
Nonton film ?
Enaknya nonton di laptop yang layarnya detail, akurasi warnanya bagus, enak dipandang lama-lama, fast respon dan gak lemot. Suaranya yang menggelegar dan bikin gemetar pasti membuat acara nonton film di laptop berasa seperti di bioskop.
Kalau laptopnya biasa saja gimana? Ya udah deh gak apa-apa. Yang penting bisa nonton film ramai-ramai bersama adik kakak, atau teman-teman. Kalau nonton film sendirian juga tak masalah sih. Asalkan hati senang dan bukan film horror.
Kenapa? Soalnya saya penakut. Kalau nonton film horror, harus ramai-ramai sama bawa bantal buat nutupi muka agar tidak melihat adegan hantu nongol tiba-tiba. Takut.
Untunglah saya bukan satu-satunya orang yang bawa bantal atau penutup wajah saat menonton film horror. Adik saya bahkan menutupi telinganya saat nonton film horror. Katanya yang membuat film horror seram bukan pada saat hantunya keluar. Tapi pada musiknya yang menyeramkan.
Coba kalau musiknya diganti ceria, kesan horrornya pasti hilang. Kalau dipikir-pikir, benar juga loh.
Contohnya film Hotel Transylvania. Meskipun dikemas dalam bentuk kartun, tapi hotel Transylvania menceritakan tentang keluarga Dracula yang membangun hotel untuk tempat istirahat para setan dan hantu. Drac, pemilik hotel sengaja menjauhkan manusia dari tempat itu dan membuat hotel seseram mungkin.
Banyak manusia yang memang menghindari Hotel Transylvania yang dari luar nampak seram. Tapi hal tersebut tidak berlaku bagi Johny, si manusia nyentrik berambut keriting yang justru penasaran dengan suasana hotel Transylvania. Johny bahkan tidak takut dengan para hantu dan menikahi Mavis, putri Dracula yang berusia 118 tahun.
Ide briliian yang menurut saya keluar dari jalur. Penulis naskahnya juga hebat, karena bisa membuat adegan seram yang tak terlihat menyeramkan. Bahkan dialog-dialognya lucu, menghibur dan penuh drama. Kok bisa sempurna begitu sih.
Daftar Isi
- 1 Film Lebih Dari Hiburan
- 2 Film yang Cerdas Mendidik Penonton Jadi Cerdas
- 3 Laptop Sebagai Media Belajar Tentang Film
- 4 Sinar Biru Pada Laptop dan Bahayanya Bagi Kesehatan Mata
- 5 Menonton Film Tanpa Monoton Dengan ASUS VivoBook Ultra 15 OLED yang sudah divalidasi Pantone
- 6 Alasan Tepat Kenapa Harus Pakai ASUS VivoBook Ultra 15 OLED
- 7 Kesimpulan
Film Lebih Dari Hiburan

Bagi kebanyakan orang, film bisa menjadi hiburan di kala waktu senggang atau saat ingin refreshing otak atau sedang ingin berkencan dengan pasangan. Bagi saya, film lebih dari itu.
Film memberikan banyak pengetahuan bagi saya. Baik pengetahuan soal persahabatan, pertemanan, kehidupan rumah tangga, urband legend, legenda di suatu daerah dan pengetahuan lainnya.
Pengetahuan seperti ini penting bagi seorang introvert seperti saya yang susah bergaul. Berbeda dengan orang-orang ekstrovert yang lebih bisa terbuka dan nyaman ketika bertemu orang baru.
Seorang introvert lebih nyaman menyendiri dan mencari cara untuk bisa berkomunikasi dengan dunia luar. Cara saya adalah dengan menonton film dan membagi pengetahuan yang saya dapatkan dalam bentuk tulisan. Baik naskah skenario maupun artikel di blog.
Kecintaan saya terhadap film membuat saya banyak berpendapat terhadap karya film. Seperti film Laskar Pelangi yang membuat saya kecewa pada bagian lomba cerdas cermat tingkat sekolah dasar.
Di dalam novelnya, Lintang digambarkan sangat sempurna dan bisa menjawab semua pertanyaan dan tidak menyisakan satu pun jawaban yang benar bagi tim lainnya. Namun di filmnya, soal cerdas cermat dibuat seperti layaknya soal anak SD yang begitu mudah.
Atau film harry potter yang bagi saya lebih seru di novelnya. Sementara di filmnya banyak adegan yang dipotong. Bagi yang belum membaca novelnya, film harry potter terlihat sangat seru dan mengasyikkan. Tapi percayalah, kalau kamu membaca novelnya. Keseruan itu lebih terasa saat membaca novelnya yang terasa lebih hidup.
Saya juga belajar dari film The DaVinci Code yang banyak flashbacknya, namun filmnya tetap bisa dinikmati dengan baik. Saya jadi berpikir, bagaimana cara membuat naskah dengan banyak flashback begitu.
