
Kehidupan sosial itu memang beragam. Berbagai karakter akan kita temukan di sepanjang perjalanan. Baik buruk, suka tidak suka, semuanya bercampur jadi satu. Tinggal bagaimana sikap kita dalam menerima semua itu. Siapkah? Atau memilih mundur dan menjadi anti sosial.
Dilema memang. Apalagi jika kita termasuk masyarakat kelas bawah yang butuh banyak pemasukan. Bersaing dengan kerasnya hidup demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Uang memang bukan segalanya. Namun segala sesuatu butuh uang. Kata-kata itu seolah menjadi mascot bagi kebanyakan orang yang rela bermigrasi demi cita-cita.
Itulah yang dialami oleh Yoon Jong Woo yang diperankan oleh actor Korea Im Siwan dalam drama Korea berjudul Stranger From Hell. Drama Korea bergenre thriller misteri ini menyita perhatian banyak penonton, sejak pertama kali tayang di saluran TV kabel OCN. Sabtu, 31 Agustus 2019 yang lalu. Kenapa bisa begitu? Karena Strenger From Hell menceritakan sumanto versi Korea. What!!

Siapa yang tak kenal dengan Sumanto. Pria asli Indonesia yang sempat viral beberapa tahun yang lalu, karena memakan daging manusia. Ketika dieksekusi pihak kepolisian dan memperagakan ulang adegan saat Sumanto memasak daging manusia pun, ekspresinya datar dan terkesan senyum misterius. Sampai di reka adegan oleh model juga. Apakah Sumanto seorang psikopat?
Jika melihat ciri-cirinya yang hidup sendirian, miskin dan terasing. Bisa dibilang jiwa psikopat ada pada diri Sumanto. Apalagi Sumanto memakan daging manusia dengan lahapnya. Bahkan menawarkan kepada temannya dan jujur kalau daging yang dimasaknya memang daging manusia. Ngerinya, di saat temannya shock dan muntah mendengar pengakuan jujur Sumanto, Sumanto justru tetap makan daging manusia dengan lahapnya dan tanpa perasaan bersalah. Hiii….
Rupanya Sumanto versi Korea juga dipraktekkan oleh Lee Dong Wook dalam film Stranger From Hell. Bedanya Lee Dong Wook yang memerankan karakter sebagai Seo Moon Jo, bukanlah seorang yang hidup miskin dan sebatang kara seperti Sumanto. Melainkan seorang laki-laki tampan yang berprofesi sebagai dokter gigi. Bahkan Seo Moon Jo memiliki klinik gigi sendiri yang lokasinya dekat dengan kos Eden. Tempat kost yang nantinya ditempati oleh Yoon Jong Woo bersama sekumpulan psikopat.
Ya… kamu tidak salah baca gais. Kost Eden memang ditinggali oleh sekumpulan psikopat. Siapapun yang tinggal di sana, pasti menjadi korban mereka. Sosoknya dinyatakan sebagai orang hilang. Padahal orang-orang itu tidak hilang. Melainan disiksa dan dibunuh oleh para psikopat penghuni Kost Eden. Hii…
Lalu kenapa Yoon Jong Woo mau tinggal di sana?
Karena doi awalnya gak tahu kalau para tetangga kamar kostnya ternyata psikopat. Penampilan mereka sangat normal. Ada yang aneh sih, seperti terbelakang mental dan penguntit dari jauh. Namun semuanya masih seperti normal. Mau tahu siapa saja mereka? Ini dia :
- Pemilik kost, Uhm Bok Soon.

Diperankan oleh Lee Jung Eun) terlihat ramah kepada siapapun. Uhm Bok Soon juga sering membantu para lansia di sekitar rumahnya dengan rutin mengunjungi mereka dan memberikan obat. Padahal obat yang diberikan adalah minuman yang sudah dicampur racun. Tujuannya agar lansia itu meninggal, sehingga Uhm Bok Soon mendapatkan dana asuransi. Hmm… modus banget kan.
- Hong Nam Bok, si penghuni kamar 313.

