
Sejak mengenal dunia digital sepertinya aku tak bisa lepas dari yang namanya layar gadget. Bukan hanya laptop yang mengharuskan mataku terus menatapnya, tapi juga handphone yang bahkan kini ada 2. Satu android dan satunya iphone.
Mataku dihajar dengan paparan sinar biru berjam-jam, bahkan bisa dibilang minim jeda. Pantas saja semakin hari, penglihatanku semakin buram, kepala sering pusing, leher dan bahu sakit dan yang lebih parah, minus mataku entah sekarang sudah bertambah berapa.
Tulisan kecil yang dulunya masih bisa aku baca, sekarang hanya berupa garis saja di mataku. Tak terlihat.
Gimana gak pusing jika mataku selalu berpindah dari laptop ke smartphone. Itu pun bergantian antara membalas wa di hp android atau mengedit video di iphone.
Kornea mataku seakan hanya bergerak dari satu layar ke layar lain. Bahkan untuk refreshing pun, aku masih memilih menonton film di smart tv sambil tiduran. Parah.
Aku Kena Computer Vision Syndrome

Jujur aku baru tahu istilah ini setelah aku menemukan informasinya di internet. Sebelumnya aku tak tahu penyakit apa yang aku alami. Aku sebut penyakit karena memang menganggu penglihatan mataku.
Satu hal yang aku tahu adalah aku penderita miopi atau rabun jauh. Terakhir aku tes mata, minusnya masih satu di mata sebelah kiri dan -1,5 di mata sebelah kanan. Itu pun bertahun-tahun yang lalu.
Sejak kacamataku rusak, aku tak pernah menggantinya dengan kacamata baru dan malas periksa mata lagi.
Aku bahkan sudah tak pernah pakai kacamata lagi dengan alasan “malas”. Tapi karena aku merasa mataku sekarang kok semakin parah ya, dengan kondisi mata SEpet, LElah, perih dan kering. Aku jadi tak mau menganggapnya sepele lagi dengan sembunyi di balik kata “malas”.
Kadang untuk menginstirahatkan mataku dari layar gadget, aku sengaja tidur atau memejamkan mata dalam waktu yang lama.
Sebenarnya lebih bagus kalau kompres mata sih. Tapi lagi-lagi, aku “malas” melakukannya. Paling aku tutupin saja mataku dengan kain sampai tertidur.
Ketika bangun, kondisi mataku sedikit lebih baik. Tapi tak berapa lama kemudian, aku berkutat lagi dengan handphone dan laptop. Ya sama juga bohong dong.
Computer Vision Syndrome. Tiga kata yang akhirnya aku iyakan terjadi padaku.
Menurut jec.co.id, Computer Vision Syndrome (CVS) adalah keadaan dimana mata lelah atau tidak nyaman akibat dari terlalu lamanya menatap layar digital tanpa jeda. Penyebabnya bukan hanya menatap komputer saja, tapi juga laptop, tablet, ponsel dan perangkat digital lainnya.
Fix itu aku. Sedihnya, aku termasuk salah satu dari 60 juta orang yang berpotensi terkena Computer Vision Syndrome dari 50-90% pengguna gadget di seluruh dunia.
Sementara di Indonesia sendiri, angkanya mencapai 64-87%. Ngeri ya dan aku baru sadar jika aku tak sendirian. Banyak orang ternyata yang juga menyepelekan gejala mata kering ini sampai akhirnya banyak yang kena Computer Vision Syndrome.
Fakta yang lebih mencengangkan lagi adalah bukti data yang diambil dari riset HootSuite dan We Are Social dalam Global Digital Reports 2020 yang memasukkan Indonesia dalam urutan 10 besar negara paling lama mengakses internet melalui gadget setiap harinya. (sumber : herminahospitals.com)
Jadi jika rata-rata pengguna gadget berusia 16-64 tahun dengan normalnya orang menghabiskan waktu 6 jam 43 menit setiap harinya menggunakan internet di gadget, maka orang Indoensia rata-rata menghabiskan waktu 8 jam 36 menit setiap harinya. Sementara aku, lebih dari 8 jam setiap hari. Parah banget.
Aku beneran merasakan mata SEpet dan Lelah itu gak nyaman banget. Mataku terasa kering kerontang sampai-sampai aku harus sering menutup mata dan menginstirahatkan mata jika rasa perihnya mau hilang. Tapi gak bisa lama-lama karena kerjaan menunggu untuk segera diselesaikan.
Pekerjaan Jadi Alasan Mata Kering Penyebab Computer Vision Syndrome

