
Genosida benar-benar terjadi di Palestina. Fakta ini tak bisa ditutupi lagi, bahkan ketika mata orang-orang barat tertutup rapat akan kebenaran yang tengah terjadi. Mereka buta dengan kemanusiaan yang sudah diinjak-injak oleh orang Israel.
Nangis, marah, dengki dan berbagai perasaan yang berkecamuk sempat bersarang di hatiku melihat berita tentang Palestina yang setiap hari dibom oleh Israel. Geramnya lagi Israel tidak mau mengakui jika sedang melakukan genosida. Mereka kekeh berkelit bahwa pengeboman yang mereka lakukan itu ditujukan kepada Hamas.
Helloo…..
Hamas atau warga sipil yang sedang kau tuju. Jelas-jelas bom-bom nuklir itu mengarah ke rumah sakit, masjid, gereja, bahkan ke pengungsian di mana ada banyak perempuan dan anak kecil yang mengungsi di sana.
Apakah dalih bahwa Hamas bersembunyi di antara warga sipil masih menjadi senjata bagi Israel untuk membela diri. Apakah serangan membumi hanguskan Gaza masih dianggap sebagai pembelaan diri akibat serangan Hamas ke Israel tanggal 7 Oktober 2023 lalu?
Kalau balas dendam, kenapa malah menembaki anak kecil, perempuan dan orang tua. Itulah tujuan Israel melatih para tentaranya. Untuk membunuh anak-anak kecil yang tak berdosa, perempuan dan orang tua. Kenapa tidak menghadapi tentara Hamas yang jelas sama-sama dilatih secara militer.
Tentara harusnya melawan tentara dan berperang di medan perang. Bukan melawan anak kecil dan menghancurkan rumah serta fasilitas umum lainnya.
Apa yang Terjadi di Palestina

Jujur saja berita tentang Palestina beberapa bulan terakhir ini membuat emosiku ikut naik. Malu karena tak ada yang bisa aku lakukan untuk membantu orang-orang Palestina. Malu karena melihat betapa kuatnya iman orang-orang Palestina dalam menghadapi kejahatan perang Israel di daerah mereka.
Jika ada yang mengatakan ini perang Israel – Palestina, maka aku mengatakan ini bukan perang. Tapi pembantaian atau genosida.
Di dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 pasal 8 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia disebutkan jika Genosida adalah segala bentuk perbuatan yang sengaja dilakukan untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok tertentu. Baik kelompok bangsa, ras, etnis atau agama.
Inilah yang terjadi di Palestina. Genosida. Bukan perang.
Kalau perang, pasti ada baku tembak antar lawan. Tentara lawan tentara, senjata lawan senjata. Sementara yang terjadi di Gaza, Palestina adalah tentara yang menembaki warga Palestina yang tak bersenjata tanpa ampun.
Warga Palestina itu diusir dari rumah mereka, ditembaki di jalanan tanpa senjata, bahkan saat sholat pun mereka tetap ditembaki hingga mati. Perang bukan seperti ini. Perang itu pedang lawan pedang, pistol lawan pistol, saling adu jotos di medan perang. Bukan menembaki mereka yang tidak membawa senjata.
Makanya aku geram sekali dengan para pendukung Israel yang mendukung pemusnahan massal warga Palestina. Bahkan pendukung Israel ini ada yang dari Indonesia. Aku kebetulan punya akun sosmed yang di dalamnya sering membahas tentang Israel – palestina. Geram sendiri melihat para oten Isriwil yang menyerukan jaya Isriwil dan mengatakan jika Isriwil tidak pernah menargetkan warga sipil.
Para oten Isriwil itu melalui akun sosial media mereka, malah menuduh Hamas yang memulai semuanya. Bahwa Hamas yang harus bertanggung jawab atas meninggalnya ribuan warga Palestina. Menuduh Hamas pengecut karena bersembunyi di antara warga sipil dan banyak lagi fitnah keji yang ditujukan ke mereka.
Aku ikut mengomentari akun para oten biadab itu dan tak habis pikir kenapa mereka ada di Indonesia. Padahal Indonesia terkenal sebagai negara yang paling mendukung Palestina. Jika mendukung Israel, pergi saja dari Indonesia. Bikin malu saja. Buta apa mata mereka melihat fakta di Gaza, dimana banyak anak kecil dan perempuan yang jadi korban Israel.
Sebagai informasi saja nih, Sejarah membuktikan bahwa tanah Palestina yang sekarang ingin diduduki Israel itu dari dulu adalah milik Palestina. Bahkan negara Israel itu tidak pernah ada. Mereka hanyalah pengungsi yang diterima baik oleh warga Palestina dan diberi tempat tinggal karena kasihan.