Dari berbagai pertayaan dan pemikiran saat menonton film itulah, saya jadi berkeinginan untuk membuat adegan seperti yang ada di dalam film. Jika menurut saya kurang menarik, saya ingin membuat adegan begini begitu sesuai dengan keinginan saya.
Keseruan membuat adegan sendiri tersebut terealisasikan saat saya menggarap serial Azab, Pintu berkah dan Kisah Nyata yang tayang di salah satu stasiun swasta Indonesia. Sebelumnya saya juga menulis naskah FTV tentang percintaan remaja di stasiun tv swasta yang lain.
Untuk membuat naskah yang bagus itulah, saya membutuhkan banyak referensi film untuk ditonton. Dari beragam film yang berkesan itu, saya mengamati alurnya, bagaimana point of viewnya, bagaimana membuat adegan yang membuat penontonnya suka, bagaimana membuat konflik yang disukai penonton dan lainnya.
Sesekali saya menonton film di bioskop. Tapi untuk melihat puluhan hingga ratusan film, tidak mungkin rasanya saya harus ke bioskop terus. Selain menguras kantong, pergi ke bioskop juga membutuhkan waktu tertentu dan hanya bisa melihat satu film sekali masuk gedung.
Itulah sebabnya saya lebih suka menonton film lewat laptop. Selain karena lebih terjangkau, saya bisa menonton banyak film di waktu yang lebih fleksibel. Saya juga bisa mengulang menonton film jika saya butuh menonton ulang untuk mempelajari film tersebut.
Film yang Cerdas Mendidik Penonton Jadi Cerdas

Benar sekali, karena film yang cerdas membawa misi tertentu yang disampaikan ke penontonnya. Misi tersebut mengandung pengetahuan yang membuat penontonnya dapat pemahaman baru tentang sesuatu. Seperti pemahaman saya mengenai film horror Indonesia.
Dulu saya tidak begitu suka dengan film horror Indonesia. Alasannya karena terlalu menyeramkan. Berbeda dengan horror luar negeri yang kebanyakan mengagetkan saja. Meskipun ada juga sih horror luar negeri yang menyeramkan dan saya tidak berani nonton.
Bagi saya setan Indonesia lebih menyeramkan daripada setan luar negeri. Mungkin karena di Indonesia lebih kuat daya mistiknya. Ditambah lagi kalau gambar dalam film terlihat bersih dan jelas, makin menjerit penontonnya saat setannya keluar kandang.
Saya jadi sering bertanya-tanya, bagaimana sih membuat adegan menyeramkan yang membuat penonton ikut merasakan keseraman dari film yang dilihat.
Dari sekian banyak film horror Indonesia yang memunculkan setan, saya lebih tertarik dengan film Jelangkung garapan Rizal Mantovani. Berlanjut dengan Pengabdi Setan dan Perempuan Tanah Jahanam garapan Joko Anwar.
Di mata saya, film garapan Rizal Mantovani dan Joko Anwar tersebut termasuk film yang cerdas karena mengusung beberapa kriteria seperti berikut ini :
Ada Alur Cerita yang Jelas
Film yang bagus menurut saya adalah yang memiliki alur cerita jelas dan bisa diikuti dari awal sampai akhir. Saya mendapatkan film seperti itu dari film Hollywood favorit saya. Sebut aja Magnificent Seven, The Great Wall, Aladin, bahkan Moana yang dikemas dalam bentuk kartun.
Alur cerita yang jelas membuat penonton paham apa yang diceritakan di dalam film. Joko Anwar memberikan alur yang jelas tersebut dalam film Pengabdi Setan dan Perempuan Tanah Jahanam.
Ada alur maju dan mundur, tapi saya masih bisa mengikuti alur yang dibuat. Penulisnya membuat cerita flashback dengan sangat bagus dan cerdas.
Ada Sebab Akibat Tokoh Berbuat Sesuatu
Tokoh ibu dalam film Pengabdi Setan diceritakan meninggal setelah 3 tahun menderita penyakit aneh. Setelah meninggal, ibu muncul lagi di rumahnya untuk menjemput anak-anaknya.
Rini sebagai anak tertua akhirnya mengetahui masa lalu si ibu yang ternyata membuat perjanjian dengan setan pada masa mudanya dulu. Ada sebab akibat kenapa ibunya muncul lagi.
Sebab akibat juga ada di film Perempuan Tanah Jahanam. Maya yang bekerja di gerbang tol memutuskan pergi ke desa tempatnya lahir bersama sahabatnya, Dini.
Keinginan Maya itu didasarkan pada kesulitan ekonomi yang dialaminya. Harapannya agar Maya tidak miskin lagi begitu mendengar orangtuanya berasal dari keluarga kaya di desa. Ada warisan untuknya yang ditinggalkan di sana.