Diperankan oleh Lee Joong Ok. Tahanan rumah yang kerjaannya mengoleksi barang-barang porno. Selalu membawa pisau di tangannya dan suka mengawasi orang dari jauh. Tak heran jika Yoon Jong Woo selalu curiga kepadanya. Tatapannya juga mencurigakan. Seakan ingin menerkam seseorang dengan pisau di tangannya. Kalau saya yang diawasi orang seperti itu, auto ngumpet terus di dalam kamar. Atau pergi dari kosan dan gak pernah balik ke sana. Takut..
- Byun Deuk Jong, memerankan si kembar yang terbelakang mental.

Sukanya ketawa cekikikan dan menganggap semuanya lucu. Karakter yang diperankan oleh Park Jong Hwan ini sukanya membunuh kucing dan tertangkap polisi untuk diinterogasi. Tapi karena sikapnya yang seperti orang terbelakang mental, dia pun dibebaskan.
Siapa yang menyangka jika pembunuhan terhadap kucing hanya bagian dari nafsu membunuh manusia yang ada di dalam dirinya. Sebelum membunuh, dia suka mempermainkan korbannya terlebih dulu. Setelah itu, jlep, mati deh si korban dipukul arit.
- Yoo Ki Hyuk si penghuni kamar 302.

Diperankan oleh Lee Hyuk Wook. Cowok ganteng yang terlihat tenang dan selalu memakai baju lengan panjang. Senyumnya misterius sekali. Yoo Ki Hyuk inilah yang membunuh detektif Cha, yang mencoba menyediliki preman yang menginap di kost Eden. Padahal preman yang dimaksud disekap oleh para psikopat dan disiksa.
Akibat ulahnya, Yoo Ki Hyuk dibunuh oleh psikopat lainnya. Seo Moon Jo yang menganggapnya sebagai hasil karya yang gagal.
- Seo Moon Jo, diperankan oleh Lee Dong Wook

Seo Moon Jo adalah seorang yang paling karismatik di antara semua psikopat yang ada. Profesinya sebagai dokter gigi membuatnya nampak paling normal. Bahkan polisi yang sempat menangkap si terbelakang mental, adalah pelanggan setianya.
Tak ada yang menyangka, jika Seo Moon Jo justru pemimpin di antara semua psikopat yang ada di kost Eden. Bahkan Seo Moon Jo menargetkan Yoon Jong Woo untuk menjadi bagian dari mereka. Apakah dia berhasil? Hmm…
- Yoon Jong Woo

Wait… kenapa Yoon Jong Woo dimasukkan dalam deretan nama psikopat yang ada di kost Eden. Bukankah dia salah satu korban di sana?
Awalnya memang iya. Yoon Jong Woo merupakan satu-satunya manusia normal yang ada di kost Eden. Namun seiring berjalannya waktu, muncul hasrat terpendam di dalam dirinya yang membuatnya berubah. Yah, Seo Moon Jo menobatkannya sebagai hasil karyanya yang berhasil. Menggantikan Yoo Ki Hyuk.
Daftar Isi
TRANSFORMASI SEORANG PSIKOPAT

Seperti yang saya singgung di atas, cerita ini diawali oleh ketidaktahuan Yoon Jong Woo atas keadaan kost Eden. Kehidupannya melekat dengan keseharian kita. Anak yang berpindah dari desa ke kota. Karena mendapatkan pekerjaan di kota.
Demi menghemat biaya hidup, Yoon Jong Woo mencari kost murah. Setelah mencari kesana kemari, sampailah dia di kost Eden. Kost yang terletak terpencil di tempat yang jauh. Untuk mencapai lokasinya juga butuh perjuangan. Harus jalan kaki dan naik tangga. Gedungnya mau ditata ulang, karena bekas kebakaran. Pantaslah kalau harganya sangat murah.
Yoon Jong Woo sempat shock waktu melihat kamarnya. Sempit banget dengan ukuran sekitar 3×2 m. Isinya kasur yang hanya bisa ditempati satu orang, dan meja yang merangkap lemari kecil. Ventilasi udara juga tak ada. Membuat udara terasa lembab dan bau. Yoon Jo Woo terpaksa tinggal di sana, karena tak ada kost lain yang semurah kost Eden.

