
Ada yang pernah bertemu dengan orang yang jalannya aneh? Seperti miring sebelah atau membungkuk padahal dia sedang duduk tegak. Setelah diperhatikan ternyata orang itu kena skoliosis.
Jangan heran karena skoliosis bisa terjadi pada siapa saja. Mulai anak-anak hingga dewasa. Penyebabnya karena kelainan tulang belakang yang bengkok.
Aku pernah punya teman seperti itu, bahkan sepupuku juga mengalaminya. Dia sehat secara fisik. Tapi karena bentuk tulang belakangnya yang bengkok, jadinya seperti aneh. Bahu miring sebelah dan jalannya seperti membungkuk.
Percaya gak percaya, skoliolis memang bikin gelisah. Jika aku yang mengalaminya, pasti rasa percaya diriku menurun. Lalu bagaimana dengan temanku atau saudara sepupuku itu?
Skoliosis Adalah

Saat sekolah di bangku SMP, kita pasti sudah pernah diberikan pelajaran IPA atau Biologi yang membahas mengenai kelainan tulang belakang. Saat itu kita diberitahu ada 3 kelainan tulang belakang pada manusia, yaitu lordosis, kifosis dan skoliosis.
Perbedaannya terletak pada arah kelengkungan tulang belakang. Jika lordosis membuat tulang belakang melengkung ke depan, sehingga penderitanya selalu tampak tegak dan posisi pantat yang lebih mundur, maka kifosis membuat tulang belakang melengkung ke belakang.
Kifosis membuat penderitanya tampak membungkuk dan seolah ada punuk di atas punggungnya. Sementara itu Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang miring ke kiri atau kanan, seperti membentuk huruf C atau S.
Tulang belakang yang normal bentuknya lurus dari bahu sampai bawah jika dilihat dari belakang, dan tampak sedikit melengkung ketika dilihat dari samping. Tapi pada penderita skoliosis, kelengkungan tulang belakang tampak nyata baik dilihat dari belakang maupun dari samping.
Gejala dan Tingkat Kelengkungan Skoliosis
Skoliosis memang bukan penyakit mematikan dan berbahaya. Tapi jika tidak ditangani, kondisinya bisa lebih memburuk dan dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan diri penderitanya. Beberapa gejala yang bisa diamati yaitu :
- Nyeri punggung
- Ketegangan pada otot
- Tubuh penderita lebih condong ke satu sisi
- Tulang belakang terlihat melengkung ke kiri atau ke kanan
- Tinggi pinggang tidak sama
- Salah satu kaki lebih panjang dari kaki lainnya
- Bahu tampak miring
- Salah satu sisi tulang rusuk tampak lebih menonjol saat membungkuk
Gejala Skoliosis bisa diamati dengan mata. Namun untuk menentukan tingkat keparahannya, dapat dilihat dari seberapa melengkung tulang belakang penderita. Beberapa tingkat kelengkungan tulang belakang dapat dilihat dari derajat kelengkungannya yaitu :
-
Skoliosis Ringan
Skoliosis dikatakan ringan jika memiliki tingkat kelengkungan tulang belakang antara 10 sampai 25 derajat.
-
Skoliosis Sedang
Skoliosis sedang memiliki tingkat kelengkungan tulang belakang sebesar 25 sampai 40 derajat. Jadi kelengkungan semakin terlihat baik dilihat dari belakang maupun dari arah samping.
-
Skoliosis Berat
Skoliosis berat memiliki tingkat kelengkungan semakin besar, yaitu 40 sampai 60 derajat. Penderita terlihat memiliki postur tubuh yang tidak presisi dan pada kasus ini biasanya disertai dengan sesak nafas karena sudah menekan paru-paru.
Jika penderita masih memiliki derajat kelengkungan 1 sampai 10 derajat, keadaan masih dikatakan aman dan penderita belum didiagnosis menderita skoliosis. Namun kondisi ini tetap perlu mendapatkan pemantauan agar tulang belakang tidak melengkung terus menerus, sehingga berpotensi masuk ke skoliosis ringan.