Sebab akibat ini membuat cerita berjalan masuk akal dan menggiring penonton untuk memahami keadaan si tokoh.
Tokoh Muncul di Saat yang Tepat
Saya kagum dengan bagaimana cara Joko Anwar menempatkan setan dalam filmnya horornya. Setannya tidak tba-tiba nongol.
Ada moment yang tepat dimana setan harus muncul. Seperti ibu di pengabdi setan yang meneror anaknya, atau saat Maya di film Perempuan Tanah Jahanam melihat anak kecil yang berdiri di pinggir hutan.
Kemunculan setannya juga punya tujuan, tidak hanya menakut-nakuti saja. Tapi ada pesan yang ingin mereka sampaikan.
Penggambaran Suasana Masuk Akal
Pengabdi setan nampak begitu menyeramkan. Setelah ditelurusi ternyata ibunya termasuk pemuja setan selama ini. Anak-anaknya juga tidak pernah sholat. Pantas saja jika hawa negative nampak begitu kental di suasana rumah.
Desa tempat Maya dilahirkan juga nampak aneh dan terpencil. Dikisahkan bahwa desa tersebut terkutuk karena kelahiran Rahayu. Anak Dalang paling kaya di desa, yang ternyata memuja setan untuk menyelamatkan Rahayu yang lahir tanpa kulit. Suasana desa dibangun semisterius mungkin.
Penggambaran suasana dalam cerita yang disesuaikan dengan jalannya cerita inilah yang membuat cerita sangat masuk akal. Beda lagi kalau si ibu si pengabdi setan tinggalnya di kota dan para tetangganya termasuk rajin ibadah. Suasana seramnya tidak akan muncul. Kurang mengena.
Latar belakang tokoh, setting dan alur sangat mempengaruhi jalannya cerita bagus atau tidak dalam sebuah film. Saya mengamati ini setiap kali menonton film. Meramunya untuk kemudian membuat formula serupa agar dapat menulis dengan tepat sasaran.
Membawa Pesan yang Kuat
Baik Pengabdi Setan maupun Perempuan Tanah Jahanam, bagi saya berhasil membawa pesan yang kuat. Bahwa apapun yang dilakukan melalui perjanjian dengan setan akan berakibat fatal bagi orang lain.
Saya bisa bilang bahwa Joko Anwar berhasil membuat saya yang sebelumnya tidak suka horror Indonesia, jadi jatuh cinta. Ada kisah masuk akal di dalamnya yang membuat saya paham dengan apa yang dialami tokoh-tokohnya.
Saat ini makin banyak film cerdas yang bermunculan dengan memberikan edukasi kepada penontonnya. Secara tidak langsung, penontonnya pun jadi makin cerdas karena diberi pengetahuan oleh film yang ditontonnya.
Laptop Sebagai Media Belajar Tentang Film

Dari menonton film, saya menemukan banyak hal yang bisa dipelajari. Itulah kenapa saya tertarik untuk menjadi penulis naskah skenario. Karena saya bisa lebih bersyukur dan mengerti arti kehidupan. Saya bisa belajar kehidupan rumah tangga, persahabatan, kekeluargaan dan lain sebagainya lewat film.
Tiada hari tanpa laptop adalah istilah yang tepat untuk menggambarkan betapa pentingnya laptop bagi saya. Selain untuk menonton film dan menulis naskah skenario, kegiatan saya sekarang bertambah dengan menulis artikel di blog. Masalahnya ada ketakutan bagi saya jika berlama-lama di depan layar laptop, seperti :
Harus Terhubung ke Listrik jika Menulis Dalam Waktu Lama
Baterai laptop biasanya hanya bertahan antara 4 sampai 5 jam. Lebih dari itu harus dihubungkan ke colokan listrik. Makanya jika menulis di café atau tempat terbuka lainnya, saya harus mencari yang ada colokan listriknya. Tidak efisien banget kan. Maunya pakai laptop yang tahan lama baterinya.
Saat menulis di rumah pun, laptop saya tidak lepas dari colokan listrik. Kalau tidak begitu, laptop bisa tak bertahan lama. Mati tiba-tiba saat sedang asyik menulis atau menonton film. Bete.
Gambar Film di Laptop Kurang Tajam
Layar laptop biasanya menampilkan gambar yang B saja. Meskipun menonton film di laptop bagi saya seperti menonton di bioskop, tapi tetap saja lebih bagus menonton di bioskop yang warnanya lebih tajam dan suara menggelegar.
Makanya ingin rasanya menonton film di laptop dengan gambar yang tajam, kaya warna, dan suara jernih layaknya di bioskop. Pasti acara menonton jadi lebih menyenangkan.