Bukannya terima kasih, warga Israel ini malah bertingkah dengan meminta tanah Palestina untuk mereka tinggali selamanya. Mereka mengusir warga Palestina dan ingin menguasai Al-Aqsa. Alasannya karena di dalam kitab suci mereka, bangsa Israel adalah bangsa pilihan Tuhan yang berhak akan tanah Palestina.
Pertanyaannya? Apakah bangsa pilihan Tuhan itu adalah orang yang suka membunuh anak kecil dan perempuan? Atau yang suka bermain tiktok dengan gaya kemayu dan memakai skincare di balik seragam tentaranya? Yang menangis minta pulang ketika berhadapan langsung dengan pasukan Hamas?
Lucu…..
Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Membantu Palestina?

Kita memang tidak bisa terbang langsung ke Palestina untuk membantu saudara kita di sana. Kita bukan tentara yang bisa memegang senjata. Tapi taukah kamu, membela Palestina tidak harus ikut berperang melawan zionis kejam.
Sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Ubaidah selaku juru bicara Al- Qasam, Mereka tidak meminta bantuan kita untuk ikut berperang melawan Israel. Tapi dengan menyebarluaskan berita mengenai apa yang terjadi di Palestina kepada dunia, itu sudah dinilai sebagai jihad fisabilillah.
Jadi ini yang bisa kita lakukan untuk membantu Palestina
-
Menyebarluaskan Berita Kebenaran tentang Palestina Lewat Sosial Media
Israel dan sekutunya yang sebagian besar berasal dari bangsa barat mati-matian menutupi kebenaran yang terjadi di Palestina. Mereka bahkan menghalang-halangi Pengadilan Criminal Internasional (ICC) untuk datang ke Gaza agar tidak melihat kebiadaban yang mereka lakukan kepada warga Palestina.
Secara terang-terangan, Israel menolak untuk bekerja sama dengan ICC dan memblokir tim investigasi ICC ketika melakukan perjalanan ke Israel maupun ke Gaza. Padahal ICC sudah mendapatkan dukungan untuk menyelidiki kasus genosida yang dilakukan oleh Israel ke Palestina.
Aksi Israel semakin membuat geram karena Israel satu-satunya bangsa yang menolak yurisdiksinya. Ketahuan kan kalau Isriwil memang tidak mau ulah biadabnya diketahui bangsa luar. Bahkan jurnalis jadi sasaran loh ketika melaporkan kejadian yang sebenarnya di Palestina.
Faktanya sudah ada lebih dari 14.000 warga Palestina yang menjadi korban bom Israel. 5600 diantaranya perempuan dan 3550 anak-anak. HIngga kini, ada setidaknya 800.000 warga Palestina yang tidak memiliki akses layanan kesehatan, sehingga korban luka kekurangan bantuan.

Kabar terakhir yang aku baca, tempat pengungsian dan halaman rumah sakit yang penuh dengan warga luka-luka bahkan dibuldoser sama tentara Israel. Banyak warga luka yang dilindas sampai mati. Astaghfirullah adzim. Sungguh biadab dan tidak ada perikemanusiaan sama sekali.
Kita dapat memberikan berita kebenaran yang selama ini ditutupi Israel agar dunia tahu kebiadaban seperti apa yang sedang dilakukan oleh Israel. Inilah saatnya kita menggunakan akun sosial media kita untuk menyebarluaskan kebenaran yang terjadi di Palestina.
Kamu bisa menggugah video, gambar atau tulisan untuk menyuarakan dukungan kamu kepada Palestina. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan dinilai sebagai ibadah dan mendapatkan pahala di jalan Allah.
-
Mengirim Bantuan untuk rakyat Palestina
Kamu punya harta untuk disumbangkan kepada warga Palestina. Kamu bisa mengirim bantuan secara langsung untuk membantu warga Palestina yang terusir dari negaranya sendiri. Kamu bisa mengirim bahan makanan, pakaian, atau uang yang insyaAllah bermanfaat untuk meringankan penderitaan saudara kita di Palestina.
Ingat ya, mereka tidak meminta bantuan kepada kita. Tapi kita yang tergugah dengan kekuatan iman mereka. Sehingga bantuan yang kita salurkan dapat membawa manfaat lebih untuk mereka. InsyaAllah apa yang kita lakukan dapat meringankan hisab kita di akherat nanti karena sudah membantu perjuangan warga Palestina.
-
Berdoa untuk warga Palestina
Kita tidak punya uang atau harta untuk disumbangkan ke warga Palestina. Kita tetap bisa kok ikut berjuang di jalan Allah dengan mendoakan warga Palestina agar kuat dan tetap tegar menghadapi banyaknya kehilangan.
Di sinilah aku merasa sangat takjub dengan warga Palestina. Meskipun mereka sudah kehilangan orang tua, anak, saudara karena meninggal dibom Israel, tapi mereka sama sekali tidak bersedih. Kebanyakan warga Palestina bahkan sujud syukur karena keluarganya sudah menjadi syahid.