Penyebab Skoliosis
Penyebab penyakit tulang belakang ini sebenarnya ada banyak. Ada yang dari keturuan sampai penyebab yang memang belum diketaui secara pasti. Penyebab inilah yang membentuk jenis skoliosis yang dapat dibedakan berdasarkan penyebabnya, antara lain :
-
Idiopatik
Idiopatik merupakan skoliosis yang penyebabnya belum diketahui secara pasti. Tapi justru penderitanya paling banyak yaitu sekitar 80% kasus. Biasanya gejala muncul ketika usia sudah memasuki remaja.
-
Kongenital
Kongenital merupakan skoliosis yang terjadi karena bawaan lahir. Jadi pertumbuhan tulang belakangnya sudah tidak normal sejak dalam kandungan. Hal ini bisa terjadi karena ibu hamil kekurangan nutrisi, sehingga pertumbuhan tulang pada janin tidak berjalan sempurna.
Di sini dapat dilhat pentinnya asupan gizi terutama zat besi pada ibu hamil agar pertumbuhan tulang pada janin dalam kandungan dapat berjalan dengan lancar. Janin tumbuh sehat sampai tiba waktu persalinan.
-
Neuromuskular
Neuromuskular merupakan skoliosis yang disebabkan karena adanya cedera pada saraf dan otot, seperti cerebral palsy, distrofi otot atau spina bifida. Cedera bisa terjadi karena banyak faktor. Salah satunya bisa karena kecelakaan atau memang indisen yang membuat terjadinya gangguan saraf serta otot.
Neuomuskular membutuhkan penanganan medis dengan segera. Kondisi penyakit tulang belakang dengan kelengkungan yang bisa terus bertambah yang dibiarkan saja bisa menambah keparahan kelengkungan tulang belakang sehingga berpotensi memunculkan penyakit yang lebih berbahaya.
-
Degeneratif
Degeneratif ini termasuk skoliosis karena faktor usia. Seiring bertambahnya usia, tulang belakang akan melengkung semakin dalam. Bisa juga karena osteoarthritis atau karena adanya cedera tulang belakang.
Pada akhirnya semua jenis skoliosis memang membutuhkan penanganan medis. Terutama jika gejalanya semakin parah karena akan menimbulkan banyak komplikasi medis.
Beberapa komplikasi yang bisa saja terjadi pada skoliosis yaitu nyeri kronis, gangguan pernapasan sampai keterbatasan aktivitas fisik. Rasa percaya diri juga akan semakin menurun karena merasa diri tidak normal.
Cara Mencegah Skoliosis

Skoliolis adalah penyakit tulang belakang yang bisa muncul karena bawaan dari lahir. Tapi penyakit tulang satu ini juga bisa muncul dari aktivitas keliru yang dapat membuat tulang belakang bengkok seiring dengan banyaknya aktivitas yang kita lakukan.
Makanya perlu adanya pencegahan agar kita tidak sampai mengalami kelengkungan tulang belakang. Beberapa cara pencegahan yang bisa dilakukan yaitu :
-
Perbaiki Postur Tubuh
Kelainan tulang belakang bisa dicegah sejak dini loh dengan cara memperbaiki postur tubuh. Caranya membiasakan diri untuk duduk atau berdiri dengan posisi tegak. Hindari kebiasaan membungkuk terlalu lama atau bersandar pada satu sisi dalam waktu yang lama.
Cara ini kelihatannya sepele. Tapi jika diterapkan dengan benar, dapat mencegah terjadinya skoliosis dalam jangka panjang loh.
-
Pakai Tas Punggung dengan Benar
Anak sekolahan biasanya membawa tas di bahu hanya pada satu bagian saja. Jika isi tasnya banyak, beban yang ada di dalam tas akan membuat bahu turun pada salah satu sisi yang ada tali tasnya. Jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus, lama-lama bisa membuat tulang belakang ikut bengkok kok.
Coba mulai sekarang terapkan untuk membawa tas punggung pada kedua sisi bahu, sehingga beban pada tas dapat ditopang dengan benar. Dengan demikian tulang belakang juga akan tetap tegak dan lurus tanpa ada kerusakan.