Harus Sabar dengan Loading Lama
Saya termasuk orang yang susah membangun mood. Makanya setiap kali membuka layar laptop, saya diamkan dulu beberapa saat atau saya tinggal kemana dulu sampai layar laptop benar-benar menyala. Maklum laptop butuh loading dulu sebelum bisa digunakan dengan baik dan benar.
Saya jadi berpikir kalau ada laptop yang loadingnya cepat pasti mempengaruhi mood saya juga. Jadi cepat dan good mood terus.
Memori Kecil dan Mudah Penuh
Saya suka menyimpan film di laptop. Masalahnya sekarang harus saya hapus beberapa karena memori laptop yang hampir penuh. Sedih kan karena semua film kesukaan.
Coba ada laptop yang memorinya banyak dan bisa dipakai untuk menyimpan film dan dokumen video. Pasti menyenangkan.
Mata Sering Lelah Hingga Rusak
Saya memakai laptop bisa lebih dari 10 jam sehari. Bahkan bisa seharian ketika kerjan menulis naskah atau artikel blog sedang diburu deadline. Bisa dibayangkan betapa lelahnya mata saya karena menatap layar laptop terus menerus.
Belum lagi jika saya ingin menonton film di laptop. Maksud hati ingin refreshing dari kerjaan menulis. Menonton film bisa membuat pikiran lebih fresh dan mendapat input baru dari pesan yang tersampaikan dalam film. Tapi tetap saja kan mata menatap layar laptop lagi.
Akibat seringnya menatap layar laptop, mata saya yang dulunya normal sekarang jadi silinder. Kepala kadang pusing dan pandangan buram saat melihat benda jarak jauh.
Mata saya rusak dan akhirnya paka kacamata. Dulu sering saya pakai kacamatanya, sekarang jadi malas.
Sinar Biru Pada Laptop dan Bahayanya Bagi Kesehatan Mata

Sinar biru adalah spectrum cahaya yang muncul dari cahaya yang dihasilkan oleh barang elektronik seperti laptop, tv, smartphone, tablet dan benda elektronik lainnya. Fungsinya adalah untuk meningkatkan ketajaman gambar dan kecerahan layar.
Sayangnya sinar biru ini juga mengeluarkan radiasi yang bisa merusak kesehatan mata jika diserap terlalu banyak.
Beberapa gangguan yang disebabkan oleh sinar biru diantaranya :
Mata Lelah
Mata lelah dikenal juga dengan sebutan digital eye strain. Ciri-cirinya yaitu pandangan mata menjadi kabur, susah untuk konsentrasi dan fokus pada sesuatu, mata jadi iritasi dan terasa kering, sakit kepala, leher hingga sakit punggung.
Kita bisa mengistirahatkan mata sejenak dari layar laptop untuk mengurangi mata lelah. Namun kebutuhan untuk tetap bekerja di depan layar laptop membuat mata lelah lebih sering menyerang kita. Mau tak mau, mata yang sudah diistirahatkan, akan dipaksa menatap layar laptop lagi.
Sulit Tidur
Paparan sinar biru yang berlebihan, rupanya bisa menurunkan produksi hormon melatonin dalam tubuh. Hormon ini bertugas untuk mengatur siklus tidur seseorang. Jika sering terpapar sinar biru terlalu banyak, kita akan jadi sulit tidur bahkan insomnia.
Gejala lain yang bisa timbul akibat gangguan tidur ini adalah obesitas, depresi dan juga gangguan bipolar. Pantas saja saya kadang merasa stress berkepanjangan sampai burnout karena terlalu lama berada di depan layar laptop. Untung saja belum sampai terkena gangguan bipolar. Jangan sampai ya Allah.
Mata Rusak
Sebuah studi yang dilakukan di Harvard University menyebutkan jika sinar biru merupakan sinar yang paling berbahaya bagi retina mata.
Spektrum dari sinar biru ini terbukti dapat membentuk reaksi partikel oksigen yang memecah reaksi fotokimia dalam sel retina.
Reaksi inilah yang menyebabkan titk fokus pada sel retina berubah. Bisa lebih maju di depan retina atau di belakang retina. Akibatnya daya pandang jadi berkurang. Mata kita pun jadi minus, plus bahkan silinder.
Lebih dari itu, sinar biru juga bisa memicu katarak sampai hilangnya penglihatan jika efek rusaknya sudah terlalu parah. Ngeri kan.
Sebenarnya keberadaan sinar biru yang bisa mengganggu kesehatan mata ini sudah disadari oleh 68,10% masyarakat Indonesia.
Survey yang dilakukan oleh Detik Network bekerjasama dengan ASUS, melibatkan 500 responden dari latar belakang, profesi dan usia yang berbeda. Dari hasil sirvey tersebut, didapatkan fakta bahwa 47,30% masyarakat Indonesia sudah terbiasa menghabiskan waktu antara 5-10 jam di depan layar laptop.
