
Perawatan wajah memang membutuhkan yang namanya skincare. Bahkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, dibutuhkan skincare pagi dan skincare malam yang bahannya berbeda. Penggunaannya pun harus diperhatikan dengan seksama agar penggunaanya tepat.
Pemilihan skincare yang salah dapat mengakibatkan kurang sempurnanya perawatan yang dilakukan. Bahkan bisa jadi merusak wajah karena ada kandungan skincare yang ternyata tidak cocok di kulit wajah.
Itulah kenapa kita harus hati-hati memilih skincare dengan cara membaca betul-betul bahan aktif apa yang ada dalam ingredient skincare yang kita gunakan. Soalnya ada loh bahan aktif yang ternyata tidak boleh dipakai bersamaan. Jika dipakai bersamaan akan menimbulkan iritasi bahkan kerusakan pada kulit.
Daftar Isi
- 1 Bahan Aktif Skincare yang Tidak Boleh Dipakai Bersamaan
- 1.1 Glycolic Acid dan Azelaic Acid
- 1.2 Glycolic Acid dan Salicylic Acid
- 1.3 Vitamin C dan Peptide
- 1.4 Vitamin C dan Benzoyl Peroxide
- 1.5 Vitamin C dan Retinol
- 1.6 Vitamin C dan AHA/BHA
- 1.7 Vitamin C dan Niacinamide
- 1.8 Niacinamide dan AHA/BHA
- 1.9 BHA dan Benzoyl Peroxide
- 1.10 Retinol dan AHA/BHA
- 1.11 Retinol dan Asam Salisilat
- 1.12 Retinol dan Benzoyl Peroxide
- 1.13 Water Based dan Oil Based
- 1.14 Skincar dengan Bahan Aktif yang Sama
- 2 Penutup
Bahan Aktif Skincare yang Tidak Boleh Dipakai Bersamaan

Sebelum membahas bahan aktif skincare apa yang tidak boleh dipakai bersamaan, aku mau tanya nih sama pecinta skincare. Apa sih bahan aktif skincare yang menjadi idola teman-teman?
Kalau aku sih suka banget sama Niacinamide karena dapat mengontrol minyak berlebih dan memberikan kelembaban kulit. Vitamin C juga suka karena dapat memberikan efek kulit lebih cerah dan warna kulit merata. Nah, kalau retinol kabarnnya bagus untuk mengatasi tanda-tanda penuaan dini seperti fleks hitam dan kerutan.
Masalahnya teman-teman, kita tidak boleh asal memakai skincare dengan kandungan yang aku sebutkan di atas. Perhatikan bahwa ada bahan aktif yang meskipun secara individu atau pemakain tunggal dia memberikan efek yang baik pada kulit, tapi jika dipakai dengan skincare lain yang berbahan lain bisa menyebabkan iritasi bahkan ada yang sampai merusak kulit.
Itulah kenapa sekarang sudah saatnya teman-teman berpikir cerdas dengan mencari tahu bahan aktif apa saja sih yang tidak boleh dipakai bersamaan. Gunanya agar teman-teman lebih hati-hati dalam penggunaan skincare. Bukan karena skincarenya yang tidak cocok dengan kulit kita, bisa jadi kulit kita rusak karena tidak mencampur dua bahan aktif yang sebenarnya tidak boleh digabung penggunaannya.
Bahan aktif yang tidak boleh dipakai bersamaan tersebut yaitu :
-
Glycolic Acid dan Azelaic Acid
Glycolic acid memiliki fungsi untuk mengeksfoliasi serta meremajakan kulit. Sementara Azelaic Acid memiliki sifat anti mikroba, sehingga berguna untuk membersihkan kulit dari kotoran dan debu. Selain itu Azelaic Acid juga dapat digunakan untuk eksfoliasi kulit.