Uhm Bok Soon menyambut tamunya dengan ramah. Bahkan menawarinya telur. Benar-benar terlihat seperti perempuan ramah dan sangat normal. Siapa yang menyangka jika pemilik kost itulah yang memasak daging manusia dan memakannya bersama-sama dengan anggota psikopat lainnya. Hii…
Di Stranger From Hell, kita akan mengetahui bahwa sesama psikopat pun tak ada keseganan untuk saling membunuh. Mereka akan dengan senang hati untuk saling membunuh. Tak ada yang namanya kesetiakawanan atau keluarga. Meskipun kalian akan melihat sepintas mereka nampak seperti keluarga. Padahal hanya kedok luarnya saja. Di dalam hati, mereka sama-sama buasnya.
Karakter masing-masing psikopatlah yang membuat mereka seolah hidup rukun. Juga ada unsur saling membutuhkan. Setelah ada yang merasa terganggu, mereka pun tak segan untuk saling menyakiti. Tak ada rasa kemanusiaan di sana. Bahkan mereka tertawa puas setelah hasrat membunuhnya terlampiaskan.
Yoon Jong Woo sebenarnya memiliki potensi psikopat, dan jawaban akan pertanyaan apakah Jong Woo termasuk dari kumpulan psikopat itu, ada di episode ending. Namun sebelum ke sana, kita telusuri dulu apa yang membuat Jong Woo berubah jadi seorang psikopat. Ini dia :
RASA TAKUT DAN CEMAS SECARA BERLEBIHAN
Tinggal sendirian di kost Eden adalah siksaan tersendiri bagi Jong Woo. Apalagi tetangga kostnya sangat aneh dan misterius. Itulah sebabnya, Jong Woo selalu takut untuk kembali ke kostnya.
Ada si mesum yang selalu melihatnya dari jauh, dengan pisau tersembunyi di balik punggungnya. Ada si kembar yang dia ketahui membawa karung berisi bangkai kucing, ada si pemilik kost yang mengawasinya dari jauh dan membuntutinya kemana-mana. Bahkan si dokter gigi yang sering mengajaknya ngobrol, sering tertawa menyeramkan dan tersenyum aneh kepadanya.
Semuanya itu membuatnya tertekan dan ingin segera pergi dari kost Eden. Tapi dia tak punya cukup uang untuk itu. Karena itulah dia bertahan di sana, sampai gajinya sebagai anak magang di perusahaan pementasan teater cukup untuk menyewa kost baru.
HALUSINASI AKIBAT DARI TEKANAN YANG DIRASAKANNYA
Berbagai perasaan takut dan cemas akan tempat kost-nya, membuat Jong Woo sering berhalusinasi. Suara sekecil apapun akan membuatnya terbangun dari tidur. Mimpi buruk juga sering membuat malamnya tak pernah nyaman. Jong Woo merasa selalu diawasi, dan perasaan buruk selalu menghantuinya.
Dalam film ini, halusinasi Jong Woo digambarkan secara cinematic. Seolah berpindah waktu dan suasana. Secara film, bagus sekali dan membawa imajinasi penonton untuk ikut merasakan apa yang dirasakan Jong Woo.
MUDAH EMOSI DAN MARAH YANG TAK TERKENDALI
Jong Woo marah ketika menduga ada yang menyelinap masuk ke kamar kostnya. Sejak saat itu, Jong Woo selalu curiga kepada si mesum dan memberikan tanda pada laptopnya, jika ada yang membukanya. Tak jarang Jong Woo marah kepada tetangga kostnya yang suka melihatnya dengan tatapan aneh.
Tekanan yang dialami Jong Woo tidak hanya terjadi di kost, tapi di tempat kerja. Seniornya iri kepadanya karena Jong Woo dekat dengan CEO. Karenanya, Jong Woo sering mendapatkan tekanan dan intimidasi darinya. Hal itu membuatnya marah, namun berusaha ditahannya.
Sebenarnya Jong Woo sudah mengutarakannya ketidaknyamannya atas sikap sang senior. Tapi aduannya tak didengar sang CEO. Bahkan Jong Woo diminta bersabar dan mengendalikan emosinya yang kadang tak terkendali. Jong Woo merasa diabaikan di sini.