Sinar cahaya yang masuk ke mata sebenarnya bukan hanya sinar biru saja. Ada beragam warna yang disaring di retina mata. Namun sinar yang memiliki dampak merusak adalah jenis sinar biru.
Beberapa spectrum sinar biru dan sinar lainnya ditunjukkan dalam diagram yang diambil dari sebuah penelitian bertajuk “Blue Light Hazard : New Knowledge, New Approaches to Maintaining Ocular Health” oleh Essilor America yang dilakukan tahun 2013.

Dalam laporan tersebut, dijelaskan bahwa tidak semua sinar biru memiliki efek merusak yang sama. Efek rusak ini dilihat dari panjang gelombang sinar birunya.
Hanya sinar biru yang memiliki spectrum antara 415 nm sampai 455 nm yang memiliki efek rusak paling tinggi. Sementara sinar biru dengan spectrum sinar biru di bawah itu masih dibilang aman.
Solusi untuk mengatasi paparan sinar biru yang berbahaya untuk mata adalah dengan membuat mata hanya menerima sinar biru yang masih aman untuk mata. Sehingga efek jangka panjangnya bisa dihindari.
Menonton Film Tanpa Monoton Dengan ASUS VivoBook Ultra 15 OLED yang sudah divalidasi Pantone

Kebutuhan akan laptop saat ini semakin meningkat seiring banyaknya praktek Work From Home maupun Pembelajaran Jarak Jauh. Masyarakat Indonesia pun semakin cerdas dalam memilih laptop untuk keperluan sehari-hari.
Hal ini terbukti dari 80,20% masyarakat Indonesia dari 500 responden yang diambil oleh Detik Network bekerjasama dengan ASUS. Dari hasil survey diketahui bahwa masyarakat Indonesia memperhatikan kualitas detail warna dan visual layar saat membeli laptop
ASUS menjawab kebutuhan masyarakat dengan menampilkan trend layar OLED yang saat ini sudah mulai diramaikan di jajaran laptop modern. Hal ini berkenaan dengan kesadaran masyakarat Indonesia mengenai keamanan mata saat mencari laptop untuk bekerja.
Teknologi OLED dari ASUS ini mengusung tentang keunggulan ASUS dalam memberikan tampilan visual terbaiknya. Lebih dari itu, teknologi ASUS OLED juga berperan dalam menjaga kesehatan mata penggunanya. Jadi menatap layar laptop dalam waktu yang lama, tidak akan sampai merusak mata.

ASUS VivoBook Ultra 15 OLED diperkenalkan dalam jajaran laptop ASUS melalui acara bertajuk “ASUS OLED Lauch – See The Difference with ASUS OLED”
Menurut Jimmy Lin selaku ASUS Regional Director Southeast Asia, kehadiran ASUS VivoBook Ultra 15 OLED termasuk inovasi ASUS yang memberikan performa lebih pada inovasi teknologi visual yang ada pada layar laptop.
Inovasi ini membawa pengalaman lebih melalui visual yang kaya, warna yang akurat, dan aman untuk kesehatan mata. Pas banget kan dengan kebutuhan saya yang berjam-jam menatap layar laptop.
Penasaran dengan maksud dari pak Jimmy Lin tentang teknologi yang ada pada layar laptop ASUS VivoBook Ultra 15 OLED. Ini dia beberapa keunggulannya :
Kaya Warna dan Akurat

orang yang mencintai dunia perfilman, tampilan gambar dengan warna yang tingkat akurasinya tinggi sangatlah diperlukan.
Gambar yang tajam dengan warna yang jelas serta akurat membuat orang semakin betah memandangnya. Biasanya tingkat ketajaman tersebut adanya di industri perfilman yang memang membutuhkan detail warna yang kaya dan akurat.
ASUS VivoBook Ultra 15 OLED rupanya juga mengadopsi keakuratan tersebut ke dalam teknologi layar laptopnya. Tingkat reproduksi warnanya tinggi dan akurat yaitu 100% warna pada color space DCI-P3, atau setara dengan 133% warna yang ada pada color space sRGB.
Banyaknya warna pada layar laptop ASUS OLED ini sudah sesuai standart di industri perfilman. Wow banget kan.
Kalibrasi warnanya juga sangat akurat dan sudah mendapatkan sertifikat PANTONE Validated Display. Sehingga warna yang muncul pada layar laptop sangat jernih dan jelas. Kaya warna dan tidak membuat bosan siapapun yang memandangnya.
Lebih Aman Untuk Kesehatan Mata

Kesehatan mata adalah bagian paling penting ketika menggunakan laptop untuk bekerja. Karena bagaimanapun juga, layar laptop mengeluarkan radiasi sinar biru yang bisa merusak mata jika digunakan dalam jangka waktu yang lama.