Jika kedua bahan aktif ini dipakai bersamaan, maka dapat mengakibatkan kulit terasa terbakar, mengelupas dan perih di kulit. Jadi jangan dipakai bersamaan ya agar kulitnya gak rusak.
-
Glycolic Acid dan Salicylic Acid
Glycolic Acid dan Salicylic Acid adalah bahan yang berfungsi untuk menghilangkan sel-sel kulit mati yang ada pada lapisan pertama kulit. Jika digunakan secara bersamaan, kedua bahan aktif tersebut malah akan mengikis kulit selain kulit mati. Bisa jadi kulit sehat yang ada di bawah sel kulit mati ikut terkikis. Jadinya kulit iritasi dan perih.
-
Vitamin C dan Peptide
Vitamin C berfungsi untuk mencerahkan kulit. Ketika vitamin C dipakai dengan peptide, maka efek mencerahkan kulit tidak akan terjadi karena peptide akan mengoksidasi kulit, sehingga kulit menjadi lebih gelap dari sekitarnya. Sama saja bohong dong.
-
Vitamin C dan Benzoyl Peroxide
Sama seperti Peptide, Benzoyl Peroxide dapat mengoksidasi kulit sehingga warna kulit menjadi lebih gelap dari sebelumnya. Sementara Vitamin C kan fungsinya untuk mencerahkan. Jika dipakai secara bersamaan, efek mencerahkannya tidak akan berfungsi dengan baik.
Kamu tetap bisa memakai kedua bahan aktif tersebut jika ingin hasilnya optimal ke kulit, yaitu dengan memakainya secara bergantian di lain hari. Misalnya vitamin C dipakai hari ini, maka Benzoyl Peroxide dipakai besoknya.
-
Vitamin C dan Retinol
Vitamin C bekerja dengan baik di lingkungan yang pH nya asam. Sementara Retinol bekerja maksimal pada lingkungan yang basa. Jika dipakai bersamaan, maka pH nya jadi netral, sehingga tidak memberikan efek apa-apa ke kulit. Alias sama saja bohong karena bahan aktifnya tidak bekerja optimal karena netral.
-
Vitamin C dan AHA/BHA
Vitamin C punya efek mencerahkan kulit. Sementara AHA/BHA berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati atau eksfoliasi kulit. Skincare dengan kandungan vitamin C aman dipakai setiap hari. Tapi kandungan AHA/BHA tidak dianjurkan dipakai setiap hari karena dapat membuat kulit iritasi. Biasanya dianjurkan dipakai 2 sampai 3 kali seminggu.
Jika kedua bahan aktif ini digabung atau dipakai bersamaan, maka kulit akan mengelupas dan iritasi. Untuk amannya, gunakan masing-masing bahan aktif di waktu yang berbeda. Misalnya vitamin C dipakai di pagi hari sebagai bagian dari skincare pagi dan AHA/BHA dipakai di malam hari sebagai bagian dari skincare malam.
-
Vitamin C dan Niacinamide
Niacinamide adalah zat aktif yang berfungsi untuk mengatasi peradangan jerawat. Sementara vitamin C berguna untuk mencerahkan dan melembabkan kulit. Jika kedua bahan aktif tersebut digabung atau dipakai bersamaan, maka niacinamide akan membuang semua sifat baik vitamin C dan membuatnya menjadi zat yang dapat memicu timbulnya jerawat
Makanya baca ingredient yang ada di dalam kemasan skincare ya. Jika ada bahan niacimamide, lalu di skincare lain ada bahan vitamin C. maka jangan digabung penggunannya. Dipisah saja ya agar kulit aman dari kemerahan dan jerawat.
-
Niacinamide dan AHA/BHA
Niacinamide merupakan bahan untuk mengatasi jerawat, sementara AHA/ BHA termasuk zat yang bagus untuk eksfoliasi kulit. Jika kedua bahan ini dipakai secara bersamaan, kulit kamu bisa iritasi dan kemerahan.