PUNYA HASRAT UNTUK MENYAKITI ORANG YANG MEMBUATNYA TERTEKAN
Jong Woo ternyata seorang pencemburu. Ketika CEO tempat dia bekerja, bertemu diam-diam dengan Ji Eun,pacarnya. Jong Woo marah dan menyemprot atasannya itu. Tapi atasannya berusaha sabar karena merasa Jong Woo hanya salah paham. Karenanya Jong Woo dipertemukan dengan Ji eun di sebuah tempat makan. Tapi di sana ada Seo Moon Jo, yang ternyata selalu mengikuti kemanapun Jong Woo pergi. Tentu saja itu membuat Jong Woo merasa ketakutan.
Hal paling menakutkan adalah ketika Seo Moon Jo memarahi atasannya, demi membela Jong Woo. Seolah memahami jalan pikiran Seo Moon Jo, Jong Woo pun merasa akan ada sesuatu yang buruk terjadi dengan atasannya itu. Karena berhasil memarahi Seo Moon Jo. Benar saja, malam itu. Seo Moon Jo membunuh sang CEO di kantornya sendiri.
STRESS BERKEPANJANGAN
Diawasi dan diikuti setiap saat oleh Seo Moon Jo, membuat Jong Woo stress berkepanjangan. Jong Woo pun sering menceritakan kecemasannya itu kepada sang pacar dan memintanya untuk hati-hati. Tapi para psikopat itu pandai berakting. Seolah apa yang dilaporkan Jong Woo kepadanya tentang penghuni kost Eden tidak benar.
Tak ada yang mempercayai Jong Woo. Termasuk pacarnya sendiri, yang menganggap Jong Woo terlalu berlebihan. Keadaan ini memperparah keadaannya, yang akhirnya menuruti nalurinya untuk menyelesaikan masalahnya sendiri..
Tindakannya ini seolah ingin menunjukkan protes, gak ada gunanya cerita ke orang lain. Toh gak ada yang percaya kepada Jong Woo. Jadi lebih baik menyelesaikan sendiri masalahnya dengan menghukum mereka yang sudah membuatnya tertekan. Salah satunya dengan merusak keyboard seniornya di kantor. Dari sini, sisi psikopat Jong Woo mulai terlihat.
MUDAH TERPROVOKASI UNTUK MELAMPIASKAN HASRATNYA MENYAKITI ORANG LAIN
Sebagai pimpinan psikopat, Seo Moon Jo sepertinya memahami transformasi yang sedang terjadi dengan Jong Woo. Keadaan ini dimanfaatkannya untuk terus memprovokasi Jong Woo. Mengikutinya kemanapun Jong Woo pergi, bahkan terang-terangan mengakui tentang siapa dirinya dan keinginannya untuk menjadikan Jong Woo bagian dari mereka.
Ketakutan Jong Woo dan hasutan dari Seo Moon Jo, rupanya berhasil membuat Jong Woo tak terkendali. Usaha awalnya yaitu menyakiti sang senior di tempat kerja dan memukulinya tanpa ampun. Di fase ini, Jong Woo merasa puas karena sudah melampiaskan kekesalannya kepada sang senior yang selalu mengintimidasinya. Tak ada perasaan bersalah, bahkan Jong Woo tersenyum puas akan tindakannya yang anarkis.
Puncaknya adalah ketika Ji Eun sang pacar, diculik Seo Moon Jo. Jong Woo yang tak ingin terjadi apa-apa dengan sang pacar, nekad menemui Seo Moon Jo di kost Eden. Seorang temannya yang akhirnya percaya dengan ceritanya, ikut dengannya ke sana. Sayangnya, teman Jong Woo tewas di tangan para psikopat.
Jong Woo kalap. Atas hasutan dan bisikan Seo Moon Jo, Jong Woo menghabisi semua psikopat di sana. Satu per satu.
Jika teman-teman menyaksikan episode ending, yaitu episode 10. Nampak bahwa Seo Moon Jo yang menghabisi semua psikopat di kost Eden satu per satu. Bahkan mereka saling membunuh dengan sendirinya. Di sinilah uniknya film Stranger From Hell.

Adegan pembunuhan dibuat seolah dilakukan oleh sang pemimpin. Namun di akhir cerita, diputar ulang adegan yang sebenarnya. Bahwa yang melakukan serangkaian pembunuhan itu adalah Jong Woo. Karena bukti dari polisi, bahwa semua pembunuhan itu dilakukan lebih amatir. Berbeda dengan pembunuhan sebelumnya yang tertata rapi dan cermat.