ASUS VivoBook Ultra 15 OLED memiliki fitur Eye Care yang gunanya untuk mengurangi paparan radiasi sinar biru pada layar laptop sampai akurasi 70%.
Selain itu ASUS OLED juga tetap bisa mempertahankan kualitas reproduksi serta akurasi warnanya, sehingga tampilan warna di layar laptop tetap bagus dan jernih. Caranya dengan menggeser spectrum biru pada ASUS OLED tanpa mengurangi kualitas gambar dan akurasi warnanya.
Metode yang diterapkan ASUS OLED ini sudah mendapatkan sertifikat Low Blue Light dan Flicker Free dari TUV Rheinland. Keren kan.
Tampilan Tetap Jernih Pada Kecerahan Rendah

Biasanya kualitas gambar akan menurun ketika kecerahannya diturunkan. Wajar karena tingkat kecerahan pada layar ditentukan oeh teknologi 2D color gamut yang membuat tampilan gambar lebih terlihat jelas pada kecerahan yang tinggi. Begitu juga sebaliknya, kualitas gambar menurun saat kecerahannya rendah.
Layar laptop ASUS OLED sudah setingkat lebih maju dengan kehadiran 3D color gamut yang menambahkan faktor iluminasi. Gunanya untuk mengukur color volume secara keseluruhan. Total color volume pada layar laptop ASUS OLED adalah 60% lebih besar daripada layar laptop pada umumnya.
Color volume yang lebih luas ini tentu saja memberikan ruang untuk repoduksi warna lebih banyak dan rentang kecerahan yang lebih luas. Sehingga pada kecerahan yang rendah, warna yang dihasilkan tetap banyak dan jernih.
Detail Warna dan Visual Terbaik

Layar laptop ASUS VivoBook 15 OLED mempunyai rasio kontras warna hingga 1.000.000 : 1. Dengan jutaan lampu LED yang berukuran sangat kecil, membuat layar laptop ASUS OLED mampu membuat warna hitam sempurna dengan kontras yang sangat tinggi.
Itulah kenapa warna gambar pada layar laptop ASUS OLED terlihat sangat segar dan cerah.
Kita juga bisa menikmati beragam konten multimedia dengan format HDR yang sempurna. Keunggulan dalam hal kontras tinggi ini mendapatkan sertifikat Display HDR 500 True Black dari VESA. Mantap benar bukan.
Visual Lebih Jelas Tanpa Efek Blur

Paling sebal kalau kita sedang menonton film terus ada gambar yang blur. Layar ASUS OLED sudah dilengkapi dengan response time yang super kencang yaitu 0,2 ms atau setara dengan 50 kali lebih kencang dari layar laptop pada umumnya.
Kecepatan gambar yang ditampilkan oleh ASUS OLED ini memberikan ketajaman dan detail yang tinggi. Sehingga pada film action atau film yang ada gerak cepatnya, akan terlihat jelas. Gak ada lagi gambar blur. Asyik kan.
Alasan Tepat Kenapa Harus Pakai ASUS VivoBook Ultra 15 OLED

Saya semakin terkesima dengan ASUS OLED atau ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513) ini. Karena ternyata teknologi pada layar laptopnya benar-benar memanjakan mata.
Nonton film atau bekerja seharian dengan menggunakan laptop ASUS OLED tak khawatir lagi bikin mata perih dan lelah.
Selain keunggulan pada layarnya, laptop ASUS OLED juga punya kelebihan yang membuat saya harus punya. Karena sangat berkaitan dengan kegiatan menulis saya yang membutuhkan banyak waktu dengan laptop. Beberapa kelebihan yang saya maksud tersebut diantaranya :
Dilengkapi Windows 10 Home
Windows 10 home sudah terpasang di laptop ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513). Seiring perkembangan teknologi, window 10 home memberikan banyak fitur dengan berbagai kompabilitas terbaik yang mendukung pekerjaan kreatif saya. Seperti Microsoft office, fitur edit gambar dan fitur lainnya yang lebih modern dari windows pendahulunya.
Keberadaan windows 10 home ini tentu saja membantu saya lebih produktif dalam menghasilkan tulisan dan juga naskah. Pekerjaan bisa cepat selesai. Belum lagi tingkat keamanan yang terjaga.
Tak perlu kata sandi untu masuk. Sudah ada sistem pembaca sidik jari untuk membuka laptop. Jadi naskah atau dokumen penting di dalamnya, akan lebih terjaga jika menggunakan ASUS VivoBook Ultra 15 OLED ini.
Gratis Office Home dan Student 2019 Seumur Hidup
Aplikasi office termasuk aplikas wajib yang harus ada dalam setiap laptop. Karena fungsinya yang berkaitan dengan tulis menulis.
