Bahagia bagi saya adalah soal rasa. Aman, nyaman dan berbagai perasaan positif yang membuat diri kita semakin banyak tersenyum. Yah, senyum menggambarkan kebahagiaan yang hakiki. Bukan berarti orang yang menangis tidak bahagia. Bahkan terkadang kebahagiaan itu diungkapkan dengan air mata. Itu karena air mata lebih bisa berbicara tentang kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Banyak hal yang bisa menggambarkan bagaimana rasa bahagia itu muncul. Ketika melihat orang lain disayangi tersenyum, muncul rasa nyaman dalam hati kita. Bahkan Rasulullah SAW pun menganjurkan orang lain untuk menanamkan kasih sayang kepada orang lain sebagai wujud bahagia. Al-Aqraa bin harits melihat nabi Muhammad Saw. mencium Al-Hasan ra. lalu berkata,”Wahai Rasulullah, aku belum pernah mencium mereka.” Rasul bersabda: “Aku tidak akan mengangkat engkau sebagai seorang pemimpin apabila Allah telah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu. Barang siapa yang tidak memiliki kasih sayang ,niscaya dia tidak akan disayangi.”
Saya tersadar betul ketika mendengar kisah itu. Kasih sayang itulah kunci sebuah kebahagiaan. Lalu bahagiamana kebahagiaan itu bisa dicari? Jawabannya ternyata begitu sederhana. Bagi saya, 5 kebahagiaan sederhana inilah yang membuat hidup saya sampai saat ini masih terus berjalan dan insyaAllah menjadi berkah.
1. TAWA ANAK-ANAK

Saya mencintai kedua buah hati saya. ATTA dan ALIA. Kehadiran mereka merupakan sebuah anugerah yang tidak bisa digantikan dengan apapun di dunia ini. Semua ibu di dunia pasti mengerti apa yang saya rasakan. Karena kasih sayang seorang ibu sepanjang zaman. Ketika saya sedang kacau dan banyak masalah, tawa anak-anak sayalah obatnya. Melihat senyum dan canda tawa mereka seolah membuat semua jalan buntu terbuka dengan sendirinya. Mereka memang keajaiban yang diberikan ALLAH kepada saya. Karena merekalah saya bisa ikut tersenyum. Dan entah bagaimana caranya, semua masalah seolah menemukan jalan keluarnya. Hati menjadi tenang dan bahagia itu mengalir dengan sendirinya.
Saya selalu memeluk kedua anak saya. Mencium mereka dan membisikkan kata-kata sayang. Ketika anak saya sedang bandel, kadang saya tak sadar memarahi mereka. Namun setelah itu, saya menangis. Mengapa saya harus marah. Mereka tidak sengaja merusak ponsel saya, mereka ingin diperhatikan makanya mereka terus mengganggu saya kerja. Mereka juga coret coret tembok dan memporakporandakan mainan ketika ingin mengungkapkan kalau mereka sedang bosan. Sayalah yang harus belajar memahami mereka. Ketika saya datang dan memeluk mereka, toh senyum mereka selalu mengembang untuk saya. Luluh lantaklah semua pikiran stress di kepala saya. Percayalah, melihat mereka selalu tertawa dan tersenyum. Seolah tak pernah ada masalah yang muncul di kepala saya. Semuanya akan baik-baik saja. Karena itulah saya berusaha untuk membuat anak-anak saya tersenyum. Jangan menangis ya sayang, mama akan selalu memeluk kalian.
2. CINTA DAN KASIH SAYANG SUAMI

Menikah itu bagian dari ibadah. Karena dalam pernikahan, ada banyak masalah yang menentukan masuk tidaknya manusia ke surga atau neraka. Bakti istri kepada suami dan kewajiban suami kepada istri. Saya masih terus belajar menjadi istri yang baik untuk suami saya. Karena saya merasa belum sempurna. Banyak hal baru yang harus saya pelajari. Karena itulah cinta dan kasih sayang suami sangat saya butuhkan. Bukan materi berlimpah yang membuat saya bahagia. Tapi perhatian suami yang tulus. Membina rumah tangga dari bawah bersama-sama dan melewati masa susah senang bersama itu lebih dari segalanya.
Saya bersyukur mempunyai suami yang baik dan humoris. Meskipun kadang menjengkelkan, tapi suami adalah sosok perhatian dan pengalah. Suami juga sangat menyanyangi anak-anak dan rela melakukan apapun untuk keluarga. Mudah-mudahan saya dan suami bisa membina keluarga yang sakinah, warabah dan warohmah. Amin…
3. SEHAT