Yah, amatir karena bukan pimpinan psikopat yang melakukannya. Tapi anggota barunya yang akhirnya berhasil dinobatkan sebagai hasil karya terbaik. Itulah Yoon Jong Woo. JRENG JRENGG…..
STRANGER FROM HELL. MENUAI BANYAK SANJUNGAN. BENARKAH TAK ADA CACAT?

Sebelum dijadikan sebuah film, rupanya Strenger From Hell sudah ada dalam bentuk webtoon dengan judul yang sama. Penulisnya, Kim Yong Ki mempublikasikannya pada 10 Maret 2008 hingga 9 Januari 2019 di situs Naver.
Adaptasi webtoon ke dalam bentuk film, tentunya melibatkan sang penulis asli dan sutradara Lee Chang Hee. Jadi meskipun sedikit berbeda dengan versi webtoonnya, perbedaan itu tak mengubah makna yang terkandung di dalam film. Bahkan ada yang bilang lebih bagus filmnya karena kesadisan psikopatnya tergambarkan dengan jelas lewat gambar. Hmm…
Jumlah episodenya ada 10. Tiap episode menawarkan ketegangan tersendiri. Tentu saja, klimaksnya ada di episode ending. Alias episode 10. Kalau dibuat grafik, skalanya akan terus meningkat tajam. Tidak ada antiklimaks. Hanya klimaks and the end. Surpice banget.
Seperti ketika Seo Moon Jo menawarkan daging mentah kepada Jong Woo. Dengan tatapan menyeramkan, Seo Moon Jo terus merayu Jong Woo untuk mencicipinya. Bahkan terus terang menebak pikiran Jong Woo bahwa daging yang mereka makan adalah daging manusia.
Bagaimana dengan adegan selanjutnya?
Pemilik kost memasak daging dan akhirnya terkuaklah, kalau daging yang dimasaknya memang daging manusia. Dia menyimpannya di lemari pendingin dan diberi banyak MSG agar rasanya berkurang. Siapa yang makan? Tentu saja semua penghuni kost Eden. Hii….

Di sinilah acting Seo Moon Jo dipuji habis-habisan. Senyumnya yang menyeramkan membuat para penggemarnya merinding. Bahkan banyak yang mengira Seo Moon Jo makan daging manusia beneran. Padahal ya, ini kan film. Daging mentah yang ada di dalam film, hanyalah property. Dan pastinya itu bukan daging manusia. Tapi daging binatang yang bisa dimakan. Hadeh…
Tapi sumpah loh, respon penggemar akan mengerian Seo Moon Jo membuat adegan makan daging mentah itu naik tajam grafiknya. Karena banyak yang mengira itu beneran daging manusia. Padahal bukan.
Adegan filmic dan cinematic pada halusinasi Jong Woo juga menuai sanjungan. Seolah membawa penonton untuk masuk ke dunia Jong Woo. Saya setuju dengan itu. Tapi benarkah film ini begitu sempurna, sampai tak ada cacat? Sayangnya, saya kurang setuju dengan ini. Ada beberapa hal yang harus saya kritisi.
KASUS PEMBUNUHAN YANG LAMA TERKUAK
Pembunuhan yang dilakukan para psikopat di kost Eden rupanya sudah berlangsung cukup lama. Ini terlihat dari laporan orang hilang yang sampai ke kantor polisi. Usut punya usut, salah satu istri orang hilang datang ke kantor polisi menunjukkan foto terakhir suaminya. Di sinilah nanti, si polisi wanita melihat jam tangan yang ada di foto suami pelapor itu, dipakai oleh si kembar psikopat di kost Eden.
Ada yang janggal di sini. Jika laporan orang hilang itu cukup lama, kenapa tidak ada yang mengusutnya. Kenapa seolah dibiarkan saja tanpa penyelidikan yang serius. Apa tidak ada kelanjutan laporan, dimana terakhir suami pelapor itu berada misalnya. Kalau si istri menyebut tempat kost Eden, harusnya kan ada penyelidikan di sana. Ini seperti angin lalu saja.