Betapa leganya saya melihat bahwa ASUS VivoBook Ultra 15 OLED ini sudah dilengkapi dengan office home dan student 2019 yang bisa diakses seumur hidup.
Tak tanggung-tanggung, fitur officenya 100% aplikasi office asli. Dengan demikian software akan mendapatkan pembaruan keamanan secara rutin. Akibatnya perangkat, program maupun data kita akan terjaga lebih aman.
Hemat Daya dengan Spesifikasi Modern
Ini yang membuat saya yakin harus punya laptop ASUS VivooBook Ultra 15 OLED. Tenaga mesin di dalamnya sudah prosesor 11th Gen Intel Core (tiger Lake) yang menghadirkan keseimbangan performa dan responsivitas dalam platform berdaya rendah.
Teknologi modern ini dibuat berdasarkan teknologi proses 10 nm generasi ketiga yang memiliki konsumsi daya yang optimal. Mau memakai laptop seharian pun, tak perlu bingung nyari colokan listrik.
Hemat energi dan juga baterai, bu ibu. Gimana gak gemes saya.
Laptop ASUS VivoBook Ultra 15 OLED ini idaman banget karena saya pasti bisa “me time” bareng laptop tanpa terganggu baterai mati tiba-tiba saat asyik mengetik, atau saat menonton film di laptop. Pasti bête kan kalau tiba-tiba layar mati di tengah jalan karena kehabisan baterai.
Konsumsi daya yang rendah dari laptop ASUS OLED ini tak lepas dari peran ASUS Intelligent Performance Technology (AIPT).
Teknologi ini mampu meningkatkan performa laptop hingga 40% dan membuat konsumsi daya dari penggunaan laptop jadi lebih rendah. Kita bisa memakai laptop seharian dengan baterai yang tahan lama. Tak mudah berkurang baterianya. Enak kan.
Selain prosesor yang sudah sangat modern, laptop ASUS OLED juga punya memori DDR4 RAM dan penyimpanan berupa PCle SSD.
Penyimpanan modern ini punya kecepatan baca tulis yang lebih cepat dari HDD pada umumnya. Jadi bisa dibayangkan kan, aplikasi dalam laptop ASUS OLED kecepatan loadingnya tinggi. Anti lemot dan bisa menyimpan banyak dokumen penting termasuk film.
Dapat di-Upgrade
Mau menyimpan banyak video dan membutuhkan memori yang lebih besar. Tenang, laptop ASUS VivoBook Ultra 15 OLED ini menyediakan fasilitas upgrade.
Ada 2 jenis upgrade yang bisa dilakukan, yaitu upgrade kapasitas RAM melalui satu slot SO-DIMM DDR4 atau menambah kapasitas penyimpanan dengan 2.5” SATA SSD atau HDD di laptop ASUS OLED.
Enaknya lagi, ASUS VivoBook Ultra 15 OLED ini akan mendapatkan upgrade sistem operasi windows 11 tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan. Asyik kan.
Harga Terjangkau
Terpukau dengan segala kelebihan laptop ASUS VivoBook Ultra 15 OLED yang serba canggih dan membuat mata sehat. Mengira harganya pasti mahal karena performanya yang bagus banget.
Tenang, Laptop ASUS VivoBook Ultra 15 OLED ini ternyata hanya diberandol dengan harga Rp. 8.599.000 saja loh. Gak sampai 10 juta untuk mendapatkan laptop dengan performa juara seperti ini. Makin ngiler kan saya.
Kesimpulan
Laptop ASUS VivoBook Ultra 15 OLED pasti bikin acara menonton saya jadi tidak monoton. Seru dan berwarna. Saya jadi lebih enjoy dalam menikmati film. Kalau sudah nyaman begitu, ide bisa muncul tiba-tiba loh. Bisa jadi bahan tulisan kan akhirnya.
Laptop ASUS VivoBook Ultra 15 OLED bakalan membuat saya makin produktif dan sehat. Seperti kata Fiersa Besari dalam lagunya berjudul Bukan Lagu Laptop Biasa.
Yuk kenalan lebih lanjut tentang laptop ASUS OLED.