Niacinamide dan AHA/BHA sama-sama bersifat asam, sehingga tidak aman jika dipakai bersamaan.
-
BHA dan Benzoyl Peroxide
BHA maupun Benzoyl Peroxide sama-sama berfungsi untuk eksfoliasi kulit. Jika dipakai secara bersamaan, maka kulit akan iritasi dan lama-lama bisa rusak. Makanya kedua produk tersebut harus dipisah penggunaannya ya agar kulit aman dari jerawat dan kerusakan.
-
Retinol dan AHA/BHA
Retinol adalah bahan aktif yang dapat mengurangi fleks hitam, garis halus dan tanda-tanda penuaan lainnya. Retinol juga mengandung anti oksidan sehingga dapat menetralkan radikal bebas yang merusak kulit wajah.
Retinol termasuk bahan aktif yang kuat, sehingga penggunaan sedikit saja sudah memberikan efek yang terlihat nyata. Masalahnya penggunaan retinol tidak bisa dibarengi dengan zat aktif lain seperi AHA/BHA karena dapat membuat kulit terkelupas, kemerahan, perih dan iritasi.
-
Retinol dan Asam Salisilat
Asam Salisilat merupakan zat aktif yang mampu mengatasi jerawat. Sementara Retinol yang merupakan turunan Vitamin A ini unggul dalam mengatasi penuaan dini. Jika kedua bahan aktif tersebut dipakai bersamaan, maka kulit akan menjadi kering, mengelupas dan bisa membuat jerawat muncul lebih banyak.
-
Retinol dan Benzoyl Peroxide
Selain berfungsi untuk mengatasi tanda-tanda penuaan, retinol juga dapat mengurangi jerawat. Benzoyl Perozide ternyata juga termasuk bahan aktif yang dapat mengurangi jerawat dan mengandung zat anti inflamasi yang dapat mengurangi peradangan kulit akibat jerawat.
Jika kedua bahan aktif yang fungsinya sama dicampur atau dipakai secara bersamaan, maka kerja bahan aktif jadi tidak maksimal. Bahkan bisa jadi merusak kulit. Kulit jadi kering, kemerahan serta mengelupas. Makanya penggunaanya dipisah ya. Jangan digabung.
-
Water Based dan Oil Based
Skincare dengan bahan dasar air tidak dapat menyatu dengan skincare yang bahan dasarnya minyak. Jika dipaksa penggunaannya secara bersamaan, maka skincare tidak dapat meresap ke kulit karena minyak akan menolak air. Akibatnya kulit akan terasa lengket karena formula skincare tertahan di permukaan kulit.
-
Skincar dengan Bahan Aktif yang Sama
Mencampurkan skincare dengan bahan aktif yang sama, bukannya memaksimalkan kerja skincare di dalam kulit, tapi justru membuat kulit iritasi dan rusak. Karena itu sebelum menggunakan skincare, pastikan kamu membaca ingredient yang ada dalam kemasan dan pisahkan penggunaan skincare yang memiliki bahan aktif yang sama.
Penutup
Nah itu dia beberapa bahan aktif yang penggunaannya tidak boleh dicampur atau dipakai bersamaan. Jika kamu memaksa untuk menggunakan bahan-bahan aktif yang tidak boleh dicampur tersebut, maka siap-siap kulit akan bereaksi, seperti kemerahan, kulit terkelupas, muncul jerawat dan iritasi.
Jika diteruskan, kulit bisa rusak loh. Sayang kan beli skincare mahal-mahal, tapi malah bikin kulit rusak dan tidak terawat. Makanya penting untuk mengetahui bahan aktif apa yang terkandung di dalam skincare. Baca dengan teliti dan pisahkan bahan aktif agar penggunaannya tidak dicampur.
Kalau perlu catat dan hapalkan mana bahan aktif yang tidak boleh dicampur. Lalu pilah di tempat yang berbeda. Jangan diskip ya karena ini penting.
**
Referensi :