-
Olahraga Teratur
Olahraga teratur juga dapat melatih otot dan tulang tetap sehat loh. Terutama olahraga yang dapat memperkuat otot-otot penyangga tulang belakang seperti renang, yoga dan senam punggung
-
Pemeriksaan Rutin pada Anak
Jika pada anak-anak sudah terindikasi adanya skoliosis, tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan dini pada anak Deteksi dini dapat membantu penanganan skoliosis lebih baik loh, sehingga pengobatanya pun dapat lebih tepat sehingga kesembuhan anak jadi lebih cepat.
-
Makan Makanan yang Bergizi
Kesehatan tulang juga ditentukan dari asupan nutrisi yang didapat dari konsumsi makanan. Karena itu, makanlah makanan bergizi, terutama yang mengandung kalsium dan vitamin D. Karena kedua nutrisi tersebut dapat membantu pertumbuhan tulang menjadi lebih sehat dan kuat.
Pengobatan Skoliosis

Skoliosis adalah penyakit tulang belakang. Jadi yang perlu diperbaiki dan diobati adalah tulang belakangnya. Jika pencegahan yang dilakukan tidak membuahkan hasil, maka perlu penanganan medis untuk memperbaiki posisi tulang belakang agar tidak semakin parah.
Keadaan skoliosis yang parah dapat memicu munculnya komplikasi serius loh dan itu membutuhkan penanganan medis yang tepat dan cepat. Beberapa pengobatan skoliosis yang bisa dilakukan yaitu :
-
Pemantauan Rutin
Pemantauan rutin dilakukan dokter jika skoliosis masih terhitung ringan, yaitu tingkat kelengkungan di bawah 20 derajat. Pada kasus ini, tulang masih bisa dikembalikan ke posisi normal melalui tindakan pencegahan.
Dokter akan terus memantau apakah kelengkungan membaik atau justru memburuk. Jika memburuk hingga kelengkungan melebihi 20 derajat, maka perlu dilakukan tindakan selanjutnya yaitu fisioterapi.
-
Fisioterapi dan Latihan Khusus
Fisioterapi merupakan kegiatan medis yang terbukti dapat membantu mengembalikan postur tubuh secara berkala melalui latihan khusus, seperti Schroth Method atau SEAS.
Latihan khusus ini didampingi dokter untuk melihat sampai sejauh mana latihan dapat memperbaiki kelengkungan tulang punggung.
-
Penggunaan Penyangga
Jika kelengkungan sudah memasuki skoliolis medium dengan derajat kelengkungan 25 sampai 40 derajat, maka dokter akan menyarankan untuk menggunakan penyangga punggung. Penyangga ini biasanya diterapkan kepada anak-anak hingga remaja, dimana tulang belakangnya masih dalam masa pertumbuhan.
Gunanya untuk mencegah agar kelengkungan tidak semakin parah dan dapat mengembalikan posisi tulang belakang ke posisi yang lebih baik.
-
Operasi
Ketika penyangga punggung tetap tidak dapat mencegah skoliosis, dan justru membuat kelengkungan semakin parah. Maka perlu dilakukan tindakan operasi.
Tindakan ini penting karena pada kasus penyakit tulang belakang ini, sudah menyebabkan komplikasi sehingga menimbulkan nyeri hebat sampai gangguan fungsi paru.
Kelengkungannya pun semakin tajam yaitu diatas 45 derajat sehingga dikategorikan skoliosis berat. Dokter ortopedi akan menyarankan untuk operasi fusi tulang belakang guna memperbaiki bentuk tulan belakang yang sudah melengkung parah.
Pastikan kamu konsultasi dulu ke dokter ortopedi terpercaya sebelum memutuskan untuk melakukan operasi ya. Rekomendasi dokter ortopedi profesional dan terpercaya yang dapat memantu kamu mengatasi skoliosis ada di RS EMC.
Dokter ortopedi di RS EMC sudah memiliki keahlian tingkat tinggi dalam menangani masalah cedera tulang maupun otot. Profesional dan ramah. Yuk langsung konsultasikan kondisi tulang belakang kamu agar tubuh kembali sehat dan kuat.
Referensi :
https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-skoliosis
https://www.alodokter.com/skoliosis