Bukan Lagu Laptop Biasa
Ciptaan: Fiersa Besari
Kawan, izinkan aku bercerita
Teknologi yang bikin jatuh cinta
Menatapnya seperti menatap semesta
Ini layar bukan sembarang layar
Ampuh mengobati hati yang ambyar
Cahayanya bisa membuat mata berbinar (Mari kujelaskan)
Tengoklah kontras, detail mengagumkan
Respons cepat tidak seperti (uhuk) gebetan
Hari-hari jadi lebih menyenangkan
Kita bisa produktif berkarya
Hidup sehat, juga bahagia
Teknologi membuat semua lebih mudah
Raih tanganku dan percayalah
Hidup ini akan lebih indah
Tinggalkan saja segala resah
Beralihkan pada ASUS OLED
Mantan membuatmu sulit tidur
Begitupun sinar biru menggembur
Tenang, ASUS takkan timbulkan gangguan tidur
Tidak usah lagi kau mencari
Sapa yang mampu mewarnai
OLED punya lebih banyak warna tuk kau pandangi
Sudah divalidasi oleh Pantone
Berarti akurat untuk editing dan nonton
Hari-hari jadi tidak monoton
**
Referensi :
https://hellosehat.com/mata/penyakit-mata/3-bahaya-akibat-paparan-cahaya-biru-dari-layar-gadget/


27 Comments. Leave new
Mata saya rusak akibat terlalu sering bekerja di depan komputer mba. 10 tahun saya ketergantungan dengan kacamata. Meskipun sekarang sudah lasik, tetap mata ini harus dilindungi biar gak kumat lagi. Untungnya sekarang sudah ada Asus yang ngerti banget sama kenyamanan penggunanya. Ada aja inovasinya, apalagi sudah punya sertifikat Low Blue Light dan Flicker Free dari TUV Rheinland. Aman banget untuk mata dan pastinya akan jadi lebih produktif kitanya
ASUS memang jago kalau soal inovasi ya mbak. Jadi pengen punya saya
Membaca, menelaah spesifikasi Asus Oled sebagai laptop memang kualifikasi mumpuni, bisa untuk mendukung pekerjaan biar lancar
serba guna ya kak laptop ASUS nya.
Asus OLED bagus juga ya buat pengguna nya.. bagus banget nih dilihat dari preview nya Kaka.. naxt kalo ada rezeki semoga bisa kebeli
Aaamin, makasih doanya kak
Bisa lama lama kalau nonton film kalau udh pakai asus oled ini jadi tidak akan membuat mata kita menjadi minus karena lama di laptop
bener. jadi pengen punya laptop yang bikin mata tetap sehat kayak ASUS OLED
menarik mbak, lebih nyaman nonton pakai ASUS Oled ya tidak membuat mata lelah karena ramah pada mata
mata jadi tetap sehat ya
menarik ulasannya mbak, lengkap banget, betah nonton ya jadinya kalau pakai laptop yang ramah dnegan mata ini
bener mbak. jadi pengen ASUS kan
Sepakat, menonton tak sekadar lihat film. Kepuasan akan didapat kalau peralatannya maksimal. Nonton Pakai ASUS OLED pasti maksimal karena teknologi layarnya memukau. Mudah-mudahan punya ASUS OLED ya Mbak..
Aaamin, sayangnya saya kalah pak guru. hehe. mudah mudahan dapat ASUS di rekeji yang lain
kalau saya sih lebih suka baca novelnya aja deh Mbak ketimbang nonton film yang diangkat dari novel karena pasti kisahnya bakalan penuh bumbu dan juga dipotong gak seperti aslinya lagi.
jadi mending klo mau nonton film ya, emang yang pure cerita film itu bukan dari novel, biar gak kecewa karena beda dari ekspektasi kita 😀
pakai laptop OLED ini jadi makin betah nonton film nanti nih apalagi layarnya jernih dan gak bikin sakit mata gini ya 🙂
bener, bikin mata sehat ya
Selama pakai laptop di masa pandemi ini memang ada masalah mata. Sering merasa lelah dan sepertinya minusku nambah, Tapi dengan laptop ASUS ini kayaknya masalah semacam ini jadi lebih kecil.
bener mbak
Ahha, setuju dan sependapat dengan mba Wahyu. Nonton film akan lebih asik dan dapat lebih menjaga kesehatan mata kalo nontonnya pake ASUS layar OLED yaa
betul
masalah umat saat ini karena harus menatap layar lebih lama dari biasanya adalah kesehatan mata. Menurut syaa ini sebuah penemuan jitu ya, layarnya bisa meminimalisir sinar biru. duh jadi pengen ganti asus oled
ganti mbak. ntar aku pinjam ya. wkwkwk
Pengen dong aku laptopnya.
Laptop ku juga asus tapi kayaknya layarnya belum oled apa yaaahhh
Buat yg ntn film dari laptop kayak aku harusnya laptopnya spek begini ini mbak
Pengen dong aku laptopnya…
Laptop ku juga asus tapi kayaknya layarnya belum oled apa yaaahhhh
Buat yg ntn film dari laptop kayak aku harusnya laptopnya spek begini ini mbak
beli mbak rin, dirimu kan sudah master. pantas lah dapat laptop yang ada olednya. hehe
ASUS Vivo Book ini udah paling tepat pastinya untuk menonton ya. Di rumah makin nyaman dipakai gak mikirin baterai yang cepat habis donk.
bener banget mbak