Ketegaran dan ketebalan iman warga Palestina inilah yang dikagumi banyak warga barat, hingga banyak warga negara barat yang akhirnya masuk Islam. Masya Allah.
-
Mencontoh Ketaqwaan Orang Palestina
Tau gak sih jika orang-orang Palestina itu hampir semuanya penghafal Alquran. Bahkan anak-anak kecil saja banyak yang hafidz qur’an. Masya Allah. Cita-cita mereka adalah menjadi mujahid yang berjuang di jalan Allah.
Ketaqwaan orang-orang Palestina sangat kuat dan besar. Bahkan ada kisah haru saat ditemukannya sepucuk kertas dari jenazah anak Palestina berumur sekitar 16 tahun yang berisi list dosa yang dilakukannya selama satu minggu.
Takjub aku melihat apa sih sebenarnya dosa yang dilakukan anak Palestina sampai menumbuhkan keimanan kepada Allah yang begitu kuat. Ini isinya :
Dosa hari senin: ketiduran tanpa wudhu
Dosa hari selasa : banyak tertawa terbahak-bahak
Dosa hari Rabu : Tidak sholah isya’ tepat waktu
Dosa hari Kamis : Memasukkan gol saat bermain bola dan merasa sombong
Dosa hari jumat : Hanya mampu bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 700 kali
Dosa hari sabtu : Lupa dzikir pagi
Bagaimana perasaanmu ketika melihat list dosa anak Palestina di atas. Lalu bandingkan dengan dosa yang kita lakukan setiap hari. Jawabannya adalah tidak sepadan.
Kita tidur tanpa wudhu sudah biasa, tertawa terbahak-bahak hampir setiap hari, bahkan bisa tertawa saat ghibahin orang. Lalu sholat isya tepat waktu? Kapan terakhir kali kita sholat tepat waktu. Anak Palestina mengganggap sholat tidak tepat waktu sebagai dosa. Lalu bagaimana dengan kita. Dosa kita teramat banyak.
Senang saat memasukkan bola ke gawang dan merasa sombong sudah membuat anak Palestina beristighfar. Lalu bagaimana dengan kita. Berapa banyak kesombongan yang kita lakukan setiap hari. Banyak buk. Nangis gak lihat ini.
Lalu sholawat Nabi 700 kali dan dzikir pagi. Berapa banyak kita sholawat kepada Nabi Muhammad setiap harinya. Adakah yang mencapai 700 kali? Anak Palestina saja sholawat 700 kali sudah mengatakan paling sedikit. Bagaimana dengan kita yang kadang tidak pernah sholawat Nabi. Ya Allah.
Lalu dzikir pagi. Kapan kita terakhir dzikir pagi. Apakah setiap hari? Anak Palestina lupa dzikir pagi saja sudah bilang berdosa. Lalu bagaimana dengan kita.
Sungguh aku malu ketika mengetahui list dosa yang dilakukan anak Palestina. Pantas saja mereka menjadi kaum pilihan Allah karena keimanan mereka sangat kuat. Ibadah mereka tidak main-main. Kita tentu jauh sekali dengan mereka.
Aku sendiri bahkan belum bisa melakukan seujung kuku dari Ibadan yang mereka lakukan. Jadi malu kan. Makanya dengan memperbaiki ibadah kita, semoga bisa dinilai sebagai bagian dari perjuangan membela Palestina.
-
Mendukung Tindakan Sosial Sebagai Dukungan untuk Palestina
Beberapa waktu yang lalu sempat viral ajakan untuk memboikot produk Israel agar Israel merugi dan tidak bisa membeli bom dan tank lagi ke Amerika. Hasilnya, seluruh dunia mengikuti himbauan tersebut sehingga membuat Israel benar-benar merugi di perekomian negara.
Membeli hijab atau aksesoris mengenai Palestina juga bisa dinilai sebagai dukungan membela Palestina. Karena benda-benda tersebut penjualannya didonasikan untuk membantu warga Palestina. Dengan membeli hijab atau aksesoris Palestina, kita berarti ikut menyumbang untuk mengurangi penderitaan saudara kita di Palestina.
Banyak kan yang bisa kita lakukan untuk membantu warga Palestina. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan dinilai sebagai perjuangan fisabilillah dan dapat mengurangi hisab kita kelak di akherat.
Semangat terus untuk kita dan suarakan terus dukunganmu untuk saudara kita di Palestina. Semoga genosida di Gaza segera berakhir dan Palestina mendapatkan kemerdekaannya. Aaaamiin. Free Palestina!!
**
Referensi :
https://www.kompas.com/skola/read/2021/07/26/141814669/pengertian-kejahatan-genosida-dan-contohnya