HILANGNYA SANG DETEKTIF YANG TIDAK DIKETAHUI POLISI LAIN
Satu lagi yang membuat saya merasa geregetan. Seorang detektif polisi seharusnya bisa menyelidiki kejanggalan keberadaan rekannya. Namun saat detektif Cha hilang, yang sebenarnya dibunuh oleh Yoo Ki Hyuk, seolah terlupakan begitu saja. Polisi wanitalah yang giat mengetahui keberadaan detektif Cha. Sementara rekan sesama detektifnya, nampak santai saja.
Woii, ini temanmu menghilang. Apa gak dicari? Kalau gak bisa dihubungi ponselnya kan bisa didatangi tempatnya. Duuh…
Kalau saya jadi rekan detektifnya, setelah mendapat laporan menghilangnya detektif Cha. Saya pasti langsung mengecek keberadaannya. Dimana terakhir kali dia bertugas dan lain sebagainya. Bukankah seperti itu tugas seorang detektif. Nah ini kok kayak santai begitu saja. Mungkin sedang menyeldiki kasus. Biasanya memang susah dihubungi kalau sedang bertugas. Kata salah satu rekannya.
Lah, gak bisa begitu dong. Tetap harus diselidiki. Siapa tahu, Detektif Cha mengalami sesuatu yang buruk selama menjalankan tugas. Iya kan.
POLISI KURANG TANGGAP
Laporan mengenai kecurigaan polisi wanita, sebenarnya bisa dijadikan awal penyelidikan di kost Eden. Namun para polisi itu nampak cuek saja, dan menganggap laporan si polisi wanita sebagai laporan tidak penting.
Ini soal birokrasi. Penyelidikan harusnya dilakukan oleh bagian tindak criminal di kepolisian. Tapi terlalu lama kalau menunggu penyeldikan dimulai. Polisi wanita akhirnya bertindak sendiri, dan akhirnya menjadi korban juga kan.
Saya melihat apa begitu tindakan polisi terhadap sebuah laporan dari warganya. Kenapa tidak langsung diselidiki. Saya kok geregatan ya melihat aksi polisi ini.
Tanggapan yang saya nilai ini murni pendapat pribadi ya, penilaian secara subyektif. Namun tidak mengurangi keunikan filmnya dan cerita yang mengalir di dalamnya. Apalagi mengenai cerita para psikopat di kost eden.

Saya menyoroti mengenai kehidupan sosial di sekitarnya. Mengenai kasus pembunuhan yang kurang ditanggapi pihak kepolisian. Mungkin singkatnya, kejadian di kost Eden bisa jadi diketahui dengan cepat, kalau polisi lebih tanggap.
Tapi yah, namanya juga cerita. Mungkin memang dibuat seperti itu untuk mendapatkan keunikannya. Seperti keadaan yang dialami Yoon Jong Woo. Kalau saja Ji Eun, pacarnya mendengarkan semua keluh kesah Jong Woo, bisa jadi Jong Woo tidak menjadi seorang psikopat.
Ketidakpercayaan Ji Eun terhadap cerita Jong Woo, ditambah acting pura-pura baik dari pemilik kost dan penghuni kost Eden, berhasil memanipulasi pikiran Jong Woo. Stress dong. Keadaan inilah yang memicu potensi psikopat yang ada di dalam Jong Woo.
Selain itu, ketertarikan Jong Woo terhadap novel bergenre fiksi criminal seolah melengkapi naiknya potensi psiko yang ada di dalam dirinya. Seolah naluri psiko itu sudah ada di dalam Jong Woo. Seo Moon Jo hanya berusaha memunculkannya ke permukaan dan menyambutnya sebagai anggota baru di dunianya. Ngeri ya.
Jadi pesan yang bisa disampaikan dari film ini menurut saya, coba perhatikan orang-orang di sekitar kita. Atau keluarga atau teman kita yang sedang bermasalah. Dengarkan curhatan mereka. Jangan pernah mengabaikannya. Karena orang seperti mereka butuh tempat untuk mencurahkan isi hatinya. Bisa jadi, jika tak didengarkan. Ditambah dengan berbagai tekanan yang diterimanya, maka akan tumbuh jiwa psikopat dalam diri mereka.