Siapa pekerja yang tak bisa lepas dari yang namanya komputer? Sepertinya hampir semua pekerjaan pasti berurusan dengan perangkat satu ini kan. Tak terkecuali aku yang kerjanya dari rumah alias kerja remote.
Sejak menjalani aktivitas menjadi blogger, aku tentu saja lebih banyak menatap layar laptop. Cek blog dan mencari sumber referensi dari mbah google menjadi akitivitas wajib yang tak boleh dilewatkan.
Kegiatan yang awalnya aku lakukan sebagai hobi dan aku lakukan sesekali, sekarang menjadi lebih sering. Apalagi sejak aku tergabung sebagai content writer di De Crea Management. Sebuah agency yang menaungi kebutuhan beberapa brand yang ingin membranding diri melalui sosial media.
Selamat karena aku tak akan pernah bisa lepas dari yang namanya gadget. Karena kerjaannya nulis artikel pakai laptop atau bantu brand naikin postingan ke sosial media mereka lewat ponsel.
Jadi satu sisi, mataku menatap layar laptop untuk menyelesaikan tulisan. Di sisi lain, menunggu giliran ditatap layar ponselnya untuk membalas wa dari brand dan menaikkan postingan melalui handphone. Ada instagram dan facebook yang harus dipantau setiap hari.

Itu baru dari De Crea Management. Bagaimana dengan target video di tiktok go yang mengharuskan aku untuk upload video setelah visit ke mercant makanan atau visit hotel dan tempat wisata.
Ada kewajiban upload dalam jangka waktu tertentu setelah aku visit dan take konten untuk kemudian aku edit menggunakan smartphone. Kali ini aku memilih iphone khusus untuk mengedit video dan android untuk urusan whatsapp kerjaan dan urusan lainnya selain upload video.
Mataku sekarang bukan hanya mengecek blog milik pribadi, tapi juga mengurus website beberapa klien dan mengerjakan video untuk diupload di reels instagram atau tiktok.
Bisa dibayangkan kan berapa puluh atau ratusan jam mataku menatap pixel demi pixel kata-kata dari layar laptop maupun ponsel. Wajar kalau aku bilang mataku sekarang rusak.

Tak ada usaha yang mengkhianati hasil. Mungkin pepatah itu pantas untukku. Karena di balik mataku yang rusak itu, ada hasil yang tampak.
Ada kelegaan dan kepuasan ketika aku melihat videoku di reels instagram atau tiktok dilihat banyak orang. Atau videoku di tiktok bisa membuat orang membeli makanan melalui tag lokasi yang aku sematkan di tiktok go.
Kepuasan yang sama juga aku rasakan ketika ada klien yang terbantu dengan munculnya banyak calon customer yang tertarik untuk datang setelah melihat artikelku yang ditemukannya di google.
Sama puasnya ketika tiba-tiba ada yang DM instagram atau kirim email menawarkan Content Placement untuk blog pribadiku atau tawaran review dengan rate card.
Masalahnya apakah semua kepuasan itu harus dibayar dengan rusaknya mataku? Sementara mata ini juga termasuk organ penting yang mendukung kerjaan yang aku lakukan. Harusnya aku jaga ya, bukannya aku biarkan rusak secara perlahan.
Ironisnya justru aku diam saja ketika pupil mataku, aku paksa untuk terus menatap layar tanpa kedip dan bola mata yang semakin melengkung cekung seiring dengan banyaknya pantulan sinar biru yang mengenainya.
Tahu sendiri kan jika sinar biru ini termasuk salah satu spektrum cahaya tampak yang memiliki panjang gelombang yang pendek yaitu 415-455 nm saja.
Justru karena panjang gelombannya pendek inilah, eneginya jadi lebih tinggi sampai bisa tembus kulit sampai ke retina. Sinar yang masuk tanpa ijin ini tentu saja dapat menganggu metabolisme sel, sehingga lama-lama sel di dalam retina bisa rusak.
Akibatnya penglihatan mata juga bisa rusak. Itulah kenapa aku sudah tak bisa lagi scroll hp atau baca buku di kendaraan yang bergerak. Bikin kepala pusing dan mata perih.
Padahal dulu aku suka baca buku di dalam kereta atau bis, atau mengecek wa di dalam kendaraan yang sedang berjalan. Sekarang aku tak sanggup lagi.
Gejala Mata Kering dari Computer Vision Syndrome

