Terutama bagi mereka yang membaca tulisan saya. Jadi tidak salah kalau saya mengatakan bahwa menulis adalah hobi yang sudah mendarah daging bagi saya.
Karena menulis adalah saya dan saya adalah tulisan.
Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu juga hobi menulis juga seperti saya. Atau punya hobi lain yang mendarah daging di hatimu.
Share yuk di kolom komentar.
Salam sayang,
Wahyuindah


6 Comments. Leave new
wah.. mbk e ini penulis sejati rupanya
belum mas. masih harus banyak belajar. hehe…
wah.. mbk e ini penulis sejati rupanya
bagus sekali non.
Terima kasih