Kita gak mau kan teman atau saudara kita menderita gangguan kepribadian seperti psikopat. Nah, yuk mulai saling berbagi. Jika kalian sudah nonton Stranger From Hell, maka selamat. Kita akan meminimalisir munculnya Jong Woo lainnya di dunia nyata. Oke… siip
**
Sumber :


40 Comments. Leave new
Saya baca artikel ini 3/4 aja, sisanya sepertinya mau nyari filmnya aja. Keknya seru nih, saya suka film-film genre thriller gini nih, meski film ini berasal dari Korea. Hehehe
Saya baca artikel ini 3/4 aja, biar penasaran. Soalnya spoiler ih. sisanya sepertinya mau nyari filmnya aja. Keknya seru nih, saya suka film-film genre thriller gini nih, meski film ini berasal dari Korea. Hehehe
hahaha… spoiler ya kak. aduh maapkan. nonton deh trs ceritain ya
Ngeriii banget sih, mba ko ga terekan liat film ginian wkwkwk. Saya bisa kebawa mimpi bolak balik nih kalo liat sendirian di rumah haha.
udah suka yang bikin tegang gini. wkwkwkw… jadi nagih pengen nonton drama psiko lagi
Aku suka banget sama drama stranger from hell ini karena udah mantengin sejak di webtoon.
Polisi yang lama bergerak memang tipikal drama2 thriller gini ya, mbak.
seinget saya karena memang nggak ada lead signifikan dalam pencarian orang2 yang hilang. Petunjuk kucing2 mati juga seolah nggak ditanggapi karena yang curiga cuman polisi newbie.
nah itu, harus kritis ya. kucing mati kok dibiarin aja
Serem amattttt, ini penulisnya jangan jangaaaaan. Wkwkwk. Aku gak nyangka Mas Lee Dong Wook mau main film sadis begini. Layak lah kalo ratingnya bagus. Seremmmmmm. Aku gak berani nonton. Huuhuu
nonton mbak, sambil sangu bantal guling. hehe
Kok ada ya film korea dengan tema kaya gini? Jangan-jangan memang terinspirasi dari kisah Sumanto 🙂
BTW, judulnya kaynya salah ketik tuh. Prikopat, saya kira ada istilah baru tadi.
Makasih koreksinya mas. udah aku benerin. hehe… tanya seo moon joo dulu deh, kenal sumanto gak ya?
yoon jon wo cakep2 tapi psikopat, ngeri juga yahh jika ketemu disekitarku gimana nihh, gak sanggup ngebayangin
jangan dibayangin, ngumpet aja. hehe
Mbak, baca review-nya saja ku merasa ngeri
Kalau dikemas lebih baik akan sangat menarik pasti…sayang ada beberapa kekurang seperti yang disebutkan, kenapa polusi kurang tanggap atas hilangnya penghuni dan lainnya. Tapi lagi-lagi namanya film ya.
Dan aku setuju untuk mendengarkan curhatan teman yang mungkin mengalami masalah terkait mental. Kadangkala mereka hanya butuh didengarkan untuk mengurangi tekanan pikiran
berarti ulasanku kurang menarik ya mbak. hiks… btw teman punya masalah memang kadang hanya butuh didengarkan mbak. sama kayak kita. kalau udah diceritakan rasanya plong. kalau dipendam ya jadinya lebih ngeri. karena amarah yang tertahan itu lebih gila daripada marah yang diutarakan
Stranger from hell ini sering banget wara-wiri promosi tayangnya di Viu waktu belum upgrade ke yg premium. Gak nyangka kisahnya ttg para psycho kanibal ya,,, tp Lee Dong Wok emang angker si mukanya haha,, pas di Goblin kan deseu jadi malaikat pencabut nyawa tuh haha
mungkin karena acting di film sebelumnya sukses, makanya di sini kelihatan nambah suksesnya kak.udah nonton lom, rugi loh. siapin bantal kalo takut. hehe
Wah, ngerii..tapi memang ada ya di kehidupan nyata. Kasihan sebenarnya, mereka memang ada kelainan secara psikologi ya jd perilakunya aneh gitu. Tapi membahayakan juga untuk orang lain. Psikopat bisa sembuh ga sih?
susah mbak sembuhnya. karena karena sifat psikonya udah kebentuk dalam waktu lama. kalau masih ada tanda tanda ke arah sana, sepertinya bisa. tapi kalau sembuh total gak jamin deh. karena udah naluri.