Mata kering akibat Computer Vision Syndrome bisa dialami oleh siapa saja. Termasuk aku yang masih usia produktif dengan aktivitas digital yang bisa dibilang tidak sedikit. Gejalanya cukup bikin pusing, seperti :
-
Mata Sepet
Mata Sepet itu merupakan kondisi mata yang membuat mata terasa gatal dan tidak nyaman. Rasanya seperti ada yang mengganjal di mata dan kadang terasa panas dan berair dengan sendirinya.
Mata sepet ini bisa terjadi karena mata jarang berkedip karena terlalu lama menatap layar, kena AC atau kurang tidur. Aku dong yang hampir setiap hari begadang menyelesaikan tulisan untuk website klien atau artikel untuk blog pribadi.
Jam tidur berantakan, menatap layar laptop hampir tanpa jeda, dan istirahat hampir tidak ada. Parahnya jika sudah mendekati deadline, bisa tuh gak tidur selama 2 hari demi mengejar target tulisan. Sepet sepet deh tuh mata.
-
Mata Lelah
Badan saja bisa lelah kalau bekerja seharian tanpa istirahat. Apalagi mata yang termasuk salah satu bagian dari badan.
Padahal menatap layar laptop atau ponsel itu harus ada jedanya karena sinar biru yang ada di kedua gadget tersebut benar-benar bisa merusak kornea bahkan retina mata.
Otot mata yang harusnya bisa relaksasi, dipaksa untuk bekerja dan kontraksi dalam waktu yang lama. Ya capek dong alias lelah.
Dalam istilah medis, mata lelah disebut juga astenopia yang merupakan kondisi mata yang terlalu tegang karena dipaksa bekerja terlalu lama, sehingga terasa sakit dan pedih. (sumber : jec.co.id)
Lagi-lagi aku mengalaminya ketika mengetik di laptop terlalu lama. Hampir tidak berkedip dan itu terjadi tanpa disadari karena aku terlalu fokus pada tulisan yang aku hasilkan.
-
Mata Kering
Seperti namanya, mata kering merupakan kondisi mata yang memang kering atau tidak basah oleh air mata. Padahal mata itu perlu dibasahi oleh air mata agar bebas bergerak. Ketika produksi air mata berkurang, mata jadi kering, mudah iritasi dan terasa panas serta perih.
Penyebabnya ya karena jarang berkedip. Padahal satu kedipan mata itu mengeluarkan satu tetes air mata loh.
Jadi kalau berkedip saja jarang, air mata yang membasahi mata jadi ikut berkurang. Mata jarang berkedip karena terlalu fokus pada layar, sehingga mata jadi tegang dan kering.
-
Mata Perih
Mata kering itu bisa terasa perih loh, karena air mata yang mencegah terjadinya gesekan berkurang jumlahnya. Air mata itu seperti pelumas.
Jika dua benda berdekatan tanpa ada pelumas, jadinya mudah terjadi gesekan dan bisa iritasi. Makanya kadang mata kita terlihat merah kan. itu tandanya iritasi mata.
-
Sakit kepala
Gejala mata kering juga bisa sakit kepala loh. Karena ketegangan mata otot mata terbawa sampai ke saraf di otak. Jadinya kepala terasa sakit dan rasanya seperti mau pecah.
Makanya jangan terlalu dipaksa bekerja matanya, agar tidak sampai sakit kepala. Aku saja yang sudah mengalaminya, kamu jangan.
-
Pandangan Buram
Percaya deh, mata kering yang dibiarkan terlalu lama tanpa diobati bisa mengakibatkan pandangan menjadi semakin buram.
Kalau kamu punya mata minus atau miopi, minusnya pasti bertambah tuh. Seperti yang aku alami. Hal ini terjadi karena kemampuan retina menangkap bayangan beda jadi ikut berkurang karena bola mata terlalu cekung akibat seringnya dipaksa bekerja tanpa jeda.
Makanya kurangi deh lama waktu menatap layar laptop atau handphone. Baca buku terlalu lama tanpa istirahat juga bisa jadi salah satu penyebabnya loh.
-
Nyeri Leher dan Bahu
Aku dulu heran kenapa leher dan bahuku tiba-tiba sakit ketika ditekan sedikit saja pakai jari tangan. Rasanya badan capek semua. Padahal aku hanya duduk di depan laptop saja seharian atau mengedit video di ponsel.
Aku bahkan mengurangi pekerjaan fisik seperti mencuci baju, bersih-bersih rumah bahkan masak ketika kerjaan tulisan atau edit video sudah memasuki deadline. Aneh.
Setelah tahu jika sakit bahu dan leher termasuk gejala computer vision syndrome, baru deh aku paham. Ternyata oh ternyata. Nyambung loh.
Aku jadi sering pijitin bahu dan leher nih sendirian. Atau kalau ingin benar-benar lega, aku pergi ke tempat refleksi untuk pijat dan bagian baju serta leher termasuk bagian yang enak banget ketika dipijat.
Atasi Mata Kering dengan INSTO DRY EYES