Sedih rasanya jika melihat orang yang kita sayangi jatuh sakit. apalagi kalau sampai masuk rumah sakit dan dirawat inap. Itu yang saya alami ketika melihat anak saya masuk rumah sakit. ATTA masuk rumah sakit pertama kali ketika usianya 9 bulan karena step. Awalnya hanya panas tinggi, tapi makin malam panasnya terus naik dan akhirnya kejang. Saya menangis tiada henti dan di tengah malam itu saya dan suami langsung membawanya ke rumah sakit. ATTA mengalami apa yang pernah alami saat kecil. Yaitu step. Dokter bilang step bisa diturunkan dan saya mewariskan penyakit saya saat saya kecil ke anak pertama saya. Sedih rasanya. Kenapa anak saya harus mengalami seperti yang saya alami dulu. lebih baik sakitnya anak saya dipindahkan saja ke saya. Anak sekecil itu kenapa harus diinfus. Sudah 4 kali sejak saat itu, ATTA keluar masuk rumah sakit karena gejala yang sama. Dan penyakit ini tidak bisa sembuh sebelum usianya 6 tahun. Sama persis seperti saya dulu. Dijaga saja agar tidak demam tinggi. Masalahnya ATTA termasuk anak yang mudah demam kalau badannya apek sedikit. Suami pun langsung membeli termometer untuk jaga-jaga di rumah.
ALIA, adiknya ATTA ternyata juga pernah masuk rumah sakit. bahkan di usia yang lebih dini dari kakaknya. Yaitu 7 bulan. Untungnya bukan karena step tapi demam berdarah. Suami pun langsung membersihkan rumah dan menjaga rumah lebih bersih dari sebelumnya. Dia yang paling panik kalau anak sakit. ALIA keluar masuk rumah sakit 3 kali. Sedih rasanya. Kedua anak saya sudah pernah menjalani perawatan rumah sakit di usia mereka yang masih bayi. Suami juga pernah masuk rumah sakit karena operasi mata.
Melihat mereka sakit adalah kesedihan mendalam bagi saya. Karena itulah kesehatan sangat penting bagi saya. Melihat suami dan anak-anak selalu sehat adalah kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
4. KELUARGA DAN TEMAN YANG MENDUKUNG

Saya termasuk anak sulung dari 5 bersaudara. Sementara suami anak bungsu dari dua bersaudara. Sayangnya kakak ipar saya sudah meninggal, sehingga suami saya seorang diri seakan jadi anak tunggal. Mempunyai keluarga besar membuat saya beruntung karena saya tidak merasa sendirian. Belum lagi mempunyai teman dan sahabat yang mendukung. Itulah kebahagiaan lain bagi saya. Dukungan yang diberikan keluarga dan sahabat, terutama di kala kita susah maupun senang lebih berharga daripada apapun di dunia ini.
Hidup itu seperti roda yang terus berputar. Ada kalanya kita ada di atas dan merasa senang. Namun di satu titik, kita pasti pernah merasakan kesusahan dan butuh pegangan. Saat itulah peran keluarga dan sahabat sangat kita perlukan. Karena dengan uluran tangan mereka, membuat saya merasa bisa bangkit lagi dan membenahi apa yang salah di hari kemaren. Terima kasih mama, adik-adikku, sahabat-sahabatku. KHOLIL yang selalu ceria dan lucu, FURCHAN si mister problem solving, BUDI si mungil nan jenius, ANNA si tuan putri yang baik hati, NAIN dan ILUL teman yang ceria dan menyenangkan. Kalian sahabat terbaik yang pernah saya punya.
5. REJEKI YANG MENGALIR
Rejeki tidak harus berupa uang. Meskipun memang yang mau saya bicarakan adalah soal uang. Yach, uang dari hasil penghasilan saya bekerja sebagai penulis skenario. Uang hasil penghasilan suami bekerja di kantornya. Dan uang yang mungkin “tiba-tiba jatuh dai langit” untuk saya. Hehe…
Saya tidak memungkiri jika rejeki yang mengalir lancar menjadi suatu kebahagiaan tersendiri bagi saya. Karena saya bisa membeli kebutuhan saya dan keluarga dengan baik. Jika rejeki seret, membuat kebutuhan jadi tidak terpenuhi dan itu membuat saya menangis. Bagaimana tidak menangis jika anak minta dibelikan kue, tapi sebagai orang tua saya tidak bisa membelikannya.
Keinginan orang tua memang selalu ingin memenuhi keinginan anaknya. Tapi jika ketika rejeki tidak lancar, apa mau dikata. Namun perhatian dari suami dan keceriaan anak-anak membuat masalah menjadi lebih mudah diatasi. Bukankah rejeki itu ada 8 macam. Yaitu rejeki yang dijamin, rejeki karena usaha, rejeki karena bersyukur, rejeki yang tidak terduga, rejeki karena istighfar, rejeki karena menikah, rejeki karena anak dan rejeki karena sedekah. Kemudahan ketika mendapatkan sesuatu juga merupakan rejeki loh. Karena itulah saya selalu menekankan diri saya dan keluarga untuk selalu bersyukur atas apapun yang kita terima. InsyaALLAH dengan bersyukur, rejeki kita akan ditambah. Amin…
Nah, itu dia 5 kebahagiaan sederhana yang saya rasakan. Bagaimana dengan bahagia versi kamu?
Salam sayang,
Wahyuindah
DAY27#BPN30dayChallenge2018