Aku baca awal sampai akhir kok ikutan geleng kepala ya, ternyata cerita film versi korea (Sumanto) nya ada. Tapi ya bener bener killer banget kalau sampai ada yang berani ngekos di kost an eden dengan segala kegilaan nya.
Apalagi si ibu kost nya ternyata sama aja dengan penghuni kost eden, ya meski harganya murah tapi kalau beneran ada versi ‘Nyata’ mending auto kabur deh dari pada gila beneran akibat penghuni lain yang aneh dan psikopat.
makanya mbak sekarang apa apa jangan liat murahnya dulu. siapa tahu ada udang dibalik batu dari harga miringnya itu. mending mahalan dikit tapi aman sentosa kita ya.
Aku udah baca tamat webtoonnya ini. Kayaknya emang agak beda dikit ya ama filmnya. Jadi penasaran mau nonton filmnya
tonton kak. biar nambah seru
Aku beneran kaget melihat akting Lee Dong Wook di drama ini. Ga nyangka dia bisa meranin karakter psyco dg mulus gitu. Sampai hari ini, masih terbayang-bayang terus senyum psyco-nya. Bisa gitu ya, dia senyum tapi tatapannya dingin gitu. Aaah, bravo. Trus si kembar yang nyiksa kucing itu, asli bikin aku parno liat kucing. Sisa2 bulu kucing yang nempel di tangannya terbayang
terusss. Huhuhu. Bener-bener, deh. Drama ini keren banget.
merinding ya mbak. sama
Ngeri banget nih filmnya, tapi karena penasaran dibaca reviewnya sampai akhir.
Lingkungan emang punya pengaruh yang sangat besar ya, Jong Woo pun akhirnya terpengaruh juga karena tekanan lingkungannya
iya mbak. makanya kudu kenal lingkungan sekitar. karena membentuk karakter kita nantinya.
Kenapa aku justru khawatir ya…. Kalo menonton film seperti ini jadi terinspirasi dalam arti negatif. Huhuhu… parno amat aku nih
Loh, kenapa aku justru khawatir ya…. Kalo menonton film seperti ini jadi terinspirasi dalam arti negatif. Huhuhu… parno amat aku nih
ojo parno mbak. nikmati aja filmnya. hehe
Sebenarnya ini cerita yang bagus. Sayangnya saya enggak begitu mampu buat mengikuti alur yang bikin jantung deg degan (tapi bukan cinta). Webtoonnya aja udah bikin merinding, jadi pas rilis dramanya enggak mau lihat, hehe
gak suka yang tegang tegang ya mbak. coba deh tonton, pasti suka.
Yuni nonton film stranger from hell nggak sampai tamat. Udah ketakutan sendiri. Nggak sanggup akutu nontonnya.
Tapi emang bagus sih sebenarnya.
kenapa takut mbak. nonton aja sambil ngumpet di balik bantal. hehe
Rekomen bgt filmnya, ratingnya jg bagus, belum sempet slesin nntonnya tapi mudah-mudahan minggu ini bisa lanjutin lg.
Nonton segera kak. Bagus filmnya
haha baru aja selesai nonton dramanya terus mampir disini bentar untuk tengok review atau tanggapan orang2.. buat yg belum nonton, secara singkatnya ini drama nggak semenyeramkan itu kok klo secara visual, tp mungkin lebih ke perasaan pas nontonnya sih, tiap si pemeran utama lagi masuk/ keluar kamarnya selalu ikut khawatir sendiri wkwk.. dan lagi, setelah nonton drama ini bakal rada ngeri sama dokter gigi wkw
saya nonton film ini setelah selesai nonton voice. rasanya jatuh banget karena voice jauh lebih bagus. jadi berasa nonton stranger from hell jadi gak terlalu seram. beda sama teman saya yang langsung nonton film ini. mungkin kebawa kali ya. tergantung masing-masing orang sih.
rekomended nih, aku udah nonton juga hehehe
keren ya kak filmnya