Mata kering memang termasuk gejala penyakit yang tidak berbahaya. Makanya mata kering sering dianggap sepele. Tapi jika tidak ditangani, kondisi ini akan menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih serius. Misal penderita miopi seperti aku yang minusnya jadi terus bertambah atau penyakit mata lainnya yang bisa lebih parah.
Makanya mata kering jangan disepelein. Lebih tepatnya #MataSePeLeJanganSepelein.
Ada beberapa hal yang sebenarnya bisa dilakukan untuk #BebasMataKering dengan aman dan nyaman. Beberapa diantaranya yaitu :
-
Terapkan Metode 20-20-20
Maksud dari metode 20-20-20 ini sebenarnya yaitu mengalihan pandangan dari layar laptop atau smartphone setiap 20 menit sekali ke objek yang jaraknya 20 kaki atau sekitar 6 meter dari kita selama 20 detik.
Tujuannya agar mata teralihkan dari layar laptop atau gadget, sehingga memberi waktu untuk otot istirahat dan berkedip.
Jangan dipaksa untuk menatap layar laptop atau ponsel nonstop ya. Bisa rusak beneran mata kita. Aku sebenarnya sudah mempraktekkan metode ini. Hanya saja sebelumnya aku tidak menghitung waktunya.
Pokoknya kalau mata sudah terlalu lelah dan panas, aku akan mengalihkan pandangan ke tempat lain dalam beberapa waktu.
Tak harus 20 detik jika itu terlalu singkat. Aku bisa dalam hitungan menit atau jam sebelum kembali lagi ke layar laptop atau gadget.
Tapi jika kamu dituntut untuk bekerja dengan menatap layar laptop atau ponsel terlalu lama, metode 20-20-20 ini wajib kamu terapkan agar mata kamu terbebas dari mata kering.
-
Atur Ergonomi yang Tepat
Posisi laptop atau ponsel dari mata kita ternyata juga mempengaruhi kesehatan mata loh. Posisi yang baik dan tepat yaitu sekitar 50-70 cm dari mata dan pastikan posisinya berapa di bawah mata kita ya. Jangan sampai kita mendongak untuk mengetik atau mengedit video di ponsel.
Makanya main ponsel sambil rebahan itu sangat tidak disarankan karena posisinya yang tidak ergonomi dan jaraknya terlalu dekat dengan mata. Posisi yang baik itu sambil duduk dengan laptop atau ponsel di bawah mata kita. Catet.
-
Kontrol Pencahayaan
Jangan biasakan mengetik di tempat yang gelap ya. Karena cahaya yang kurang akan membuat mata terlalu fokus pada laptop atau ponsel sehingga sinar biru semakin gencar masuk ke tubuh kita loh. Begitu juga jika cahaya terlalu silau.
Pastikan kamu pakai laptop atau handphone di tempat yang cahayanya pas ya dan membuat kamu tidak terlalu memicingkan mata karena silau atau melebarkan pupil mata karena terlalu gelap.
-
Istirahat Teratur
Tidur. Jangan paksa bekerja sampai begadang demi mengejar target dengan melupakan istirahat tidur. Aku sudah sering melanggar aturan yang satu ini dan hasilnya tidak bagus untuk produktivitas dan kesehatan badan.
Coba mulai sekarang atur ritme kerja deh. Pastikan kamu bekerja dengan laptop atau ponsel dengan porsi yang tepat. Jangan terlalu lama tapi konsisten.
Ini sih yang sedang aku lakukan sekarang. Minimal 8 jam sehari dan harus ada porsi untuk tidur, ngurusin anak dan suami, beberes rumah dan kegiatan lainnya.
Jadi 24 jam tidak dihabiskan di depan laptop atau handphone melulu. Tidur pun bisa nyenyak dengan pekerjaan yang selesai tepat waktu.
-
Perawatan Mata dengan INSTO DRY EYES

Mata kering memang tidak perlu sampai periksa ke dokter. Dengan perawatan mata rutin di rumah saja kamu sudah bisa mengatasi mata kering loh, yaitu dengan cara tetesin insto dry eyes.
Seperti namanya, #InstoDryEyes ini merupakan obat tetes mata yang khusus untuk mengatasi gejala mata kering, seperti mata sepet, perih dan lelah yang sering dianggap sepele.
Tahu gak, mata kering ini bisa memicu terjadinya mata berair secara tiba-tiba loh. Seperti menangis dengan sendirinya, padahal kita lagi gak sedih. Tapi air mata kita keluar. Lah kenapa tuh?
Menurut halodoc, gejala ini terjadi karena ketika mata kita kering, otak secara otomatis akan memberikan sinyal ke kelenjar air mata untuk memproduksi air mata secara berlebihan untuk segera melumasi mata. Tapi karena mendadak, kualitas air matanya buruk jadi tidak bisa melumasi mata dengan baik.

Nah, peran inilah yang diambil oleh Hydroxypropyl methylcellulose yang ada di INSTO DRY EYES. Zat aktif ini berfungsi sebagai pelumas buatan yang viskositasnya ternyata mirip dengan air mata manusia alami. Kualitasnya lebih baik daripada produksi air mata yang dibuat secara dadakan tadi.
Itu sebabnya INSTO DRY EYES sangat direkomendasikan untuk mengatasi mata kering karena kemampuannya yang bagus untuk melembabkan mata kering.
Cocok untuk kamu yang punya resiko kena mata kering terlalu tinggi, seperti bekerja di depan layar laptop terlalu lama, mengedit video di hp terlalu lama atau bekerja di bawah AC terlalu lama.
Cara pakainya juga mudah loh. Cukup tetesin insto dry eyes ke mata yang kering sebanyak 1 sampai 2 tetes saja. Pejamkan mata sampai produk meresap ke dalam mata, setelah itu bisa buka mata deh dengan kondisi mata yang jauh lebih lembab dan lebih segar.
Dengan INSTO DRY EYES, aku tak perlu membatasi waktuku untuk tetap berproduksi dalam menghasilkan tulisan atau video. Karena INSTO DRY EYES bisa jadi pertolongan pertamaku ketika mata terasa kering, lelah, sepet dan perih.

Jadi kalau kamu kerja di depan laptop atau tak bisa lepas dari handphone seperti aku, tak perlu khawatir kena Computer Vision Syndrome kalau kamu selalu sedia INSTO DRY EYES di rumah. Yuk jaga mata tetap sehat dan bebas dari mata kering dengan Insto Dry Eyes.
**
Referensi :
https://www.alodokter.com/waspadai-stres-mata-akibat-pemakaian-gadget-dan-laptop

